Anak Belum Boleh Sekolah Offline, Ciptakan Suasana Nyaman Belajar dari Rumah




Minggu ini, anak-anak sudah mulai lagi masuk sekolah di tahun ajaran baru. Karena angka kasus COVID-19 masih sangat tinggi ditambah dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, maka anak-anak masih harus menjalani sekolah daring atau belajar dari rumah.
 
Anak-anak memerlukan suasana rumah yang hangat dan nyaman untuk belajar, didukung dengan fasilitas sesuai kebutuhannya (tidak harus mewah, ya). Jangan lupa, cara keluarga berinteraksi dan berkomunikasi juga memengaruhi anak untuk bisa betah dan fokus belajar atau tidak. Anak perlu didengar, diajak berdiskusi, dihargai pendapatnya, dan melihat orang tuanya menghargai satu sama lain. “Jika rumah dipenuhi pertengkaran orang tua, misalnya, maka suasana mencekam dan mengancam itu akan memengaruhi anak dan membuatnya sulit belajar. Ada sistem limbik (otak emosional) yang memproses emosi-emosi di dalam diri kita. Kalau yang diproses adalah emosi-emosi menyenangkan, damai, bahagia, penuh cinta, maka ini memudahkan kerja otak memproses segala data, informasi, kecerdasan,” jelas psikolog keluarga, Anna Surti Ariani, yang akrab disapa Nina.

Lalu, apakah Anda harus terus-menerus mendampinginya belajar dan mengerjakan PR? Tidak harus, kok, walaupun, menurut Nina, ada syaratnya.
 

1. Tergantung usia anak. Anak-anak yang masih kecil tentu tidak bisa dilepas begitu saja, harus ditemani saat belajar atau menyelesaikan tugas-tugasnya. Sementara, anak SD usia besar sudah bisa dilepas. 

2. Kemandirian anak. Ini tidak selalu berkaitan dengan usia. Ada anak yang masih kecil, tetapi sudah mandiri sekali. Sebaliknya, ada juga anak-anak yang sudah besar yang mandiri. Kalau di kegiatan-kegiatan lain sudah cukup mandiri, maka dia sebenarnya bisa dilepas sedikit demi sedikit untuk belajar sendiri. Sesekali justru kita harus bisa memberinya kesempatan menyelesaikan tugas sendiri. “Kalau anak terlalu bergantung pada orang tuanya, maka Anda harus mengecek diri sendiri, bagaimana selama ini Anda menemani dia belajar. Jangan-jangan pola Anda menemani dia belajar, justru yang menjadi penyebab anak menjadi tidak mandiri,” kata Nina. 

3. Kemampuan anak belajar. Pada pelajaran-pelajaran yang dikuasai anak, biarkan dia belajar sendiri, bahkan saat harus belajar menghadapi ulangan. Tetapi, saat menghadapi pelajaran-pelajaran yang sulit untuknya, orang tua perlu terlibat dan menemaninya. “Sedikit demi sedikit lepaskan keterlibatan Anda dalam proses belajar anak, karena semakin besar, anak harus semakin bisa mengingatkan dirinya sendiri dan mandiri belajar,” saran Nina. 

Melepaskan anak belajar sendiri berarti juga membiarkan anak membuat kesalahan-kesalahan. Nah, itu yang terkadang membuat mama tidak sabar dan ingin buru-buru mengoreksi agar anak mendapat nilai sempurna. Saat mengerjakan PR, biarkan anak memiliki pendapatnya sendiri atau yakin dengan jawabannya sendiri. Tetapi, jangan lupa mengecek lagi respons dan koreksi yang diberikan guru terhadap tugasnya itu, tanpa berkata, “Kamu nggak nurut Mama, sihKan, kemarin sudah dibilangin itu jawabannya salah.” Cukup katakan, “Tidak apa-apa keliru. Sekarang kamu jadi tahu, kan, cara mengerjakannya dan menemukan jawaban yang benar.”

Kita perlu menyadari bahwa anak sedang dalam proses belajar. “Ketika anak tidak pernah membuat kesalahan, maka tidak ada yang dia pelajari. Justru dari kesalahan tersebut anak tahu apa yang bisa diperbaiki. Di situlah proses belajarnya. Jadi, anak tidak perlu ditahan-tahan supaya tidak melakukan kesalahan, tetapi juga jangan didorong melakukan kesalahan. Biarlah dia melakukan semua secara natural. Harus ada bagian dari anak sendiri untuk menjalani konsekuensi dari kesalahan yang dia lakukan,” tegas Nina.

Setiap orang tua memiliki cara sendiri dalam membesarkan dan menerapkan konsep pendidikan kepada anak-anak mereka. Selama kita percaya bahwa keluarga adalah sekolah pertama anak, maka kita sedang menyiapkan fondasi yang kokoh baginya untuk tumbuh dan menghadapi kehidupan di luar sana.

Baca juga:
Cara Menghindari Kesalahan dalam Mendampingi Anak Belajar
Tip agar Anak Cepat Paham dan Happy saat Belajar
Rekomendasi Perangkat Sekolah Selama Belajar dari Rumah
7 Tip Atasi Drama Belajar dari Rumah
7 Tip Mendampingi Anak Belajar di Rumah Selama Sekolah Ditutup


grc
Foto: Freepik
 

 


Topic

#corona #coronavirus #viruscorona #covid19 #dirumahsaja #dirumahaja #belajardirumah #workfromhome #vaksin #vaksincovid19 #sinovac

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Anak Belum Boleh Sekolah Offline, Ciptakan Suasana Nyaman Belajar dari Rumah

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia