Tren Journaling, Ini 7 Jenis Jurnal yang Bermanfaat untuk Mama

apa manfaat journaling untuk seorang ibu


Sering melihat unggahan selebgram tentang menulis jurnal? Journaling menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih mindful. Menulis jurnal ternyata punya banyak manfaat, baik bagi kesehatan fisik maupun psikologis.
 
Manfaat Journaling
Ingin tahu apa saja manfaat dari journaling?

  • Meredakan stres
Ada banyak sumber stres Mama. Penulis My Pocket Gratitude, Courtney E. Ackerman, MA., mengatakan bahwa menulis jurnal dapat meredakan stres, melepaskan perasaan terpendam, melepaskan pikiran negatif, mengurangi gejala depresi, serta meningkatkan suasana hati. Sehingga, secara keseluruhan, menulis jurnal dapat meningkatkan kesehatan mental.
 
  • Meningkatkan kesadaran diri
Courtney juga menyebut bahwa journaling dapat membantu Anda melacak apa saja pemicu emosi negatif Anda. Sehingga, Anda bisa mencegah hal tersebut sebelum terjadi.
 
  • Menurunkan tekanan darah dan meningkatkan imun
Samantha Radford, Ph.D., ilmuwan yang fokus pada penelitian zat kimia pada tubuh terhadap kesehatan ibu-anak dari Emory University, AS mengatakan, “Percaya atau tidak, jurnal memiliki dampak positif bagi kesehatan fisik. Ia menjelaskan bahwa dengan efek pengurangan stres dan kecemasan yang didapat dari journaling, tekanan darah juga akan ikut turun. Tak hanya itu, manfaat lain yang juga bisa didapatkan adalah meningkatnya sistem kekebalan tubuh.
 
  • Hidup lebih terorganisasi
Membuat jurnal membantu Anda lebih bisa mengorganisasikan jadwal. Akan tetapi, jangan salah mengira bahwa jurnal sekadar agenda, ya. Jurnal juga dapat digunakan untuk menentukan prioritas, serta langkah mencapai tujuan. Oprah, Nelson Mandela, Mark Twain pun menulis jurnal.
 
 
7 Jurnal yang Tepat untuk Mama
Mama punya tugas yang sangat banyak antara mengasuh anak, mengurus rumah, pekerjaan, serta menjaga diri sendiri agar tetap waras. Jurnal bisa sangat membantu Mama untuk juggling di antara semua tugas tersebut. Akan tetapi, jurnal seperti apa yang cocok?
 
Berikut ini adalah rekomendasi dari Jennie, lulusan psikologi yang mendirikan Four to Love:
 

1. Affirming Journal
Banyak ibu merasa dilema karena tak pernah merasa sempurna dalam menjalankan perannya. Ini adalah salah satu mental habit buruk yang dimiliki Mama.  Alih-alih terus merasa bersalah, luangkan waktu sekian menit setiap hari untuk fokus pada kebaikan dalam hidup Anda sebagai seorang ibu dan merangkul ketidaksempurnaan melalui jurnal ini.
 
Manfaatkan jurnal ini untuk menguatkan Anda. Fokuslah 
pada kekuatan yang tak pernah Anda ketahui sebelumnya serta kegembiraan menjadi ibu daripada stres, kelelahan, dan tekanan. Renungkan sesuatu yang positif tentang diri Anda sebagai seorang ibu atau perempuan.  Jurnal jenis ini di buku catatan atau jurnal kosong pilihan Anda. 

2. One Day Journal for Mom
Saking banyaknya tugas dan tuntutan, Mama malah jadi sering lupa. Nah, untuk mengatasinya buatlah jurnal ini untuk menuliskan apa saja yang harus Anda kerjakan, resep apa yang harus Anda masak, atau bagaimana Anda harus beristrahat di dalam satu hari tersebut.
 

3. Back and Forth Journal untuk Ibu-Anak
Ini adalah jurnal yang dapat merefleksikan kehidupan Anda sebagai seorang ibu, mencatat komunikasi atau dialog dengan anak Anda, serta memasukkan kenangan perkembangan anak yang indah ke dalamnya.
 
Baca juga: 8 Alasan Anda Harus Jadi Teman Curhat Si Kecil
 

4. Mindfulness Journal
Di antara banyaknya tuntutan, seorang ibu harus tetap waras. Mindfulness journal dapat membantu Anda lebih mengurangi kecemasan, mencegah depresi, dan meningkakan kognisi. Mindfulness journal ini dapat berisi refleksi atas kehidupan Anda saat ini, apa saja guideline hidup harian, afirmasi positif, kutipan, serta berbagai pengingat.
 
Baca juga: 5 Alasan Bagaimana Mindfulness Dapat Meningkatkan Kualitas Hubungan
 
5. 
Self Exploration Journal
Tidak sedikit ibu mengaku kehilangan identitasnya sendiri setelah menjadi ibu. Ada 7 Alasan Anda Merasa Kehilangan Diri Sendiri Setelah Jadi Ibu.

Cobalah untuk membuat jurnal yang berisi tentang misi menemukan diri Anda kembali. Tulis apa yang ingin Anda lakukan untuk eksplorasi dan catat penemuan Anda. Jurnal ini bisa membantu membentuk diri Anda seutuhnya, menemukan kekuatan Anda, serta mengejar impian Anda.
 
Rekam langkah yang Anda syukuri. Dokumentasikan satu proyek atau pencapaian kecil yang ingin Anda tangani minggu itu.
 

6. Gratitude JournalPernahkah Mama merasa kecewa lantaran sesuatu tidak berjalan sesuai rencana atau hasil yang dinantikan tak kunjung datang? Menyisihkan waktu beberapa menit sehari untuk menulis gratitude journal dapat membantu Anda menemukan rasa syukur atas setiap hal kecil maupun besar di dalam hidup. Penelitian menunjukkan bahwa bersyukur dan menghitung berkat dapat membantu orang tidur lebih nyenyak, menurunkan stres, dan meningkatkan hubungan interpersonal.
 
Mama bisa memelajari cara membuat gratitude journal di sini.
Baca juga: 17 Pertanyaan Panduan untuk Membuat Gratitude List (Bagian 2)
 

7. Prayer Journal
Anda bisa memasukan setiap doa Anda dalam jurnal. Jurnal ini juga sekaligus mengingatkan Anda untuk meluangkan waktu setiap hari untuk merenung, bernapas, dan terkoneksi dengan Tuhan.
 
Nah, kira-kira jurnal mana yang cocok untuk Mama? Saat ini banyak yang menjual buku untuk journaling dengan desain yang menarik, bahkan bisa dibuat sesuai keinginan pribadi. Menulis jadi lebih menyenangkan.
 
Baca juga:
Di Balik Kemarahan Mama
5 Hal yang Paling Sering Menguras Kesabaran Mama
7 Manajemen Stres untuk Mama
Balada Stay at Home Mom (SAHM)
 
 
LTF
FOTO: FREEPIK

 


Topic

#duniamama #kesehatan #selfcare #kesehatanmental

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Tren Journaling, Ini 7 Jenis Jurnal yang Bermanfaat untuk Mama