Kakak dan Adik Sering Berkelahi? Ini Cara Atasinya!


Jika anak mengalami sibling aggression atau kekerasan antar saudara, mau tidak mau orang tua harus melakukan intervensi.

Namun, bila Anda merasa sudah melakukan segala sesuatu, dan proses tersebut tetap saja terus berlangsung, tanpa ada perubahan apa pun (anak yang menjadi korban semakin stres, berantemnya makin menghebat, dll), inilah saatnya membawa anak ke psikolog.

Terkadang, ada anak yang tidak berani berantem di depan orang tua, seolah-olah semua baik-baik saja. Mudah mengetahui apakah sesuatu beres atau tidak, Ma! Perhatikan saja perubahan perilaku anak, seperti menjadi murung, ada memar, merasa takut, dll.

Jika keadaannya seperti itu, coba lakukan intervensi lagi, sekaligus evaluasi, apakah intervensi sebelumnya sudah efektif atau belum. Bila belum, coba lakukan perbaikan di sana-sini.

Namun, begitu Anda menemui jalan buntu, cepat cari bantuan profesional atau psikolog.

Apa yang akan dilakukan psikolog? Biasanya, anak akan diajak ngobrol. Ia akan ditanya apa yang terjadi, apa harapannya, apa yang dirasakan saat melakukan hal tersebut, bagaimana hubungannya dengan orang tuanya, dll.

Semua ini dilakukan untuk melihat bagaimana anak dengan dirinya sendiri, kakak atau adik, serta orang tua.

Intinya, mengetahui cara ia mengatasi masalah dengan saudaranya dan bagaimana orang membantunya dalam menyelesaikan masalah (apakah fair atau care?). Dari sini, psikolog akan menarik kesimpulan.

Adakah batasan usia anak untuk dibawa ke psikolog?

Menurut Nessi Purnomo, psikolog anak dan keluarga, “Saya, sih, cenderung mengatakan dibawa atau tidak ke psikolog itu tergantung kepada perilaku anak. Biasanya, perilaku menjadi suatu kebiasaan karena dilakukan secara terus-menerus. Kalau kebiasaannya buruk, ya, ini berarti harus dihentikan. Untuk bisa menghentikannya, ada hal-hal yang dimodifikasi agar perilakunya benar-benar berubah. Usaha ini akan lebih efektif, jika dilakukan oleh banyak pihak, sebab si kecil,kan, masih anak-anak.”
 
Sebenarnya, sibling aggression bisa hindari. Nah, berikut ini adalah berbagai hal yang bisa dilakukan oleh orang tua:

- Introspeksi diri.Lihatlah apakah hubungan antara Anda dan pasangan sudah kompak atau belum.

- Buat kesepakatan tentang berbagai hal yang akan dilakukan kepada anak. Dan, kesepakatan ini berlaku sama untuk setiap anak.

Baca juga : Bila Kakak Bersaing dengan Adik 

- Berikan perhatian yang sama besarnya sesuai kebutuhan dan usia si kecil. Misalnya, anak sudah bisa berjalan, sedangkan adik lagi belajar jalan. Karena belajar jalan, mau tidak mau harus digandeng. Anda tidak mungkin menggandeng keduanya.

Solusinya? Bagi-bagi tugas dengan pasangan. Jadi, kakak tetap merasa disayang dan diperhatikan.

- Melakukan intervensi begitu terlihat adanya kecenderungan terjadi bahaya. Misalnya, dengan mengajak anak ngobrol untuk menemukan solusi terbaik.

- Jika berada di rumah, berikan perhatian kepada anak secara total. Jangan menambah me time lagi. Bila anak sudah tidur, jangan lupa luangkan juga waktu untuk membangun dan memelihara keharmonisan hubungan antar pasangan.

Bagaimana pun, hal ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk membangun hubungan dengan anak. Jadi, manfaatkan waktu seoptimal mungkin.


 

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Kakak dan Adik Sering Berkelahi? Ini Cara Atasinya!