3 Kesalahan Orang Tua Yang Membuat Anak Jadi Picky Eater


 

Kita semua tentu menginginkan anak-anak tumbuh menjadi pemakan yang baik, dalam arti mau mengonsumsi semua makanan sehat. Akan tetapi, Anda barangkali sudah mengalami sendiri bagaimana susahnya memperkenalkan makanan baru kepada balita. Menerima makanan baru adalah hal yang tidak mudah untuk anak-anak. Mereka perlu diperkenalkan berulang dan dibiasakan hingga benar-benar mau menerimanya.
 
Sayangnya, Sarah Remmer, R.D., ahli gizi anak-anak dan keluarga dari The Centre for Family Nutrition, Calgary, Canada, mengatakan bahwa sering kali orang tua sendirilah yang membentuk anaknya menjadi picky eater. Tanpa disadari, orang tua melakukan kesalahan yang membuat anaknya jadi terlalu pemilih.
 
Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Sarah mengatakan, “Orang tua sering membuat asumsi tentang perilaku makan anak-anak mereka dan tanpa sengaja membatasi kemajuan mereka dalam menerima makanan baru.” Padahal hal tersebut akan sangat berdampak pada perilaku makan anak-anak.
 
Tidak sedikit juga akhirnya orang tua malah memberi makanan kemasan seperti mi instan agar anak mau makan. Tunggu dulu, memangnya Anak Susah Makan, Bolehkah Diberi Makanan Kemasan?
 
Jangan putus asa dulu, ya, jika anak picky eater. Sarah menyebutkan tiga kesalahan orang tua yang menyebabkan anak mempersempit selera makan mereka sehingga tumbuh menjadi seorang picky eater.
 
Tidak Menawarkan Lagi Setelah Ditolak
“Kamu pasti nggak mau, deh. Soalnya kamu kemarin menolak pas dikasih ini.” Nah, pernah, nggak, belum-belum Anda sudah mengatakan ini kepada anak? Ini adalah asumsi Anda semata. Tanpa Anda sadari, Anda sering menghindari menyajikan makanan baru karena takut ditolak. Alasan lebih jauhnya, karena Anda meminimalkan pertempuran saat makan dan menghindari buang-buang makanan. Bahkan, bila apa yang pernah ditolaknya menjadi bagian dari makanan lain, misalnya tomat di atas pasta, Anda pun sering membuangnya agar anak tetap mau makan.
 
Padahal, anak-anak butuh diperkenalkan pada makanan baru sebanyak 10-15 kali untuk memutuskan apakah mereka benar-benar menyukainya atau tidak. Jangan berhenti menyajikan makanan tertentu karena penolakan sebelumnya. Teruslah memperkenalkannya lagi dan lagi.
 
Baca juga: Menggugah Selera Makan Si Picky Eater
 
Zona Nyaman Bikin Over Protektif
Sering kali, orang tua seperti terjebak dalam zona nyaman karena melihat anaknya mampu memakan dengan baik apa yang sudah ia sajikan selama ini. Akhirnya, sebagai orang tua, Anda terlalu membatasi makanan anak karena berpikir makanan tersebut tidak ramah anak, misalnya karena terlalu manis, terlalu asin, atau ukurannya yang tidak sesuai. “Namun, dengan asumsi ini, kita sering lalai untuk memaparkan anak-anak kita pada banyak makanan,” ujar Sarah.
 
Baca juga: 4 Hal Tabu Tangani Anak Sulit Makan
 
Tidak Memberikan Contoh
“Orang tua memainkan peran yang kuat dalam pola makan dan preferensi anak-anak mereka sejak usia dini,” ujar Sarah. Ia menyebutkan bahwa orang tua memainkan peran paling penting dalam membentuk preferensi makanan anak-anak mereka dalam lima tahun pertama kehidupan.
 
Banyak orang tua yang ingin anaknya melahap makanan sehat seperti sayur dan buah namun tidak memberikan contoh yang baik. Mereka berpikir bahwa anak-anak tidak memerhatikan perilaku dan budaya makan orang tuanya. Akhirnya, mereka dengan cuek makan makanan instan serta snack di depan anaknya. Padahal apa yang dilakukan orang tua ini menjadi contoh bagi anak-anaknya.
Karena itu, maka sebaiknya Anda juga makan makanan yang juga Anda tawarkan kepada anak-anak, lalu menikmati dengan sewajarnya, tidak dibuat-dibuat atau berlebihan juga. Jadi, anak tidak merasa makin dipaksa makan dan setuju makanan itu enak, sementara dia belum suka, dan malah makin tutup mulut.

 
Baca juga:
Cari Penyebab Anak Picky Eater
6 Cara Anak Tidak Picky Eater
Anak Picky Eater? Ini Solusinya!
Strategi Hadapi Anak Picky Eater

 
(LELA LATIFA)
FOTO: SHUTTERSTOCK
 
 
 
 

 


Topic

#balita #kesehatananak #gizianak

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

3 Kesalahan Orang Tua Yang Membuat Anak Jadi Picky Eater