Hipertensi Ternyata Komorbid COVID-19 Tertinggi, Lakukan PTDR Rutin

 


Indonesian Society of Hypertension (InaSH) menyebut bahwa hipertensi adalah penyakit komorbid COVID-19 tertinggi. Berdasarkan laporan dari Satgas Penanganan COVID-19, tiga besar penyakit penyerta bagi penderita yang terinfeksi COVID-19 adalah hipertensi, lalu disusul dengan diabetes mellitus dan penyakit jantung.

Sayangnya, banyak orang terutama yang menderita hipertensi enggan melakukan pemeriksaan rutin lantaran khawatir tertular COVID-19 di fasilitas kesehatan. Oleh karenanya, dr. Eka Harmeiwaty, SpS, General Secretary InaSH menyarankan Pengukuran Tekanan Darah mandiri di Rumah (PTDR). Menurutnya, di tengah pandemi ini , PTDR dapat menjadi cara pemantauan hasil terapi, dan evaluasi pengobatan bagi pasien yang berisiko tinggi.
 

dr. Eka menyebut bahwa semua pasien hipertensi disarankan untuk melakukan PTDR rutin. “Terutama yang membutuhkan pemantauan seperti obesitas, diabetes, gagal ginjal, dan wanita hamil,” ujarnya. PTDR dapat membantu diagnosis hipertensi, menentukan pemilihan obat, memantau efektivitas pengobatan, serta membantu penyesuaian dosis obat.
 

Prosedur PTDR

Anda bisa mengukur tekanan darah secara mandiri menggunakan tensimeter yang Anda miliki di rumah. Berikut ini adalah caranya menurut dr. Eka:
 

  • Pada pagi hari, pengukuran dilakukan 1 jam setelah berjalan, setelah BAK, sebelum sarapan, dan minum obat.

  • Pada malam hari, pengukuran dilakukan saat mau tidur atau dua jam setelah makan.

  • Duduk dengan posisi bersandar dengan lengan dan manset setinggi letak jantung.
     

Pada saat pengukuran, Anda sebaiknya tidak sedang gelisah. Disarankan untuk tidak mengobrol, menyilangkan kaki, atau melakukan kegiatan olahraga 30 menit sebelum pengukuran. Hindari merokok dan minum kopi satu jam sebelum pengukuran.
 

PDTR dilakukan dengan 2 kali pengukuran pada pagi hari dan malam hari. Lalu tentukan rata-ratanya.
 

Konsultasikan Lewat Telemedicine

Setelah melakukan PTDR, dr. Eka mengatakan bahwa hasil dari pengukuran tersebut bisa dikonsultasikan ke dokter dengan layanan telemedicine atau lewat fasilitas online lainnya.
 

Baca juga:

Kini Giliran Para Wartawan Senior Termasuk Pendiri Femina dan Ayahbunda Mendapatkan Vaksinasi Covid-19

Kriteria Orang yang Tidak Bisa Divaksin COVID-19

Ini Reaksi yang Mungkin Muncul Setelah Divaksin COVID-19

Langkah Aman Menyusui saat Ibu Positif COVID-19

Kenali Beberapa Merek Vaksin COVID-19 dan Dosisnya

 

LELA LATIFA

FOTO: FREEPIK


Topic

#corona #coronavirus #covid19 #covid-19

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Hipertensi Ternyata Komorbid COVID-19 Tertinggi, Lakukan PTDR Rutin