7 Tip Mengatur Bahan Makanan Selama #dirumahsaja


 

Setelah munculnya himbauan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk membatasi keluar rumah sebagai cara memutus rantai penyebaran Covid-19, Anda pasti mulai berpikir untuk menambah jumlah persediaan bahan makanan di rumah.  
 
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS merekomendasikan untuk menyimpan persediaan makanan selama 14 hari untuk setiap orang yang ada di rumah. Nah, sekarang kalau sudah belanja, lantas bagaimana mengaturnya agar cukup untuk dikonsumsi selama anjuran #dirumahsaja tapi tidak berlebihan hingga food waste atau menimbulkan sampah makanan.
 
Berikut ini kami memberikan panduan mengatur bahan makanan selama physical distancing untuk keluarga Anda:


1. Buat Meal Plan

Membuat meal plan akan menjaga Anda memanfaatkan semua bahan makanan dengan baik—tidak ada yang tersisa dan tidak ada yang kurang. Buat untuk 2 minggu ke depan sekaligus.

2. Frezeer sebagai Penyelamat

Terlalu sering dan terlalu banyak mengonsumsi makanan instan tentu tak baik untuk kesehatan keluarga Anda. Oleh karenanya, Anda tetap butuh bahan makanan segar. Nah, manfaatkan freezer untuk menyimpan semua bahan makanan seperti daging, unggas, atau ikan. Pastikan Anda memasukkannya ke dalam wadah yang tertutup rapat.
 
Agar wadah-wadah tersebut tidak terlalu sering dibuka, akan lebih baik bila Anda membagi-bagi daging-daging tersebut ke dalam ukuran 1 kali masak atau 1 porsi—seperti yang sudah Anda tulis di dalam meal plan—dalam plastik. Ini akan meminimalisir risiko bahan makanan terpapar bakteri saat Anda harus membuka wadah untuk mengambil atau mengiris daging yang hanya dipergunakan untuk kebutuhan 1 kali makan saja.


3. Pakai Teknik Blansir

Teknik blansir bisa berguna untuk membuat sayuran lebih awet untuk disimpan dengan cara menghentikan aktivitas enzim yang menyebabkan permukaan sayuran mengeluarkan pigmen berwarna cokelat. Selain itu, cara ini juga dapat mengurangi mikroba. Pada teknik ini, sayuran akan melalui proses pembekuan.
 
Caranya, cuci bersih sayuran dan potong-potong. Masukkan potongan sayuran ke dalam panci berisi air mendidih. Rebus sebentar lalu angkat dan masukkan ke baskom berisi air dingin serta es batu dengan durasi waktu yang sama seperti durasi merebus. Proses ini bertujuan menghentikan proses pemasakan agar sayuran tidak overcooked. Setelah sayuran ditiriskan, masukkan ke dalam kantong-kantong plastik dan simpan di freezer.
 
Jadi, masukkan sayur untuk 1 porsi makan atau 1 kali masak ke dalam 1 plastik. Beri label berisi tanggal berapa sayur harus dimasak—sesuai dengan meal planner. Anda juga bisa menggunakan metode penyimpanan yang sama dengan penyimpanan daging di nomer 2.


4. Mana yang Didahulukan?

Kelemahan terbesar dari belanja 2 minggu adalah terbatasnya ketersediaan buah-buahan dan sayuran segar, terutama sampai minggu kedua,” ujar Laura Fuentes, praktisi nutrisi keluarga dan meal planning di Texas, AS, serta pendiri web MOMables.com. Sayur-sayur berdaun hijau seperti bayam, kangkung, atau sawi mungkin hanya bisa bertahan di kulkas dalam beberapa hari. Demikian juga dengan buah-buahan seperti pisang, pepaya, atau buah naga. Oleh karenanya, Anda harus mendahulukan mengolah dan mengonsumsinya.
 
“Apel, jeruk, dan pir akan bertahan paling lama, seperti halnya sayur-sayuran seperti bawang, kentang, labu dan wortel,” imbuh Laura. Ia menyarankan Anda untuk menghabiskan stok sayur dan buah yang cepat layu dalam 5 hari pertama dan baru beralih ke stok makanan beku setelahnya.


5. Manajemen Kulkas

Pastikan Anda menata kulkas dengan rapi agar bahan makanan yang perlu didahulukan seperti yang tertulis di nomor 3 tadi terlihat sehingga tidak terlewatkan.

6. Bila Terlanjur “Terlalu Matang”

Buah-buah yang terlalu matang tentu sudah tidak enak lagi bila dikonsumsi langsung. Oleh karenanya Anda bisa mengakalinya dengan membuatnya menjadi jus atau smoothies. Tambahkan yoghurt atau chia seed untuk memperkaya kandungannya.

7. The Comfort Food

Anda mungkin juga menyetok makanan yang termasuk comfort food seperti cokelat, es krim, atau kopi. Pastikan Anda juga mengonsumsinya secara bijak dan tidak berlebihan di hari-hari pertama. Sebab, melansir dari Business Insider, makanan-makanan ini dapat menjaga kesehatan mental Anda selama Anda harus di rumah saja.
 
 
Baca juga:
Mengatur Belanja Bahan Makanan
Bahan Makanan Harus Dihindari Ibu Hamil
Bahan Makanan Ini Bisa Ringankan Morning Sickness
Mengatur Isi Kulkas Saat Listrik Padam
Bahan Makanan Berbahaya di Jajanan Sekolah
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: UNSPLASH
 

 
 


Topic

#corona #coronavirus #covid19 #viruscorona

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

7 Tip Mengatur Bahan Makanan Selama #dirumahsaja

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia