6 Tip Menjadi Suami Suportif Selama #dirumahsaja


Banyak yang mungkin mengira bahwa karantina #dirumahsaja adalah sebuah kemewahan dari segi waktu. Anda tak perlu menghabiskan waktu di kantor dan berpisah dari keluarga selama 8 atau 9 jam. Belum lagi ditambah beradu dengan kemacetan di perjalanan—semakin banyak waktu Anda yang terbuang di luar.
 
Nah, awalnya Anda mungkin berpikir akan bisa menikmatinya dengan tenang bersama seluruh anggota keluarga—si kecil tidak pergi ke sekolah dan istri Anda juga tak perlu mengantar-jemputnya serta tak perlu pergi bekerja. Akan tetapi, ternyata semuanya tidak sesuai ekspektasi awal Anda.
 
Ada saja kericuhan di rumah yang membuat Anda tak bisa tenang, bahkan untuk fokus pada pekerjaan Anda di jam kerja. Anda mungkin merasa terganggu dengan teriakan istri Anda saat ada kelakuan si kecil yang memantik emosinya, ia yang menganggap Anda kurang membantu, dan lain sebagainya.
 
Sabar dulu, Pa. Coba lihat kembali, beban istri Anda memang menjadi ekstra saat harus #dirumahsaja seperti sekarang ini. Ia harus menyelesaikan pekerjaan kantornya, mengurus anak, menemani anak belajar di rumah dan membantu memberi pengarahan, dan juga menyelesaikan pekerjaan rumah. Belum lagi sebentar-sebentar ia harus berurusan dengan dapur sebab keluarga Anda tak berani jajan di luar. Ini semua tak mudah baginya.
 
Nah, ambil bagian untuk meringankan semua bebannya, ya, Pa. Beberapa langkah berikut bisa Anda coba:


1. Sepakati Jam Kerja

Nah, ini adalah hal yang paling penting. Jangan berpikir hanya Anda saja yang harus bekerja, ya, Pa. Ingat, Mama juga work from home dan ia mungkin akan sedikit kewalahan dengan si kecil yang ingin selalu bersamanya. Wajar, sulit bagi anak-anak untuk menerima bahwa mereka harus ‘dicueki’ saat orang tuanya ada di dekatnya.
 
Oleh karenanya, Dr. Stephanie Newman, psikolog klinis di New York, AS, mengatakan bahwa penting bagi Anda untuk menyepakati jam kerja dengan istri. Buat daftar kerja Anda sendiri dan tunjukkan pada istri Anda untuk didiskusikan. Sebaliknya, minta istri Anda sendiri untuk membuat jadwal: jam berapa ia butuh panggilan konferensi, menyelesaikan tugas, dan laporan.


2. Sepakati Me Time

Semua orang sudah bekerja ekstra—menyelesaikan pekerjaan kantor, mengurus anak, dan mengurus rumah. Maka, semua orang juga berhak mendapatkan waktu istirahat, entah itu waktu untuk minum kopi, baca buku, menelepon teman, dan lain sebagainya. “Semua orang mendapat satu,” ujar Newman. Newman mengatakan bahwa hal ini akan menurunkan potensi kemarahan dan pertengkaran selama karantina di rumah saja.

3. Komunikasi Lebih Baik

Banyak pasangan yang sudah mengeluhkan tingkat stres yang lebih tinggi selama harus bekerja di rumah dan anak-anak belajar di rumah. Stres akibat tekanan waktu tersebut tentu berpotensi memicu pertengkaran. Nah, untuk menghindari ‘ledakan’ di rumah, Dr. Zlatin Ivanov, psikiater di New York, AS, menyarankan cara komunikasi berikut saat ada keluhan dari pasangan: “Iya, aku setuju.” “Aku mengerti.” “Kita bisa selesaikan ini sama-sama, ya.” “Aku menghargai waktu dan privasimu, jadi tolong lakukan itu juga untukku.” Nah, jadi coba lebih sabar untuk tidak ikut terpancing emosi, ya, Pa.
 
"Selain itu, berikan satu sama lain ruang untuk membantu menenangkan pikiran dan indera. Kita memang makhluk sosial, tetapi ketika kita frustrasi dan merasa kewalahan, kadang-kadang kita perlu tinggal sendirian untuk sementara waktu,” ujar Zlatin.


4. Hadiah Kecil

Berikan hadiah kecil pada Mama. Misal, dengan memasak sarapan sebelum ia bangun atau membuatkan ia teh hangat. Tak hanya itu, Anda juga bisa memberikan hadiah berupa pelukan dan ciuman. Ini akan sangat mampu menjaga kehangatan selama di rumah saja dan membendung konflik.

5. Membantu Menyelesaikan Pekerjaan Rumah

Pekerjaan rumah akan bertambah bila Anda sekeluarga di rumah saja. Rumah berantakan karena anak-anak akan mengeluarkan lebih banyak mainan, lebih sering memasak karena keluarga Anda tak bisa jajan di luar, cucian piring yang lebih menumpuk sebab semua orang makan di rumah, atau baju kotor yang menumpuk karena baju yang sudah dipakai keluar harus langsung dicuci.
 
Pekerjaan rumah tangga sering menjadi sumber pertengkaran, baik saat karantina seperti ini atau tidak. Ikut ambil bagian untuk mengurangi stres, ya, Pa. Di samping itu, hal ini tentu dapat meningkatkan rasa cinta Mama ke Papa serta meningkatkan kualitas hubungan.


6. Habiskan Waktu Bersama

Sekalipun Anda menghabiskan waktu bersama di ruang yang sama selama 24 jam penuh, itu tidak menjamin Anda dan pasangan bisa betul-betul sepenuhnya hadir untuk satu sama lain. Oleh karenanya, luangkan waktu untuk bersama, bisa mengobrol, menonton, atau makan berdua tanpa anak-anak. Saat Anda berdua saja, Anda layaknya me-recharge energi hubungan.
 
 
Baca juga:
8 Cara Suami Membantu Istri Sukses Melewati Baby Blues
11Tip Tetap Produktif Selama Kerja dari Rumah (Bagian 1): Suami to the Rescue
6 Trik Meremajakan Hubungan Suami-Istri
6 Aturan Suami-Istri Menggunakan Ponsel
5 Cara agar Suami Mendengarkan Omongan Anda
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: PIXABAY
 

 
 


Topic

#corona #coronavirus #covid19 #covid-19

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia