Presiden Mengimbau Social Distancing, Apakah Itu?





“Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah.” Inilah imbauan Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu, 15 Maret 2020 saat menyampaikan perkembangan COVID-19 di Indonesia. Presiden menggarisbawahi pentingnya social distancing dengan meminimalisir keluar rumah.
 
Apa yang dimaksud dengan social distancing? Lisa Lockerd Maragakis, M.D., M.P.H., direktur senior pencegahan infeksi di Johns Hopkins di Maryland, AS mengatakan bahwa social distancing atau social distance adalah peningkatan jarak ruang fisik antara satu orang ke orang lainnya untuk menghindari penyebaran penyakit. Lisa menyebut bahwa kita setidanya berjarak enam kaki (kira-kira 1,8 m) dari orang lain untuk mengurangi peluang tertular atau menularkan virus corona.
 
Ahli epidemiologi University of California, San Francisco, AS, Jeff Martin, M.D., M.P.H., mengatakan bahwa menjaga jarak sosial saat ini merupakan faktor paling penting yang bisa kita kontrol dalam menekan wabah COVID-19. Oleh karenanya, ia menyarankan agar setiap orang mengurangi jumlah dan durasi kontak dengan orang lain.
 
Bisa Memperlambat Penyebaran
Martin menjelaskan bahwa jumlah reproduksi virus dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk seberapa inherennya virus itu, seberapa rentan orang terhadap infeksi, jumlah kontak di antara orang-orang, dan lamanya kontak itu. "Semakin tinggi angka reproduksi, semakin cepat akan menyebar," kata Martin.
 
Oleh karenanya, dengan menjaga jarak sosial, kita dapat membantu penyebaran virus jadi lebih lambat. Ia juga menjelaskan bahwa jarak sosial juga dapat secara efektif meluas ke tindakan pencegahan lingkungan seperti mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh—yang mungkin menularkan virus, kata Martin. Secara singkat, dengan menjaga diri untuk menghindari pergi keluar rumah atau berada di keramaian, setiap orang jadi meminimalisir kemungkinan ‘meninggalkan jejak’—virus—yang mungkin disentuh orang lain.
 
Langkah Menjalankan Social Distancing
Sama seperti pesan Presiden Jokowi untuk memilih produktif di rumah, Lisa juga menyebutkan langkah menjalankan social distancing, antara lain:

  • Bekerja dari rumah, alih-alih di kantor
  • Menutup sekolah atau beralih ke kelas online
  • Menjumpai orang yang dicintai melalui perangkat elektronik alih-alih secara langsung
  • Membatalkan atau menunda konferensi dan rapat besar
 
Pentingnya Social Distancing
Martin menjelaskan bahwa penyebaran yang lebih lambat sebagai efek dari social distancing berarti bahwa pada hari tertentu, lebih sedikit orang akan membutuhkan perawatan kritis untuk penyakit parah. Saat banyak pasien yang secara mendadak datang di waktu yang hampir bersamaan, maka fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan akan sulit untuk menampung dan memberikan perawatan pada pasien. Sementara, bila penyebaran lebih lambat, maka akan memperlebar rentang waktu pasien yang terinfeksi untuk datang ke fasilitas kesehatan sehingga dapat ditampung.
 
Jadi, perlu diperhatikan ya, Ma, Pa, jaga keluarga Anda tetap di rumah untuk sementara. Keluar hanya bila benar-benar diperlukan saja atau bila terpaksa. Sebab, ini bukan hanya bentuk melindungi diri sendiri, melainkan melindungi semua orang.
 
(Lela Latifa)
Foto: Freepik

 


Topic

#corona #viruscorona #covid19 #coronavirus

 





Video

The Power Duo Business + Parenthood


Polling

Presiden Mengimbau Social Distancing, Apakah Itu?

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia