Tooth Mousse untuk Anak, Bisa Cegah Karies




Karies atau yang sering dikenal dengan gigi gigis atau geripis adalah salah satu masalah kesehatan gigi yang sering dijumpai pada usia anak-anak. Mengambil data dari Dental Health Foundation Irlandia, karies menjadi masalah kesehatan mulut utama di sebagian besar negara industri yang mempengaruhi 60-90% anak.
 
Karies dapat muncul karena kebiasaan anak suka makan makanan manis. Karena, sisa makanan yang mengandung gula bisa bereaksi dengan bakteri yang ada di gigi dan menghasilkan asam pada permukaan email gigi. Asam ini dapat mengikis mineral pada enamel gigi dan lama-lama menyebabkan lubang kecil.
 
Walaupun gigi susu anak nantinya akan tergantikan dengan gigi tetap, ia harus selalu dijaga. Gigi yang berlubang atau mengalami karies akan membuat anak merasa tidak nyaman saat makan, atau bahkan menghasilkan rasa nyeri bagi anak. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa sakit gigi bisa menurunkan prestasi belajar anak, lho, Ma, Pa.
 
Tak hanya itu, Bruce Dye, D.D.S., M.P.H., dokter gigi di Maryland, AS mengatakan bahwa karies dapat menyebabkan anak-anak kehilangan gigi susunya secara prematur. Ketika ada ruang kosong, gigi dewasa bisa tumbuh secara tumpang tindih atau berjejal. Jadi, karies ini bisa menjadi Penyebab Gigi Tetap Anak Tumbuh Berantakan
 
Bruce juga memperingatkan bahwa anak-anak yang kerusakan gigi pada usia dini juga akan cenderung mengalami kerusakan gigi di usia dewasa.
 
Selain rajin menggosok gigi dengan benar, ada satu lagi perawatan gigi susu yang dapat Anda berikan kepada anak, yakni tooth mousse. Tooth mousse adalah krim yang menggabungkan fluoride dan recaldent untuk meremineralisasi gigi. Krim ini berfungsi untuk menstabilkan kandungan kalsium dan fosfat di dalam gigi
 
Siapa saja yang membutuhkan Tooth Mousse?

  • Anak-Anak yang sudah tumbuh gigi.
Tak perlu menunggu gigi tumbuh penuh semua untuk menggunakan tooth mousse. Sejak gigi pertama anak Anda tumbuh, Anda bisa memberikannya tooth mousse untuk menjaga kebutuhan mineralnya terpenuhi.
 
  • Anak yang giginya mengalami demineralisasi.
Ini adalah gejala awal gigi terkikis dan berpotensi karies. Tandanya adalah adanya white spot, yakni bercak putih yang berwarna lebih putih dari bagian gigi lainnya.
 
Umumnya, white spot sering muncul di bagian gigi atas dekat gusi, lantaran endapan makanan dan minuman serta sulit dibersihkan. Tooth mousse bekerja dengan menjaga kebutuhan mineral dengan cara mengisi kembali pori-pori gigi dan mencegahnya meluas.
 
  • Anak yang suka mengonsumsi makanan atau minuman manis.
Gula yang tersisa di sela-sela gigi akan berubah menjadi asam. Ketika ludah bercampur dengan asam dapat membentuk plak sehingga merusak enamel gigi. Tooth mousse dapat menjaga basa di mulut agar tidak terlalu asam.
 
  • Anak dengan kebiasaan makan diemut.
Kebiasaan mengemut makanan juga dapat menyebabkan gigi rusak. Makanan yang didiamkan lama tanpa dikunyah jika bertemu kuman akan mengalami fermentasi dan berubah menjadi asam. Untuk itu, diperlukan zat yang menjaga agar mulut tetap basa seperti tooth mousse.
 
  • Anak yang mengalami pembusukan gigi.
Anak-anak dengan pembusukan gigi tahap awal harus segera ditangani agar gigi tidak berlubang. Fluoride pada tooth mousse berguna untuk mengoptimalkan kalsium dan fosfat untuk menggantikan mineral akibat pembusukan dini tersebut. Sehingga, enamel gigi dapat terbangun kembali.
 
  • Anak tanpa masalah gigi.
Anak-anak yang belum menunjukkan masalah gigi pun bisa diberikan tooth mousse. Sebab, fungsinya adalah memang untuk menjaga kesehatan gigi.
 
Cara Pakai Tooth Mousse
Tooth mousse bisa dipakaikan setelah anak menggosok gigi. Oleskan tooth mousse tipis hingga merata ke seluruh permukaan gigi. Diamkan sesaat hingga tooth mousse terserap.
 
Setelah memakai tooth mousse, anak-anak tidak diperbolehkan makan dan minum selama 30 menit terlebih dahulu agar tooth mousse tidak larut terbawa. Setelah melewati 30 menit, maka anak-anak bisa makan dan minum kembali tanpa harus kumur-kumur terlebih dahulu.
 
Perlu diperhatikan bahwa tooth mousse ini hanya bisa diberikan pada anak yang tidak alergi terhadap dairy product. Sebab, tooth mousse mengandung kasein susu.
 
 
Baca juga:
Anak Takut ke Dokter Gigi? Coba Trik-Trik Berikut...
Penyebab Gigi Tetap Anak Tumbuh Berantakan
Jangan Abaikan 3 Masalah Gigi Susu Ini!
 
 

LTF
FOTO: SHUTTERSTOCK

 


Topic

#balita #kesehatananak #kesehatanagigianak

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia