13 Langkah Mudah Menghindari Buang-buang Makanan (Bagian 1)


 

Membuang sisa makanan mungkin tidak terdengar sebagai sebuah masalah besar. Bagaimana tidak, Anda, saya, dan kita mungkin melakukannya hampir setiap hari. Membuang makanan barangkali tampak hanya sebagai masalah personal atau rumah tangga di mana neraca keuangan Anda terganggu. Bayangkan saja bila Anda selalu belanja dan memasak dalam jumlah yang tepat, maka tak akan ada makanan yang terbuang. Tentunya, pengeluaran Anda akan relatif berkurang.
 
Akan tetapi, bila Anda tahu bahwa masalah sampah makanan tak sesepele itu, Anda barangkali akan berpikir ulang untuk membuang-buang makanan. Pasalnya, limbah makanan yang membusuk dapat menghasilkan gas metana yang merupakan gas rumah kaca kedua yang paling umum. Menurut laporan dari World Resources Institute (WRI), limbah makanan menyumbang 8% dari emisi gas rumah kaca tahunan. Hal ini tentunya berkontribusi terhadap perubahan iklim.
 
Menyadari kerugian yang bisa Anda alami dari kebiasan membuang sampah makanan, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menguranginya. Jilian Kubala, M.S., R.D., ahli gizi di New York, AS, membagikan tip yang bisa Anda terapkan:

1. Belanja Pas

Banyak orang cenderung membeli lebih banyak makanan daripada yang mereka butuhkan. Hal ini bisa karena lapar mata atau kekhawatiran akan kekurangan stok. Akan tetapi, metode belanja ini menyebabkan lebih banyak sisa makanan. Selalu buat daftar belanja Anda. Akan lebih baik bila Anda juga punya daftar rencana makanan. Jadi, Anda bisa lebih presisi mengetahui kebutuhan bahan untuk membuat menu tersebut sehingga bisa belanja lebih pas.
 
Untuk menghindari kelebihan belanja, akan lebih baik menggunakan sistem belanja harian ketimbang belanja mingguan atau bulanan. Pastikan Anda sudah menghabiskan semua bahan makanan yang Anda beli sebelumnya sebelum belanja lagi untuk menghindari penumpukan.

2. Simpan Makanan dengan Benar

Penyimpanan yang tidak benar menyebabkan sejumlah besar limbah makanan. Menurut Natural Resource Defense Council, sekitar dua pertiga limbah makanan rumah tangga di Inggris disebabkan oleh pembusukan. Kesalahan cara penyimpanan buah dan sayuran dapat menyebabkan pematangan prematur dan pada akhirnya produk busuk. Bahan-bahan seperti kentang, tomat, bawang putih, mentimun, dan bawang merah tidak boleh didinginkan karena akan menghasilkan gas etilen yang dapat mempromosikan pematangan sehingga makanan lebih cepat busuk. Makanan lain yang menghasilkan gas etilen antara lain pisang, alpukat, cantaloupe, pir, dan daun bawang. Jauhkan bahan-bahan tersebut dari makanan yang sensitif etilen seperti apel dan sayuran hijau.

3. Metode First in & First Out (FIFO)

Memiliki kulkas yang penuh mungkin membuat Anda tenang dan senang. Akan tetapi, buruknya Anda sering kali jadi susah melihat bahan makanan yang masih tersimpan dan akhirnya berujung membusuk sebelum dipakai. Untuk menghindari itu, organisasikan kulkas Anda menggunakan metode first in & first out (FIFO). Caranya, letakkan wadah berisi belanjaan terbaru di belakang wadah belanjaan yang lebih lama Anda beli. Akan lebih mudah bila Anda menempelkan label di setiap wadah tersebut. Belanjaan yang lebih dulu dibeli harus dikeluarkan dan dipakai lebih dulu.

4. Menyimpan Sisa Makanan

Ada kalanya Anda menyimpan sisa makanan yang tidak termakan di jadwal makan malam di kulkas. Akan tetapi, banyak orang menyimpan kelebihan makan dan seringkali melupakannya, lalu berakhir membuangnya ketika memburuk. Menyimpan sisa makanan dalam wadah kaca bening—bukan dalam wadah buram, membantu memastikan Anda tidak melupakan makanan. Anda bisa menghangatkannya lagi di waktu makan berikutnya atau mengolahnya menjadi menu baru dengan menambahkannya dengan beberapa bahan lain.

5. Makan Kulitnya

Orang sering menghilangkan kulit buah atau ayam saat menyiapkan makanan. Padahal, sebetulnya banyak nutrisi yang terletak di lapisan luar buah dan di kulit unggas. Sebagai contoh, kulit apel mengandung banyak serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Kulit ayam juga memiliki nutrisi berupa vitamin A, vitamin B, protein, dan lemak sehat, serta sumber antioksidan selenium yang membantu memerangi peradangan dalam tubuh.

6. Makan Kuning Telur

Tren diet rendah lemak membuat banyak orang menghindari bagian kuning telur. Ada juga kekhawatiran bahwa kuning telur dapat meningkatkan kadar kolestrol. Bila Anda memang menghindari kuning telur, Anda bisa memberikannya pada anak Anda. Sebab, kuning telur mengandung protein yang baik , vitamin A, zat besi, selenium, dan vitamin B. Kreasikan kuning terlur ke dalam menu yang menarik.
 
13 Langkah Mudah Menghindari Buang-buang Makanan (Bagian 2)
 
 
Baca juga:
Solusi Bila Anak Senang Buang-buang Makanan
5 Tip Hemat Belanja di Supermarket
Mengatur Belanja Bahan Makanan
Anak Mulai Hobi Belanja, Wajarkah?
5 Kebebasan yang Harus Dimiliki Anak-anak di Meja Makan
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: UNSPLASH

 
 

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

13 Langkah Mudah Menghindari Buang-buang Makanan (Bagian 1)