Cermat Menabung Biaya Pendidikan Anak



Baik tabungan pendidikan maupun asuransi pendidikan sama-sama punya keunggulan masing-masing. Freddy Pieloor, penasehat keuangan independen, menyarankan agar Anda melakukan kombinasi sebagai berikut:

> Beli asuransi jiwa berjangka (term life) dengan nilai uang pertanggungan sesuai dengan dana pendidikan yang dibutuhkan.

> Sesuaikan dana pendidikan anak dengan jangka waktu yang tersedia. Misalnya;

  • Ia sekarang berusia empat tahun dan akan masuk SD pada usia tujuh tahun. Waktu yang tersedia untuk menyiapkan dana adalah selama tiga tahun. Jenis investasi yang sesuai adalah reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.
  • Anak Anda akan masuk SMP di usia 13 tahun. Waktu yang tersedia sembilan tahun. Jenis investasi yang sesuai adalah reksadana saham atau saham.
  • Anak Anda akan masuk SMA di usia 16 tahun. Waktu yang tersedia adalah 12 tahun. Jenis investasi yang disarankan adalah saham atau properti.
  • Pada usia 19 tahun, anak Anda akan mulai masuk kuliah. Waktu yang tersedia adalah 15 tahun dan jenis investasi yang disarankan adalah sama dengan investasi yang diperuntukkan bagi anak masuk SMA, yaitu saham atau bidang properti.
Namun, sebelum mulai merencanakan dana pendidikan anak, ada hal-hal yang simpel yang sebaiknya Anda pertimbangkan lebih dulu, yaitu:
1. Usia anak, sehingga Anda bisa mengetahui waktu yang tersedia dari sekarang hingga saatnya dana itu harus dikeluarkan.
2. Usia orang tua. Jika orang tua sudah berusia 50 tahun dan anak masih berusia lima tahun, dengan asumsi usia pensiun 55 tahun maka waktu yang tersedia hanya lima tahun saja untuk mengumpulkan dana pendidikan dari SD-Perguruan tinggi. Tentu, ini akan memengaruhi junlah cicilan atau premi yang harus Anda bayarkan setiap bulannya.
3. Penghasilan orang tua. Ini berkaitan dengan kemampuan membayar iuran/cicilan setiap bulan
4. Sekolah yang dituju dan besaran iuran pendidikan yang diminta. Sesuaikan pilihan sekolah anak dengan kemampuan Anda.
5. Pengetahuan dan pengalaman orang tua akan berbagai jenis produk asuransi/tabungan pendidikan.
6. Pahami bank, perusahaan asuransi, atau perusahaan manajemen investasi yang ingin Anda pilih. Pilih yang reputasinya baik dan tidak berbelit-belit.
7. Pahami produknya dengan benar, baca prospektus atau kontraknya dengan saksama.

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia