6 Trik Meremajakan Hubungan Suami-Istri


 

Seiring berjalannya bulan dan tahun, hubungan Anda dan suami barangkali tak sehangat di tahun-tahun awal pernikahan, atau bahkan saat Anda masih berkencan dengannya. Anda memang satu rumah dengan suami, namun nampaknya semua aktivitas berjalan terpisah karena tuntutan peran sebagai orang tua.
 
Di sela-sela waktu yang sangat terbatas, Anda dan pasangan memanfaatkannya dengan menjalani aktivitas makan malam bersama anak-anak, menanyakan sekolah mereka, cerita tentang teman mereka, dan lain sebagainya. Selebihnya Anda dan pasangan juga membagi peran siapa yang harus menemani si sulung mengerjakan PR dan siapa yang mengajak si bungsu bermain.
 
Ketika si kecil sudah tidur, Anda dan suami di kamar sudah kelelahan dan bersiap untuk sama-sama memejamkan mata. Selalu begini siklusnya, hampir setiap hari. Semua hal ini sering kali membuat Anda dan pasangan saling kehilangan perhatian, kelembutan, serta pengertian. Sering kali prinsip yang dianut adalah, “yang penting kerjaan dan rumah beres.” Anda dan pasangan tak jarang mengabaikan kebutuhan sendiri sebagai pasangan.
 
Alison Cohen, M.A., MFT., psikoterapis yang menspesialisasikan diri di bidang pernikahan dan keluarga di Beverly Hills, California, AS, menyatakan bahwa sangat penting bagi pasangan suami-istri untuk menjaga api cinta di dalam hubungan. Cinta pasangan suami-istri tak hanya membawa dampak positif bagi hubungan, melainkan juga bagi pengasuhan anak-anak. Alison menyarankan agar Anda dan pasangan segera kembali meremajakan hubungan bila terasa kian hambar.
 
Ada beberapa trik yang ia rekomendasikan untuk menyalakan api cinta kembali, di antaranya:
 
1. Lakukan Hal-hal yang Anda Lakukan di Tahun-tahun Pertama Pernikahan
Seiring berjalannya waktu, Anda mungkin cenderung menjadi malas mengupayakan sesuatu dalam hubungan. Contoh kecilnya adalah soal menyiapkan makanan. Sebelum kehadiran anak-anak, Anda mungkin selalu menanyakan menu apa yang diinginkan pasangan dan bagaimana cara ia ingin menikmatinya. Beberapa tahun belakangan, Anda mungkin cukup berpikir “yang penting semua orang di rumah makan sehat.” Padahal bagaimana cara Anda dan pasangan menikmati juga akan memunculkan makna yang menghidupkan cinta. Oleh karenanya, tulislah apa saja yang dulu Anda lakukan untuk pasangan Anda dan mulailah melakukannya kembali.
 
2. Utarakan Apa yang Anda Inginkan
Setelah sekian lama menjalin rumah tangga, Anda mungkin menganggap bahwa pasangan sudah sangat mengenal Anda sehingga Anda menganggap tidak perlu meminta apa yang Anda inginkan. Pikiran ini bisa merusak hubungan. Sebab, bila ekspektasi Anda tidak dapat dipenuhi pasangan, maka Anda bisa kesal padanya. Padahal hal ini diakibatkan karena kesalahan sederhana, yakni tidak pernah ada komunikasi mengenai keinginan Anda. Maka, ingatlah selalu untuk meminta apa pun yang Anda inginkan. Sampaikan segala harapan Anda pada suami Anda.
 
3. Pertanyaan “Bagaimana Harimu?”
Saat menyambut suami yang baru saja pulang kantor, satu pertanyaan umum yang sering terceletuk adalah, “bagaimana harimu?” atau “bagaimana di kantor tadi?”. Pertanyaan ini sesungguhnya membosankan dan terlalu luas, akhirnya jawabannya pun membosankan, seperti “ya gitu, lah,” “biasa saja,” atau “baik.”
 
Pertanyaan ini tidak akan menghasilkan apa pun yang meningkatkan koneksi Anda dengan pasangan. Ada baiknya mulai ganti pertanyaan Anda dengan, “apa yang paling menantang di kantor hari ini?” atau “Ceritakan hal lucu yang membuatmu tertawa hari ini, dong!” Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membuka kesempatan terhadap keterhubungan yang lebih intim.
 
4. Tetap Seksi
Seksi bisa berarti luas dan bukan hanya soal seksual saja. Pasangan bisa melihat Anda sangat seksi saat Anda menekan tuts piano dan memainkan lagu favorit di rumah, atau saat Anda terlihat sangat menguasai isu ekonomi, politik, lingkungan, atau apa pun saat berdiskusi dengannya. Bicarakan apa definisi “seksi” dengan pasangan Anda.
 
5. Ruangan Kedap Suara
Ini hanya kiasan. Saat berdua dengan suami, pastikan Anda betul-betul mendengarkannya dan tidak hanya berpura-pura mendengarkannya. Matikan semua ponsel yang mengakibatkan gangguan.
 
6. Kencan Mingguan
Tentu saja, tidak ada yang lebih membahagiakan ketimbang kencan bersama pasangan. Sekalipun banyak kesibukan sebagai orang tua, Anda tetap perlu menyediakan waktu rutin untuk berkencan. Ini adalah momen untuk mengisi ulang kembali keintiman Anda dan pasangan.
 
Cobalah cara lain selain menonton atau makan malam. Tak perlu berpikir bahwa Anda egois pada anak-anak lantaran meninggalkan mereka. Ini hanya sebentar. Anda bisa menitipkannya di rumah pada ART atau kakek-neneknya. Bila Anda tak punya ART dan keluarga dekat, Anda bisa mencoba melakukan kencan giliran dengan teman dekat. Titipkan anak-anak pada teman yang juga punya jadwal mengajak anaknya bermain. Suatu hari, Anda bisa mengambil giliran untuk menjaga anaknya selagi teman Anda kencan.
 
Anda dan pasangan akan menikmati api cinta yang menyala di rumah. Anak-anak pun akan merasakan kehangatannya.
 

Baca juga:
Hubungan Suami Istri Tak Lagi Mesra, Mengapa?
3 Cara Menikmati Bercinta Kilat Bagi Suami Istri
Sandi Rahasia Untuk Menambah Kemesraan
Manfaat Bermesraan
Mesra dalam Waktu 60 Detik
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK
 

 

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

6 Trik Meremajakan Hubungan Suami-Istri

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia