5 Kebebasan yang Harus Dimiliki Anak-anak di Meja Makan


 

Seiring berjalannya waktu ketika anak-anak sudah bisa makan sendiri dan semakin menunjukkan kemandiriannya, ada satu kemungkinan yang juga timbul, yakni kebiasan mereka lebih sering mengatakan “tidak”. Diajak makan, mereka jawab “tidak”. Ditawari makanan dari piring saji, mereka jawab “tidak.”
 
Ya, semakin besar, mereka jadi lebih sering menolak. Pertengkaran antara Anda dan si kecil pun tidak terhindarkan pada akhirnya. Bila si kecil kalah dari pertarungan tersebut, ia akan makan dengan terpaksa dan belajar bahwa makan menjadi salah satu hal yang menakutkan dan orang tuanya tak segan memberinya hukuman bila ia melewatkannya.
 
Donna Matthews, Ph.D., psikolog anak dan keluarga penulis buku Beyond Inteligence: Secrets for Raising Happily Productive Kids mengatakan, bahwa proses makan harusnya menjadi hal yang menyenangkan bagi anak-anak dan tanpa paksaan. Dengan demikian mereka akan terdorong untuk menumbuhkan budaya makan yang baik dan sehat.
 
Menurut Donna, ada beberapa hal di  mana si kecil perlu diberi kebebasan dalam proses makan. Kebebasan apa saja?
 
1. Menentukan Berapa Banyak Ia Makan
Tugas orang tua adalah menjadi penyedia. Sediakan makanan sehat yang sesuai dengan porsi ideal untuk usia anak Anda. Akan tetapi, Anda tidak bisa mengendalikan seberapa banyak ia akan makan. Ada baiknya, Anda bersikap baik dan santai pada waktu makan dan biarkan mereka memutuskan berapa banyak untuk dimakan.
 
2. Memilih Sendiri Apa yang Ingin Dimakan
Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya makan menu lengkap mulai dari karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Akan tetapi, sama seperti orang dewasa, anak-anak kadang hanya menginginkan salah satu atau dua bahan yang tersaji di piringnya. Bebaskan ia untuk melakukannya. Sediakan beberapa menu agar mereka bisa memilih. Yang paling penting, pastikan bahwa Anda menyajikan makanan sehat saja.
 
Salah satu trik yang bisa Anda coba adalah mengajak mereka ikut berbelanja. Saat berjalan di rak belanjaan, semua indera mereka akan bekerja. Mereka melihat warna sayur. Mereka mencium aroma buah, dan lain sebagainya. Diskusikan apa yang ingin mereka beli untuk dimasak sebagai menu makan.
 
3. Menyiapkan Sendiri
Anda mungkin terbiasa menyiapkan segalanya saat si kecil mau makan. Bagi Anda, ia belum bisa melakukannya sendiri. Akan tetapi, dengan membebaskan si kecil menyiapkan sendiri pilihan makanannya dan penataannya di piring membuat mereka lebih bersemangat. Biarkan mereka memilih sendiri apakah ia akan memotong tempenya, menjadi berapa bagian, atau menggigitnya utuh.
 
4. Membuat Pilihan Alternatif
Ketika sama sekali tidak ada yang diinginkan anak Anda saat jam makan, biarkan mereka memilih menu “siaga” di antara beberapa pilihan sehat tambahan. Mungkin roti gandum, tofu, buah, keju, selai kacang, plain yoghurt, atau kacang.
 
5. Menentukan Kapan Waktu Makan
Waktu makan adalah waktu di mana semua anggota keluarga harus menyantap makanan di satu meja bersama-sama. Akan tetapi bagaimana bila si kecil menolak ikut makan? Tak apa, berikan ia kebebasan menentukan waktu makan. Bila ia tidak mau makan, biarkan saja. Namun, ia tetap harus duduk bersama di meja makan sampai waktu makan selesai. Anda akan dikejutkan dengan tangannya yang tiba-tiba mengambil sepotong ayam dari piring saji dan lainnya.
 
Pesan Penting!
Jangan jadi polisi makanan yang terus menerus mengawasinya saat proses makanan berlangsung. Santai dan fokus pada piring sendiri. Anak-anak akan belajar makan sehat dengan meniru Anda. Maka, jadilah contoh yang baik bagi mereka.
 
 
Baca juga:
Ucapkan Ini Saat Menemani Anak Makan
3 Masalah Makan Balita dan Cara Mengatasinya
Makanan Penambah Berat Badan Si Kecil
10 Alasan Balita Tidak Mau Makan
Peralatan Makan Anak Dari Pastik Harus Penuhi Unsur Ini
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: SHUTTERSTOCK

 

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

5 Kebebasan yang Harus Dimiliki Anak-anak di Meja Makan

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia