Alasan menjajal narkoba

Sekarang kita tak bisa lagi beranggapan anak yang terjerumus ke dunia kelam narkoba adalah anak-anak broken home. Buktinya, toh, banyak anak yang berasal dari keluarga baik-baik juga ikut terjerumus. Ada juga anggapan anak-anak ini dipaksa oleh teman atau bandar/penjual untuk menggunakan narkoba. Tapi alasan ini tidak sepenuhnya berlaku umum.
    The National Youth Anti-Drug (USA, 1998) memaparkan alasan anak-anak ini berdasarkan hasil penelitian mereka:

  • Keluar dari kebosanan/kejenuhan.
  • Untuk merasa enak.
  • Melupakan masalah dan santai.
  • Untuk bersenang-senang.
  • Memuaskan rasa ingin tahu.
  • Mengurangi rasa sakit hati/kecewa.
  • Mencoba tantangan.
  • Untuk merasa dewasa.
  • Menunjukkan kemandirian.
  • Merasa menjadi anggota kelompok tertentu.
  • Supaya terlihat keren.
Kalau melihat sederet alasan di atas, sebenarnya semua kebutuhan anak-anak ini dapat digantikan lewat aktivitas yang lebih positif. Olahraga, bermusik atau aktivitas sosial dapat menjadi alternatif asalkan orangtua mau berkomitmen memberikan perhatian atas apa yang mereka capai.
    Untuk mengembangkan kemandirian, anak juga bisa diberi kesempatan melakukan bisnis kecil-kecilan, misalnya, membuat kartu ucapan kreasi sendiri untuk dijual, atau melakukan pekerjaan tertentu yang diberi upah. Bagi anak yang butuh tantangan lebih, dapat dilibatkan dalam aktivitas seperti panjat dinding, berkemah atau bela diri.
    Jadi, tantangan bagi orangtualah agar anak bisa memilih aktivitas positif tersebut daripada narkoba. Meski sederhana, butuh komitmen serius dari Anda, dan upaya untuk menjaga kedekatan dengan menyediakan waktu-waktu khusus bersama anak. 
PAR 0208

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia