Jumlah Pasien Terinfeksi Corona Bertambah, Yang Perlu Diketahui tentang Karantina





Per tanggal 16 Maret 2020, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan ada 117 orang yang positif COVID-19. Jumlah pasien yang terus bertambah ini tentu membuat kita semakin waspada.
 
Untuk menekan angka penularan virus corona ini, US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) meminta individu atau keluarga untuk berinisiatif melakukan karantina sendiri bila menunjukkan gejala COVID-19 yang dianggap termasuk dalam kategori berisiko sedang (middle risk). CDC menjelaskan bahwa karantina berbeda dengan isolasi. Isolasi adalah cara untuk memisahkan orang yang sudah sakit dari orang yang tidak sakit. Sementara, karantina berarti memisahkan orang yang mungkin telah terpapar virus corona ini untuk melihat apakah mereka sakit.
 
Siapa yang Perlu Dikarantina?
CDC menjelaskan bahwa orang yang dimaksud berisiko sedang adalah:

  • Mereka yang baru saja melakukan perjalanan ke negara yang sudah terinfeksi dalam 14 hari terakhir.
  • Mereka yang telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang menunjukkan gejala COVID-19.
  • Mereka yang berada di satu ruangan tertutup dengan seseorang yang menunjukkan gejala, misalnya di pesawat.
 
Langkah Mengarantina Diri Sendiri
Untuk orang-orang yang berisiko menengah seperti yang telah dijelaskan tadi, CDC merekomendasikan langkah berikut:
 
Untuk kasus-kasus berisiko menengah, CDC seperti yang dilansir dari live science merekomendasikan langkah-langkah berikut:
  1. Tinggal sejauh mungkin dari orang lain di rumah Anda. Anda bisa tinggal di kamar terpisah dan menggunakan kamar mandi terpisah jika tersedia.
  2. Batasi kontak dengan hewan peliharaan Anda. Sebab, ada kemungkinan kecil manusia dapat menularkan penyakit ini ke anjing atau hewan peliharaan lainnya—
meskipun hingga saat ini hanya ada satu kasus penularan semacam itu yang telah dilaporkan (pada anjing Pomeranian di Hong Kong yang hidup dengan seorang wanita yang didiagnosis menderita COVID-19).
  1. Cegah orang lain agar tidak berkunjung ke rumah Anda, kecuali bila benar-benar memerlukannya.
  2. Jika Anda membutuhkan pemeriksaan medis, hubungi dulu untuk memastikan Anda pergi ke tempat yang tepat dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.
  3. Pakai masker jika Anda harus berada di sekitar orang lain, seperti saat berkendara ke dokter atau rumah sakit.
  4. Tutupi mulut dan hidung Anda dengan tisu saat batuk atau bersin dan segera membuang tisu ke sampah. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. Bersihkan tangan Anda dengan pembersih tangan yang memiliki alkohol setidaknya 60%.
  5. Hindari berbagi barang-barang rumah tangga, termasuk gelas minum, peralatan makan, handuk atau bahkan tempat tidur. Cuci barang-barang ini dengan seksama setelah digunakan.
  6. Bersihkan permukaan benda yang sering disentuk setiap hari menggunakan pembersih rumah tangga atau lap, misalnya saja meja, gagang pintu, perlengkapan kamar mandi, toilet, telepon, keyboard, tablet, dan meja samping tempat tidur.”
  7. Bersihkan segala permukaan yang mungkin terkontaminasi dengan darah, tinja atau cairan tubuh apa pun.
  8. Bagian ruang di rumah harus memiliki aliran udara yang baik. Anda disarankan untuk menggunakan AC atau jendela yang terbuka.
  9. Lanjutkan memantau gejala Anda. Jika mereka memburuk, seperti mulai mengalami kesulitan bernafas, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda.
 
Berapa Lama Karantina Berlangsung?
Karantina berlangsung selama batas atas inkubasi virus, yakni 14 hari sejak terpapar virus. Akan tetapi, Anda perlu memeriksakan diri ke penyedia layanan kesehatan untuk mengecek apakah Anda bisa menghentikan karantina Anda.
 
(Lela Latifa)
Foto: Pixabay

 


Topic

#corona #viruscorona #covid19 #coronavirus

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

Jumlah Pasien Terinfeksi Corona Bertambah, Yang Perlu Diketahui tentang Karantina

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia