Beragam Manfaat Permainan Tradisional


 

Apakah Anda masih ingat serunya permainan masa kecil dulu? Menyenangkan sekali mengingat masa bermain, suara riuh tertawa khas anak-anak, juga berlari, dan melompat seolah tak kenal rasa lelah.
 
Selain sebagai sarana bernostalgia, bermain permainan tradisional ternyata punya banyak manfaat untuk anak, lho, Ma. Permainan tradisional memiliki manfaat holistik untuk melatih kemampuan motorik, sensorik, matematika, dan interaksi sosial.
 
Beberapa permainan tradisional yang bisa Anda mainkan bersama anak:
 
Congklak
 
Permainan ini bisa Anda mainkan berdua si kecil. Bermain congklak bermanfaat untuk melatih motorik halus anak melalui cara menggenggam dan melepaskan biji congklak. Anak akan berlatih mengeluarkan satu per satu biji congklak dari genggaman tangannya, bukan serta merta membuka genggaman tangan sehingga semua biji congklak akan terlepas.
 
Selain itu, juga bisa mengajarkan konsep matematika pada anak. Ia akan belajar menghitung jumlah biji congklak dan membuat strategi agar memenangkan permainan. Permainan ini juga melatih kesabaran anak
 
Engklek
 
Selain menyenangkan, permainan ini juga menyehatkan dan mencerdaskan.Tentu saja, permainan ini didominasi aktivitas berjingkat dan melompat.

Dorit Palvanov, Pediatric Nutritionist, mengatakan, melompat sangat bermanfaat untuk anak usia 2-8 tahun. Dengan melompat, anak akan belajar mengontrol pergerakan tubuhnya. Saat melompat, kedua sisi otak dan tubuh akan berkoordinasi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Melompat juga berperan penting untuk kesehatan jantung anak, memperkuat otot dan tulang. Pada saat bersamaan, kemampuan motorik kasar anak akan terlatih. Yang tidak kalah penting, melompat juga dapat mencegah obesitas pada anak.

Melompat sebagai salah satu bagian penting dari olah raga, menghasilkan hormon yang memicu kebahagiaan dan ketenangan seperti dopamin. Di samping itu, dengan melakukan gerakan olahraga, maka tekanan dan aliran darah akan meningkat ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Sehingga dengan perasaan bahagia, tenang dan semakin banyaknya darah yang mengalir, akan semakin banyak pula oksigen yang mendorong maksimalnya kerja otak.
 
Kemampuan motorik halus anak juga dapat terasah ketika menggambar petak engklek. Selain itu, kognisi dan konsentrasi anak juga akan terlatih. Ia akan belajar bagaimana cara melempar gaco agar tidak keluar melewati garis.
 
Lompat Tali
 
Lagi-lagi tentang melompat. Bermain lompat tali juga bisa mengajarkan sportifitas pada anak. Anda bisa mengajarkan pada kakak dan adik untuk tidak bermain curang seperti menggoyang-goyangkan tali agar mengenai kaki yang sedang bermain agar kalah. Juga, dapat mengajarkan kesabaran saat sedang menunggu giliran bermain.

Nah, Ma, lebih dari semua manfaat tersebut, bermain permainan tradisional juga dapat menghindarkan anak dari ketergantungan gadget. Seperti yang diserukan Dr. Tamis-LeMonda, anak-anak perlu terlibat dengan obyek nyata. Mereka perlu belajar menangani berbagai macam benda, melempar, menjatuhkan, mengambil, atau membangunnya. Dan hal tersebut tidak bisa digantikan dengan permainan di gadget.

 
Jadi, permainan tradisional apa yang akan Mama mainkan bersama si kecil?
 

LELA LATIFA

 

 

Follow Us

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia