Apakah Anda Ibu Kompetitif?

Sangat mudah bagi seorang perempuan untuk terjebak pada perasaan gagal menjadi ibu yang baik saat mendengar dan melihat perempuan lainnya dengan bangga menceritakan keberhasilan, kepatuhan, serta kedisiplinan anaknya. Media sosial yang sudah bagaikan tidak bisa terpisahkan dari kehidupan Anda juga semakin membuat perasaan tersebut kian rumit. Seorang ibu dikatakan sempurna ketika ia bisa mengunggah foto anak-anak yang berpestasi di bidang akademik, musik, seni, tari, sosial, atau lainnya. Sadar atau tidak sadar, Anda menjadi ibu kompetitif.
 
Berdampak pada Anak-anak
Eileen Kennedy-Moore, Ph.D., psikolog klinis di Princeton, New Jersey, AS, mengatakan bahwa definisi ibu baik yang kian kompleks tersebut membuat seorang ibu kerap terjebak pada perasaan kompetitif. Tentu saja hal ini berdampak tidak baik bagi ibu dan anak-anak.
 
Eillen mengatakan, “Yang terburuk, pengasuhan kompetitif memberikan tekanan besar pada anak-anak.” Karena, anak-anak dipaksa mencapai sesuatu untuk membuktikan bahwa Anda adalah orang tua yang baik. “Betapa itu adalah beban mengerikan yang diletakkan di pundak seorang anak,” ujarnya. 
 
Baca juga: Mengapa Anak Bisa Sangat Kompetitif?
 
Segera Hindari!
Bila Anda merasakan ada tarikan kompetisi pengasuhan, Eileen menyarankan Anda untuk menghindarinya dengan cara:
 
1. Mengevaluasi Teman-teman Lama
Salah satu cara menghindari terjebak kompetisi pengasuhan adalah dengan menyadari bahwa masa depan tidak bisa begitu saja ditentukan dari prestasi hari ini. Anda bisa mencoba mengevaluasi kehidupan teman-teman lama Anda, baik yang Anda jumpai di reuni, maupun yang sering Anda lihat di sosial media. Beberapa mantan teman sekolah Anda yang kehidupan akademisnya biasa saja di sekolah justru kini memiliki karier yang menarik dan memuaskan. Sedangkan, mereka yang dulunya adalah bintang sekolah tampak tak menunjukkan keberhasilan yang serupa. Melihat hal tersebut, Anda dapat berpikir bahwa jalan hidup tidaklah lurus dan sempit.
 
2. Stop Membandingkan
Kompetisi antarorang tua membuat Anda sangat mungkin terjebak pada kebiasaan membanding-bandingkan anak Anda sendiri dengan anak orang lain. Berhentilah melakukannya. Ketika seorang teman menceritakan panjang lebar tentang keberhasilan anaknya, Anda cukup senyum dan berkata, “Selamat!” atau “Waaah, dia hebat.” Hindari untuk menanggapinya lebih lanjut.
 
Baca juga: 6 Ciri Orang Tua yang Membesarkan Anak Sukses

3. Percaya pada Anak Anda
Anda tidak tahu apa yang akan terjadi pada anak-anak Anda. Akan tetapi, kepercayaan adalah hal besar yang dapat Anda berikan padanya. Percayalah bahwa mereka akan menciptakan kehidupan yang bermakna dan memuaskan bagi mereka. Dibutuhkan upaya sadar untuk menolak tarikan pengasuhan kompetitif. Kita perlu menyadari bahwa anak-anak kita bukanlah gumpalan tanah liat yang harus dicetak. Pahami Gaya Belajar Anak untuk mendukungnya tumbuh.
 
4. Fokus Membangun Keterampilan Anak
Jangan hanya fokus menagih prestasi anak. Anda sebaiknya fokus membangun keterampilan mereka seperti bekerja keras, optimisme, berkomunikasi dengan jelas, mengatasi ketakutan dan frustrasi, dan bergaul dengan orang lain. Ini adalah keterampilan hidup yang mendasar yang dapat membantu anak-anak dalam perjalanan hidup mereka.
 
 
Baca juga:
Tren Pengasuhan Masa Kini
Saran Pengasuhan Anak, Siapa yang Paling Bisa Dipercaya?
10 Pedoman Pengasuhan Membesarkan Anak Tangguh 
Kuis Mengenali Gaya Belajar Anak
Keterlibatan Ayah Bisa Bantu Anak Berprestasi
Cara Mudah Meningkatkan Prestasi Sekolah Anak
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: SHUTTERSTOCK
Updated: November 2021

 

 


Topic

#duniamama #pengasuhananak #parentingstyle

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia