6 Hal Positif yang Bisa Dicontohkan Selama Puasa


 

Momen bulan puasa menjadi saat yang tepat untuk mengajarkan berbagai hal positif pada anak. Nah, cara mudah untuk mengajarkannya pada anak-anak adalah dengan memberi contoh, tidak hanya sekadar diberi nasihat saja.
 
Berikut ini Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, M.Psi., psikolog anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, berbagi pada Parenting Indonesia mengenai hal-hal positif apa saja yang bisa dicontohkan pada si kecil:
 
Menahan Diri
Puasa adalah tentang menahan diri, baik dari lapar, haus, maupun emosi negatif. Sering kali, menahan diri untuk tidak makan dan minum memang menjadi hal yang mudah bagi orang dewasa, namun tidak demikian dengan menahan emosi negatif. Disadari atau tidak, kita mungkin masih sering kelepasan marah pada anak. Cobalah untuk lebih bisa mengendalikan emosi. Hal ini akan memberikan contoh pada anak bahwa puasa membantu seseorang untuk lebih sabar.
 
Kesederhanaan
Sering kali asal muasal anak-anak terbentuk menjadi pribadi yang berlebihan justru bermula dari rumah. Saat berbuka puasa, orang tua kadang menyiapkan ini dan itu sehingga terlalu banyak makanan. Ini tentu tidak menggambarkan prinsip kesederhanaan. Padahal, berpuasa adalah tentang kesederhanaan. Contohkan untuk minum dan makan secukupnya saja.
 
Bersyukur
Puasa dapat menjadi refleksi bahwa kebutuhan anak-anak telah terpenuhi. Mereka bisa merasakan makan dan minum tiap hari, berbeda dengan kondisi anak-anak yang kurang beruntung di luar sana. Hal ini akan mengajarkan mereka untuk lebih bersyukur atas kehidupannya.
 
Berbagi
Pada bulan puasa, biasanya sekolah mengadakan acara bagi-bagi takjil atau buka puasa bersama anak yatim piatu. Ini akan membantu anak-anak untuk belajar berbagi. Di rumah, Anda juga bisa melakukan hal serupa. Dengan membagikan apa yang sudah Anda siapkan di dapur untuk tukang sampah atau petugas keamanan di perumahan, Anda sudah mencontohkan berbagi pada si kecil.
 
Kebersamaan
Sahur, berbuka, atau sholat bersama dapat menjadi salah satu medium menjalin kebersamaan. Si kecil tentu akan melihat dan merasakan nikmatnya kebersamaan.
 
Empati dan Toleransi
Belakangan muncul banyak berita pelarangan penutupan warung makan selama bulan Ramadan. Alasannya adalah karena kekhawatiran sejumlah orang bahwa hal tersebut dapat mengganggu orang-orang yang berpuasa. Justru, ini adalah saatnya bagi keluarga Anda untuk mencontohkan bahwa orang yang berpuasa juga tidak boleh mengganggu orang yang tidak berpuasa. Ajarkan anak-anak untuk empati dan toleran terhadap temannya yang tidak menjalankan puasa atau yang beragama lain.
 
Baca juga:
Berapa Usia Ideal Anak Diajarkan Puasa
Gizi tepat saat anak berpuasa
Cara Mona Ratuliu Ajari Anak Berpuasa
7 Trik Mendampingi Puasa Pertama Anak
5 Aturan Olahraga untuk Anak saat Puasa
 
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK

 

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia