Saat Pandemi COVID-19, Tunda ke Dokter Bila…




Beberapa perhimpunan dokter menghimbau masyarakat agar berkunjung ke dokter saat dalam kondisi darurat saja selama pandemi COVID-19. Hal ini sebagai upaya mencegah penularan COVID-19 karena saat ini berbagai rumah sakit rujukan merawat banyak pasien positif. Di samping itu, tidak menutup kemungkinan juga di rumah sakit yang Anda tuju, juga ada pasien dengan gejala yang sedang memeriksakan diri.

 
Oleh karenanya, bila Anda tidak mengalami kondisi darurat berikut, ada baiknya Anda tetap di rumah:
 

Tunda ke Dokter Spesialis Saraf, Bila Tidak…

  1. Mengalami nyeri hebat dan tidak membaik sekalipun telah diberi obat bebas.

  2. Mengalami kelumpuhan atau kesulitan bergerak mendadak.

  3. Mengalami pusing berputar dengan muntah hebat.

  4. Mengalami kejang.

  5. Mengalami penurunan kesadaran.

  6. Mendadak sulit bicara/pelo.

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia.
 

Tunda ke Dokter Subspesialis Bedah Vaskular, Bila Tidak…

  1. Mengalami kemacetan akses hemodialisa.

  2. Mengalami kecelakaan/cidera dengan kecurigaan terkena pembuluh darah.

  3. Mengalami nyeri hebat pada tungkai dan atau lengan disertai rasa dingin atau kebiruan.

  4. Mengalami nyeri pada tungkai disertai bengkak dan kulit kemerahan.

  5. Muncul borok pada kaki penderita diabetes yang disertai demam.

  6. Memiliki benjolan berdenyut pada perut yang disertai nyeri.

Sumber: Perhimpunan Bedah Vaskular dan Endovaskular Indonesia
 

Tunda ke Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (T.H.T-K.L), Bila Tidak…

  1. Mengalami mimisan dalam jumlah yang banyak dan tak kunjung berhenti.

  2. Keluar cairan telinga yang disertai demam dan sakit kepala hebat.

  3. Kemasukan benda asing ke telinga, hidung, tenggorok, dan saluran napas.

  4. Mengalami trauma pada wajah dan leher.

  5. Mengalami penurunan pendengaran secara drastis dan tiba-tiba.

  6. Mengalami sakit telinga hebat disertai pilek.

  7. Mengalami nyeri pada wajah atau dahi yang hebat (pada dugaan sinusitis).

  8. Mengalami abses pada daerah leher.

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis T.H.T.K.L Indonesia
 

Tunda ke Dokter Spesialis Jantung, Bila Tidak…

  1. Mengalami sesak yang memberat pada posisi tidur.

  2. Mengalami sesak sehingga tidak bisa tidur dalam posisi rata (harus diganjal dengan lebih dari dua bantal saat tidur).

  3. Mengalami sesak yang disertai batuk reak berdahak merah muda.

  4. Mengalami nyeri dada seperti ditindih atau ditimpa beban berat.

  5. Mengalami nyeri dada menjalar ke lengan atau punggung atau leher.

  6. Mengalami nyeri dada disertai mual, muntah, dan keringat dingin.

 
Bila stok obat rutin wajib Anda mendekati habis, maka ikuti waktu kontrol sesuai dengan instruksi dokter. Bila harus berobat ke klinik maupun rumah sakit saat sedang demam atau batuk, maka gunakan masker dengan benar dan ikuti arahan petugas klinik/rumah sakit.
Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia
 

Tunda ke Dokter Gigi, Bila Tidak…

  1. Mengalami perdarahan yang tidak dapat berhenti.

  2. Mengalami infeksi atau bengkak yang menyebabkan sulit bernapas.

  3. Gigi lepas secara mendadak.

  4. Sakit gigi yang tak tertahankan.

Sumber: Rumah Sakit Universitas Airlangga
 

Tunda ke Dokter Spesialis Mata, Bila Tidak…

  1. Mata merah.

  2. Penglihatan buram mendadak.

  3. Mengalami trauma mata.

  4. Mengalami nyeri hebat.

 
Bila pascaoperasi mata kurang 1 bulan, ikuti waktu kontrol sesuai instruksi dokter. Bila harus berobat ke klinik maupun rumah sakit saat sedang demam atau batuk, maka gunakan masker dengan benar dan ikuti arahan petugas klinik/rumah sakit.
Sumber: RSCM & KIRANA UI
 

Tunda ke Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, Bila Tidak…

  1. Kecurigaan patah tulang dengan atau tanpa luka terbuka.

  2. Mengalami infeksi tulang atau sendi yang ditandai dengan kemerahan, bengkak, dan demam.

  3. Mengalami dislokasi atau pergeseran sendi.

  4. Mengalami nyeri hebat pada otot/tulang yang tidak reda dengan obat pereda nyeri biasa.

  5. Melemahnya anggota gerak yang terjadi mendadak disertai gangguan BAB dan BAK.

 
Untuk kontrol pascaoperasi, hubungi pihak rumah sakit terlebih dahulu.
Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
 
 
Tunda ke Dokter Spesialis Kulit, Bila Tidak…

  1. Kulit melepuh dengan area yang luas.

  2. Kondisi lepuh disertai lecet di area mata, mulut, atau kelamin.

  3. Biduran/kaligata dengan bengkak mata atau bibir.

  4. Mengalami ruam kulit di area yang luas dengan atau tanpa demam.

  5. Muncul bercak pada kulit disertai nyeri.

Sumber: Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia
 

Tunda ke Dokter Spesialis Urologi, Bila Tidak…

  1. Mengalami tidak bisa buang air kecil.

  2. Tidak buang air kecil sama sekali.

  3. Buang air kecil berwarna merah.

  4. Mengalami nyeri pinggang hebat.

  5. Mengalami ereksi terus menerus (priapismus).

  6. Mengalami nyeri hebat pada kantung buah zakar.

Sumber: Ikatan Ahli Urologi Indonesia
 
 
Baca juga:
Jumlah Pasien Terinfeksi Corona Bertambah, Yang Perlu Diketahui tentang Karantina
Kasus Virus Corona dalam Angka
Cara Mencegah Tertular Virus Corona
8 Pesan IDAI untuk Melindungi Anak-Anak dari COVID-19
Prosedur Pemeriksaan COVID-19 yang Harus Anda Ketahui
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK

 
 
 
 
 


Topic

#corona #coronavirus #covid19 #viruscorona

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Saat Pandemi COVID-19, Tunda ke Dokter Bila…