Cerdas Memilih Dokter Anak

Berdasarkan rekomendasi dari sesama Mama, mungkin Anda memiliki daftar calon dokter anak langganan. Apapun gaya pengasuhan Anda, berikut beberapa hal yang perlu Mama caritahu tentang dokter anak tersebut sebelum diputuskan menjadi dokter langganan

Salah satu perubahan (lagi) yang akan Anda alami ketika memiliki anak adalah jadwal kunjungan ke dokter dengan frekuensi tinggi, kali ini tentunya dokter anak. Beragam keluhan mulai dari demam, batuk pilek berkepanjangan, infeksi telinga, masalah kulit dan masih banyak lagi.

Karena tingginya frekuensi kunjungan ke dokter anak yang akan Anda lakukan minimal di 2 tahun pertama usia anak, tentunya Anda ingin memiliki dokter anak langganan yang cocok dengan Anda dan suami.

Berdasarkan rekomendasi dari sesama Mama, mungkin Anda memiliki daftar calon dokter anak langganan. Apapun gaya pengasuhan Anda, berikut beberapa hal yang perlu Mama cari tahu tentang dokter anak tersebut sebelum diputuskan menjadi dokter langganan si kecil:

- Seberapa mudah dokter tersebut dihubungi, baik lewat telepon, email atau BBM. Beberapa dokter anak mengalokasikan waktunya untuk menjawab pertanyaan orangtua tanpa harus datang ke klinik. Lebih baik lagi jika dokter anak tersebut bersedia untuk ditelepon di jam ‘ajaib’ saat situasi genting.

- Rumah Sakit rujukan. Jika anak Anda perlu dirawat di RS, apa saja pilihan rumah sakitnya. Usahakan di antaranya adalah RS yang menerima asuransi kesehatan keluarga Anda.

- Jadwal dokter, lokasi prakteknya dan dokter pengganti. Apakah jadwalnya sesuai dengan kesibukan Anda dan mungkin ada alternatif lokasi praktek yang lebih mudah dijangkau. Serta jika ia berhalangan, siapakah dokter penggantinya. Anda mungkin perlu juga tahu jadwal dokter pengganti ini.

- Biaya. Biasanya bisa ditanyakan langsung ke dokter atau bagian administrasi (jika dokter tersebut praktek bersama atau di RS). Terutama tanyakan biaya kontrol reguler dan untuk imuninasi. Usahakan biaya ini tidak jauh lebih mahal dari anggaran Anda atau limit dari kantor/asuransi.  (Penulis: Fina Khairaty/Foto: dok. Feminagroup)

Baca juga: Trik Mengajak Papa ke Dokter

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia