5 Kebiasaan Orang Tua yang Jadi Contoh Positif untuk Anak




Rumah adalah sekolah pertama untuk anak-anak, sementara orang tua adalah pengajarnya. Ibarat spons, anak-anak mudah menyerap apa pun yang ada di lingkungannya, termasuk kebiasaan orang tua. Kebiasaan orang tua yang baik akan menjadi contoh positif untuk anak. Jadi, jika orang tua ingin mengajarkan sesuatu kepada anak, akan lebih mudah bila Anda memberikan contoh langsung.
 
Berikut ini adalah kebiasaan baik orang tua yang bisa menjadi contoh positif dan bisa membawa dampak positif bagi mereka di masa depan:
 
Koneksi Sebelum Koreksi
Apa yang Anda lakukan saat anak membuat kesalahan? Ya, orang tua memang perlu mengoreksi agar anak punya panduan yang jelas di dalam hidupnya. Akan tetapi, koreksi yang ‘menggurui’ atau bahkan cenderung menyudutkan dan menjatuhkan justru akan membuat mereka membantah.
 
Oleh karenanya, sebelum masuk untuk memberikan koreksi, pastikan dulu Anda menawarkan koneksi kepadanya. Dr. Jane Nelsen penulis Postive Discipline mengatakan bahwa perasaan terhubung atau koneksi dapat mengubah anak-anak dari yang awalnya defensif dan reaktif menjadi reseptif atau mau mendengarkan.
 
Komentar seperti “Aduuuh, kok, gitu, sih?” atau, “Salah! Bukan gitu caranya,” tidak akan berhasil untuk membuat mereka membersihkan tumpahan susu dengan sukarela. Lebih baik ucapkan: “Sepertinya kamu kesulitan menuang susu?” atau “Kamu pasti kaget banget, ya, waktu susunya tumpah,” sambil berikan lap untuk membersihkannya.
 
Anda juga bisa Tanyakan 5 Hal ini Pada Diri Sendiri Sebelum Mengoreksi Anak
 
Dampak di masa depan: Anak akan menjadi pribadi yang selalu melihat alasan di balik sebuah kesalahan terlebih dahulu. Mereka tidak akan menyalahkan orang lain secara membabi buta. Mereka juga solutif dalam memperbaiki kesalahan atau menyelesaikan masalah tersebut. Karakter demikian adalah sesuatu yang sangat diharapkan ada pada seorang pemimpin yang baik.
 
Minta Tolong Saat Butuh Bantuan
Hanya karena Anda orang tua, bukan berarti Anda harus berperan sebagai super hero yang bisa mengatasi semua masalah sendiri di depan anak. Terima dan akuilah bahwa setiap orang ada kalanya membutuhkan bantuan. Meminta bantuan tidak berarti membuat Anda terlihat lemah atau tidak mampu di mata anak-anak, kok.
 
Justru, psikolog klinis di New Jersey, AS, Eileen Kennedy-Moore, Ph.D., mengatakan bahwa anak-anak akan belajar bahwa meminta tolong juga termasuk cara untuk menyelesaikan sesuatu.  Meminta tolong juga bukan sesuatu yang mudah. Dibutuhkan keberanian untuk melakukannya.  Artinya, meminta tolong juga akan melatih anak untuk berani bicara.
 
Dampak di masa depan: Anak akan lebih kecil kemungkinannya untuk terjebak dalam perfeksionisme karena memahami keterbatasannya. Ketika mengalami masalah psikologis, mereka juga akan lebih mungkin mencari bantuan. Mereka juga akan berbagi nilai kerjasama atau gotong royong. Mereka akan tumbuh menjadi anak yang kooperatif dan empati.
 
Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri
Mungkin masih banyak orang tua yang dihantui perasaan bersalah atau egois untuk me time. Padahal, me time itu ternyata kebiasaan yang juga bisa jadi contoh positif untuk anak, lho.
 
Me time sebentar adalah hak bagi semua orang tua. Samantha Ettus, penulis The Pie Life: A Guilt-Free Recipe For Success and Satisfaction mengatakan bahwa setelah me time, orang tua akan membawa energi yang lebih positif pada keluarga, termasuk anak-anak. Yakin, deh, Mama dan Papa akan bisa menghadapi anak-anak dengan lebih sabar saat sudah menyisihkan sedikit waktu untuk sendirian. Sebab, saat sendiri, orang tua me-recharge tangki cintanya. Samantha mengutarakan jika me time yang dilakukan orang tua akan mengajarkan pada anak bahwa kebahagiaan dan ketenangan adalah bagian yang sangat penting dari kehidupan.
 
Dampak di masa depan: Anak akan tumbuh menjadi orang dewasa yang paham ambang batasnya dan lebih kecil kemungkinan mengalami burn out. Mereka juga akan tumbuh menjadi orang yang memiliki self love.
 
Membuat  Boundaries
Orang tua yang membuat batasan yang jelas di rumah bukanlah orang tua yang otoriter. Justru, di kehidupan awal anak, mereka butuh batasan seperti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak atau apa yang harus mereka kerjakan sendiri sebagai panduan hidup mereka. Batasan yang dibuat orang tua akan memberikan keteraturan yang menurut Amy MorinLCSW., psikoterapis dan penulis 13 Things Mentally Strong Parents Don't Do bisa membantu anak berkembang dengan perasaan stabil dan aman.
 
Dampak di masa depan: Dengan adanya batasan atau aturan yang tegas, anak dapat tumbuh disiplin. Sebab, mereka akan belajar mengenai konsekuensi ketika mereka melanggarnya. Dari situ, mereka juga akan belajar membuat keputusan yang bijak. Saat dewasa, mereka juga akan mampu mengembangkan consent  di dalam relasinya.
 
Mendengarkan dengan Aktif
Ini adalah salah satu kebiasaan yang bisa jadi panutan luar biasa untuk si kecil. Mendengarkan bukanlah hal yang sama dengan sekedar mendengar. Mendengarkan dengan aktif bukanlah hal yang mudah. Anda perlu benar-benar menyediakan waktu dan pikiran saat mendengarkan. Mendengarkan secara aktif bertujuan untuk memahami, bukan hanya untuk menjawab, apalagi untuk sekedar terlihat peduli saja.
 
Anak akan bisa melihat dan membedakan mana yang dimaksud dengan mendengarkan secara aktif dengan melihat bagaimana Mama atau Papanya memperlakukannya saat ia bercerita. Sekalipun masih kecil, ia tahu kapan ia benar-benar didengarkan dan kapan ia hanya didengar sambil lalu saja. Ada juga, lho 8 Alasan Anda Harus Jadi Teman Curhat Si Kecil.
 
Baca juga: Saat Si Kecil Curhat, Ini 6 Respons yang Sebaiknya Anda Lakukan.
 
Dampak di masa depan: Anak akan terbiasa menghargai orang lain yang sedang berbicara dengannya. Mereka juga akan tumbuh menjadi orang yang empati.
 
 
Baca juga:
Hati-Hati, 5 Perilaku Buruk Anak Ini Karena Meniru Orang Tuanya!
Mengajarkan Anak Minta Bantuan Berdasarkan Tipenya
Alasan Tak Perlu Jadi Supermom
 
 
LTF
FOTO: SHUTTERSTOCK

 


Topic

#keluarga #parentingstyle #parenting #pengasuhan anak

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

5 Kebiasaan Orang Tua yang Jadi Contoh Positif untuk Anak