3 Langkah Yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Memberikan Konsekuensi Efektif Untuk Si Kecil


 

Anda mungkin sangat tergoda memberikan hukuman seperti merampas mainan kesukannya, melarangnya bermain, atau tidak mengajaknya melakukan hal yang ia senangi saat si kecil melanggar aturan. Akan tetapi, sebaiknya coba lebih bijak untuk memikirkan kembali: apakah keputusan itu akan membuat si kecil bisa bersikap  lebih baik?
 
Si kecil hanya akan belajar bahwa Anda adalah bos yang siap meghukum dan merampas kebahagiaannya saat ia melakukan kesalahan. Ia barangkali akan terlatih untuk takut pada Anda. Ia tidak akan belajar untuk bersikap lebih baik.
 
Akan tetapi, pemikiran tersebut bukan bermaksud untuk melarang Anda memberikan konsekuensi. Konsekuensi justru akan melatih anak-anak untuk bersikap lebih disiplin dan mampu membuat keputusan yang lebih baik.
 
Donna Matthews, Ph.D., penulis Beyond Intelligence: Secrets for Raising Happily Productive Kids, menyampaikan langkah yang harus dipelajari orang tua dalam memberikan konsekuensi yang efektif untuk anak-anak.
 
1. Memiliki Hubungan dengan Kesalahannya
Anda harus selalu memikirkan konsekuensi yang sejalan dengan kesalahannya. Oleh karenanya, bila mereka tidak mau mendengarkan ketika ia tidak boleh bermain sepeda di dalam rumah, maka ia harus bertanggung jawab saat ia menabrak rak buku hingga isinya berjatuhan. Ia harus diberi konsekuensi untuk membereskan kembali buku-buku tersebut ke dalam rak, bukannya menghukum dengan melarangnya main sepeda lagi. Konsekuensi yang tidak berhubungan dengan kesalahan hanya akan membuat si kecil memandang Anda sebagai bos yang semena-mena dan mudah merampas kebahagiaannya.
 
2. Pilih Kata-Kata Yang Tepat
Berikan konsekuensi dengan tegas tapi tenang. Hindari kata-kata yang dapat mempermalukan mereka. Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga tidak suka dipermalukan. Hal ini akan merusak self esteem mereka. Kata-kata atau tindakan yang mempermalukan akan cenderung melahirkan kebencian daripada peluang belajar.
 
3. Konsekuensi yang Memberdayakan
Dorong konsekuensi yang dapat memberdayakan mereka. Misal, ketika anak-anak selalu melewatkan jam makannya, beri mereka konsekuensi dengan membiarkan mereka merasa lapar hingga jam makan berikutnya tiba. Kemudian, libatkan mereka untuk menentukan jadwal makan serta menu sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tubuhnya sendiri.
 
Baca juga:
7 Kesalahan Orang Tua Mendisiplinkan Anak
Cara Papa Mengajarkan Anak Disiplin
Salah Strategi Disiplin? Bisa Diperbaiki, kok!
5 Kesalahan Saat Disiplinkan Anak
Waktu Terbaik Anak Belajar Tentang Disiplin
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: SHUTTERSTOCK
 
 

 

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

3 Langkah Yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Memberikan Konsekuensi Efektif Untuk Si Kecil

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia