Tabungan Kehamilan dan Persalinan, Pilih yang Mana?


 

Hamil dan melahirkan ternyata butuh biaya yang tidak sedikit, ya, Ma, Pa. Ada berbagai anggaran yang harus dipenuhi, seperti biaya kontrol rutin bulanan ke dokter kandungan atau bidan, vitamin, USG, persalinan, sampai belanja kebutuhan si kecil.
 

Nah, agar tidak merasa terlalu terbebani, idealnya Anda memang sudah punya tabungan kehamilan dan persalinan sejak awal. Ini bisa Anda siapkan setelah menikah, saat mulai merencanakan kehamilan, atau selambat-lambatnya tiga bulan sebelum memulai program hamil. Master Financial Planner, Safir Senduk mengatakan, “Kadang, saya pribadi, (melihat) daftar harga itu kayak nakut-nakutin. Tapi, itu harus ada di pikiran kita,” ujarnya.
 

Menurut Safir, tabungan ini harus dipersiapkan agar Anda tak perlu sampai mengambil dana darurat atau skenario paling buruknya adalah menjual aset. Bila Anda ingin mulai menabung untuk kebutuhan kehamilan dan persalinan, inilah yang Safir Senduk rekomendasikan:
 

  1. Tabungan Berjangka

Ini adalah produk tabungan dari bank yang membuat Anda bisa menabung secara praktis. Bank akan melakukan autodebit setoran dari rekening Anda setiap bulannya. Anda bisa memilih besaran setoran tiap bulan. Tabungan ini sifatnya berjangka, artinya baru bisa diambil bila kesepakatan jangka waktu yang ditentukan (12 atau 24 bulan) berakhir. Bila Anda ingin mengambil uang setoran sebelum jangka waktu berakhir, maka Anda akan dikenakan pinalti.
 

  1. Reksadana Pasar Uang

Ini sesuai untuk Anda yang memiliki tujuan investasi jangka pendek atau kurang dari satu tahun. Di samping itu, juga tidak ada biaya pembelian dan penjualan serta proses pencairannya pun mudah. Risikonya juga relatif lebih kecil dari reksadana lainnya. Untuk mempermudah, Anda bisa memanfaatkan fasilitas bank yang menyediakan pembelian reksadana secara autodebit berkala.
 

  1. Asuransi Melahirkan

Safir mengatakan bahwa umumnya, tidak ada asuransi melahirkan. “Kebanyakan yang ada adalah manfaat melahirkan yang ditempel di asuransi kesehatan. Jadi harus beli asuransi kesehatannya dulu, baru dapat manfaat untuk kehamilannya,” jelasnya. Jadi, perhatikan agar Anda memilih asuransi kesehatan yang memiliki manfaat kehamilan dan persalinan bagi Mama. Safir juga mengatakan bahwa saat ini BPJS kesehatan juga menanggung biaya persalinan.
 

  1. Deposito Berjangka

Ini adalah jenis tabungan berjangka yang dikenal di masyarakat luas. Bunga yang ditawarkan pihak bank untuk deposito umumnya lebih tinggi dari tabungan biasa. Namun, deposito berjangka ini mengharuskan kita menyimpan uang pada waktu tertentu seperti 3, 6, 9, atau 12 bulan. Dana yang disimpan baru bisa diambil saat jatuh tempo.
 

Safir memperingatkan agar Anda tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran investasi di luar sana. Yang penting, Anda memilih yang risikonya rendah.

 

Baca juga:

Mengelola Keuangan Menjelang Kelahiran

Perencanaan Keuangan Untuk Masa Depan

7 Perubahan Finansial Wajib Bagi Orang Tua

Cerdas Finansial di Masa Krisis

Apakah Papa Sudah Stabil Secara Finansial?

 

(LELA LATIFA)

FOTO: FREEPIK

 





Video

The Power Duo Business + Parenthood


Polling

Tabungan Kehamilan dan Persalinan, Pilih yang Mana?

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia