Strategi Perlindungan Diri yang Harus Diajarkan Orang Tua


 

Berlebihankah bila seseorang merasa dunia ini semakin tidak aman? Ya, banyak kekhawatiran ketika melepaskan anak kita ke luar sendirian.  Bagaimana tidak, berita tentang penculikan, atau kekerasan seksual yang dialami anak-anak tentu membuat Mama bergidik. Bahkan, sekolah sebagai tempat yang kerap diyakini mampu menjaga anak-anak kita selain di rumah pun ada kalanya juga justru menjadi sumber bencana, ada kemungkinan bullying di sana!
 
Lantas apakah itu pertanda bahwa Anda harus terus mendekap si kecil dalam pelukan Anda di rumah? Tentu tidak. Ia harus keluar. Ia harus bertemu dengan orang lain. Walaupun kekhawatiran Anda kian membesar lantaran seiring dengan pertambahan usianya, “kehadiran” Anda porsinya jadi lebih kecil, Anda tetap harus memberinya ruang untuk “lepas” dari Anda. Yang dapat Anda lakukan adalah memberikan bekal pelajaran agar si kecil yang tak lagi kecil ini mampu melindungi dirinya sendiri.
 
Dr. Laura Markham, psikolog klinis sekaligus pendiri konsultasi pengasuhan Aha! Parenting mengatakan bahwa setiap keluarga harus mengajarkan anak-anaknya melindungi diri sendiri. Menurutnya, hal tersebut harus dimasukkan ke dalam daftar keselamatan keluarga. Ia menyatakan bahwa daftar keselamatan keluarga bukan hanya berupa bagaimana melindungi atau menyelamatkan diri dari cedera fisik, melainkan juga masalah lain yang menyerang kesejahteraan seseorang.
 
Dr. Markham menunjukkan apa saja yang harus dilakukan orang tua untuk memberikan pengajaran membela diri pada anak:
 
Bekali Anak Senjata Bullying
Tidak sedikit anak yang mengalami bullying. Hal tersebut bahkan bisa terjadi di sekolah, di mana mereka seharusnya mendapat perlindungan. Pelaku bully menjadikan anak-anak yang mereka anggap rentan sebagai sasaran. Oleh karenanya, orang tua harus memastikan anak-anak memiliki self esteem yang tinggi serta hubungan yang kuat baik dengan keluarga maupun teman sebaya untuk mencegah bullying.
 
Ajarkan mereka untuk bersikap bila menerima intimidasi. Senjatai mereka dengan pengetahuan untuk berani bertindak dan berkata saat mereka mengalami intimidasi. Ajarkan mereka untuk meninggalkan pelaku bully atau memberitahu orang dewasa yang bertanggungjawab di tempat tersebut seperti guru atau orang tua terkait masalah yang mereka hadapi. Di samping itu, ajarkan mereka etika di dunia maya lantaran bullying sangat mungkin menggunakan media sosial atau aplikasi percakapan sebagai pintu masuk.
 
Ajarkan Mengenal Tempat yang Aman
Ajarkan si kecil untuk selalu mengenali kriteria tempat yang aman. Misal, bila ia pergi ke rumah temannya, pastikan ia sudah tahu rumahnya dan sudah mengenal keluarganya. Bila ia pergi ke luar, ajarkan ia menggunakan instingnya untuk menghindari tempat yang kurang nyaman seperti terlalu sepi, dipenuhi dengan orang yang menatapnya, dan hal lainnya. Bila ia merasa tidak aman, ajarkan ia untuk segera berpindah ke tempat.
 
Tentang Bahaya Orang Asing
Banyak orang tua mengajarkan anaknya untuk tidak berinteraksi dengan orang lain. Akan tetapi, menurut Dr. Markham, alih-alih selalu membayangi mereka dengan bahaya orang asing, ada baiknya ajarkan mereka untuk memercayai naluri mereka dan membela diri mereka sendiri.
 
Anda bisa mengatakan, “Banyak orang baik di luar sana, tetapi ada beberapa orang di luar sana yang bisa melakukan hal-hal buruk dan dapat menyakitimu.” Dia perlu diberitahu secara eksplisit bahwa lebih penting untuk tetap aman dan percaya pada dirinya sendiri daripada bersikap sopan atau baik. Anda bisa memberitahunya untuk boleh tidak menjawab atau bahkan melarikan diri dari seseorang yang perilakunya membuatnya sangat tidak nyaman.
 
Cara Meminta Bantuan
Bila ada yang membuat mereka tidak aman, ajarkan untuk segera pergi, melawan balik, dan berteriak, “"Tolong aku! Ini bukan orang tuaku!" Bila mereka berada di tempat umum, ajari dia untuk lari ke seorang ibu dengan seorang anak, yang umumnya dapat diandalkan untuk membantu.
 
Pedoman Mencegah Pelecehan Seksual
Patut diperhatikan oleh orang tua bahwa bahaya ini tidak hanya mengancam anak perempuan, namun juga orang laki-laki. Ajarkan pada anak area mana yang tidak boleh dilihat dan disentuh orang lain. Di samping itu ajarkan mereka untuk berkata “TIDAK” saat ada orang yang melakukan hal yang membuatnya tidak nyaman.
 
Lebih dari itu, pastikan Anda menjadi orang tua yang selalu ada di sisinya dan sering mengobrol dengannya. Dengan kebiasaan tersebut, hubungan antara orang tua dan anak jadi lebih kuat sehingga anak lebih mau terbuka bila mengalami masalah.
 
Baca juga:
7 Langkah Lindungi Anak dari Bullying
Sikap Ini Hindarkan Anak dari Perilaku Bullying
Ajari Anak Pintar Menjaga Diri
Anak Pandai Jaga Diri Lewat 6 Hal Ini
Latih Anak Pintar Menjaga Diri
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: UNSPLASH

 

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

Strategi Perlindungan Diri yang Harus Diajarkan Orang Tua

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia