6 Makna Natal yang Bisa Diajarkan kepada Anak-anak




Memasuki Desember, rumah jadi penuh suka cita. Anak-anak sangat antusias menghias pohon natal, memasang lampu kelap-kelip, menyiapkan kue dan masakan. Mereka menikmati kemeriahan natal. Nah, yang tak kalah penting, anak-anak selalu menunggu momen membuka hadiah.
 
Semua hal tersebut jangan sampai menenggelamkan makna Natal yang sesungguhnya. Anda bisa mengajarkan nilai-nilai kebaikan berikut yang sejalan dengan makna natal pada anak-anak:
 

1. Memberi Lebih Baik Daripada Menerima
Betapa menyenangkannya melihat pancaran senyum anak-anak saat menerima hadiah Natal. Menerima hadiah memang menjadi salah satu tradisi saat Natal. Anak-anak pasti punya ekspektasi hadiah terbaik. Apalagi, jika mereka merasa sudah membuat pencapaian atau menjadi anak yang kooperatif selama setahun.
 
Anak-anak juga harus diajarkan bahwa salah satu pelajaran dari Natal adalah memberi. Sampaikan pada anak bahwa menerima, mereka juga akan merasakan kegembiraan dengan memberi. Jauh-jauh hari sebelum Natal, siapkan satu wadah uang yang ditujukan untuk berbagi.
 
Minta anak-anak menyisihkan uangnya ke dalam wadah tersebut setiap harinya. Menjelang Natal, uang dalam stoples tersebut dapat digunakan untuk memberi hadiah ke seseorang yang ia kenal atau yang ia rasa membutuhkan. Biarkan ia memilih sendiri hadiah yang akan ia bagikan, membungkusnya, dan lihatlah pancaran kebahagiannya juga.
 

2. Menerima untuk Memberi
Tak jarang, hadiah baik berupa barang maupun uang saat Natal berlimpah. Biasanya, sih, karena jumlah anggota keluarga yang cukup besar. Kalau tadi, anak diajarkan memberi dari apa yang sudah ia tabung sendiri, kali ini anak juga bisa diajarkan bahwa apa yang mereka terima juga bisa diberikan sebagian.
 
Bahkan, Beth Kobliner, ahli finansial dan penulis buku Make Your Kid a Money Genius (Even if You Are Not) juga menyarankan bahwa selain diajarkan untuk  menabung, anak juga harus diajarkan menyisihkan uang untuk didermakan. Ini adalah prinsip edukasi keuangan sejak dini yang harus diberikan pada anak.
 
Memberikan sebagian miliknya tersebut mengajarkan bahwa sesuatu yang berlimpah tidak harus selalu dinikmati sendiri dan perlu dibagi. Di samping itu, anak juga akan belajar bahwa di balik setiap kebahagiaan yang ia dapatkan, ada orang lain yang juga ingin merasakan kebahagiaan yang sama. Terlebih di masa pandemi ini, tidak sedikit anak yang mungkin kurang beruntung karena orang tuanya kehilangan pekerjaan.
 

3. Bersyukur
Ini nampaknya hal yang kecil, tapi sering terlewatkan. Begitu menerima hadiah natal, anak-anak langsung bersemangat dan buru-buru membukanya. Sebelum melakukan itu semua, ajarkan anak untuk selalu mengucap syukur atas apa yang dimilikinya dan diterimanya hari ini. Natal adalah waktu untuk mengajari anak-anak bersyukur atas hal-hal yang lebih besar dalam hidup.
 
Bersyukur juga tak hanya atas materi dan fasilitas yang bisa ia nikmati, melainkan juga atas hal lain seperti kesehatan, kemampuannya, keluarga yang selalu mendampinginya, teman-teman yang baik, dan lain sebagainya.
 
Baca juga: Mengajarkan Si Kecil Selalu Bersyukur dengan Buku Anak Ini
 

4. Dampak Diri Sendiri pada Orang Lain atau Lingkungan
Natal adalah kelahiran Yesus yang membawa kebaikan serta kedamaian bagi seluruh umat. Oleh karenanya, tepat bila momen Natal dipakai untuk memaknai atau mengevaluasi sejauh apa pengaruh atau dampak diri sendiri pada orang lain atau lingkungan. Misalnya, hal positif apa yang sudah dilakukan pada diri sendiri dan lingkungan.
 

5. Saling Mengasihi
Salah satu yang tak ketinggalan dari makna Natal adalah kasih sayang. Ajarkan pada anak-anak untuk selalu menebarkan kasih sayang pada siapa pun. Anak-anak yang terbiasa empati pada orang lain akan tumbuh menjadi orang yang menebarkan damai dan mendukung toleransi.
 
Baca juga: 7 Cara Mengajarkan Empati pada Anak
 

6. Saling Menyayangi Keluarga
Saat Natal semua keluarga akan berkumpul. Manfaatkan momen ini untuk membuat anak menyadari bahwa keluarga selalu ada untuk mereka jika mereka membutuhkan. Ajarkan anak terbuka pada keluarga karena komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam keluarga.
 
 
Baca juga:
17 Pertanyaan Panduan untuk Membuat Gratitude List (Bagian 1)
17 Pertanyaan Panduan untuk Membuat Gratitude List (Bagian 2)
Resep Ala Santa
7 Ide Hadiah Natal untuk Kakak-Adik di Masa Pandemi
10 Hadiah Natal untuk Istri di Masa Pandemi
 
 
LTF
FOTO: SHUTTERSTOCK

 


Topic

#keluarga #natal

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

6 Makna Natal yang Bisa Diajarkan kepada Anak-anak