Anti Bubar Jalan Wujudkan Resolusi Tahun Baru

resolusi tahun baru antigagal


Menjelang tahun baru, beberapa orang biasanya membuat daftar keinginan. Bagaimana dengan Anda? Apakah punya keinginan tertentu? Menurunkan berat badan, lebih sehat, meningkatkan skill, belajar lebih banyak ilmu parenting, atau lebih matang secara finansial, misalnya?
 
Baca juga: 7 Tip Manajemen Keuangan untuk Sandwich Generation
Cara Cerdas Buat Resolusi Keuangan (Part I)
 
Jangan sekadar dijadikan angan-angan belaka, ya, Ma. Lebih baik, apa yang menjadi keinginan Anda tersebut dipadatkan dalam bentuk resolusi.
 
Resolusi Bagaikan GPS Kehidupan
Resolusi berbeda dengan sekadar angan-angan. Resolusi butuh komitmen untuk diwujudkan. Resolusi juga butuh direncanakan dengan tepat.
 
Psikolog Nessi Purnomo, M.Si., mengatakan bahwa orang yang membuat resolusi akan lebih mudah mencapai tujuannya ketimbang mereka yang tidak membuat resolusi. Ia mengibaratkan resolusi sebagai GPS di dalam kehidupan. Resolusi dapat dijadikan petunjuk yang mengarahkan langkah kita.
 
Andaikan suatu hari kita kedapatan tidak konsisten melakukan sesuatu yang linier dengan tujuan kita, resolusi yang sudah kita tulis sebetulnya sekaligus bisa menjadi bahan pengingat. “Kadang, kan, kita suka buat jalan sendiri. Disuruhnya (oleh GPS) belok kanan, tapi kita malah ke kiri. Tapi itu nanti, kan, akan reroute,” ujar Nessi mengilustrasikan bahwa kita lebih bisa melakukan evaluasi terhadap diri sendiri jika sudah ada daftar resolusi.
 
Banyak yang Bubar Jalan di Pertengahan, Harus Bagaimana?
Sayangnya, banyak orang yang kemudian harus bubar jalan duluan dan tidak dapat menyelesaikan target-target resolusinya. Menurut Nessi, hal tersebut kemungkinan besar dikarenakan ada beberapa kesalahan yang dilakukan saat membuat resolusi.
 
Apa saja kesalahan yang harus dihindari agar resolusi tidak bubar jalan?

  • Tidak Menuliskannya
Menuliskan daftar resolusi Anda sangatlah penting. “Biar nggak jadi angan-angan belaka,” ujar Nessi. Ketika Anda menuliskannya, Anda juga akan lebih mudah untuk menyusun to do list dalam mewujudkannya.
 
Tuliskan resolusi dan tempel di tempat yang mudah dilihat seperti di agenda, kulkas, kamar, atau bahkan di wallpaper ponsel. Ini bisa menjadi motivasi untuk Anda.
 
  • Tidak Membuat Rincian atau Breakdown
Banyak orang hanya menulis gol besarnya dalam setahun, namun tidak merincinya menjadi subtujuan yang lebih kecil-kecil. Anda harus melakukan breakdown ke subtujuan yang lebih kecil.
 
Subtujuan yang lebih kecil mempermudah Anda menentukan langkah apa yang harus Anda lakukan. “Misalnya, ingin menurunkan berat badan. Oke, bulan pertama, makannya dulu dibenerin, bulan kedua mulai olahraga,” contoh Nessi.
 
  • Tidak Realistis
Nessi mengingatkan bahwa membuat resolusi itu harus realistis. Anda harus menyesuaikan keadaan dan sumber daya yang Anda miliki sekarang dengan tujuan Anda. Target yang tidak realistis akan membuat Anda kesulitan mewujudkannya dan berpotensi menyerah di tengah jalan.
 
  • Tidak Punya Timeline
Sama seperti program kerja di perusahaan atau organisasi, resolusi juga harus punya timeline. Kedengarannya ribet sekali, ya? Tidak, kok, justru dengan timeline, Anda akan lebih mudah untuk mengelola tindakan Anda. Sebab, tidak sedikit orang yang tak sadar bila waktu berlalu begitu cepat tanpa ia sempat melakukan apa-apa untuk mewujudukan resolusinya.
 
Eh, tahu-tahu nanti sudah akhir tahun lagi dan Anda belum ngapa-ngapain,” ujar Nessi menyinggung soal ketiadaan manajemen waktu dalam membuat resolusi.
 
  • Tidak Ada Evaluasi
Sama seperti pekerjaan kantor, resolusi pribadi Anda juga butuh dievaluasi. Evaluasi memungkinkan Anda untuk menemukan sumber kebuntuan jika ada masalah, mencari cara alternatif, atau bahkan merumuskan ulang target. Anda juga bisa meminta bantuan ulang orang terdekat seperti suami untuk melakukan evaluasi.
 
Resolusi Itu Jangka Pendek
Menjawab pertanyaan apa bedanya resolusi dan impian, Nessi menegaskan bahwa impian bersifat lebih jangka panjang. Sementara, resolusi adalah seperti anak tangga yang Anda bangun tahun demi tahun untuk mencapai impian tersebut.
 
Jadi, Nessi berpesan agar jangan sampai terjebak terlalu muluk-muluk dalam membuatnya, karena sejatinya resolusi itu bertahap. Apa yang sudah Anda lakukan di resolusi tahun lalu, akan diperbaiki dan ditambah di tahun depan, dan begitu seterusnya.
 
Baca juga:
8 Ide Resolusi Tahun Baru untuk Anak-Anak
Tetap Seru Rayakan Tahun Baru di Tengah Pandemi
7 Tip Keuangan Bebas Utang
Pentingnya Cek Kesehatan Rutin
Frekuensi dan Durasi Olahraga yang Tepat
5 Prioritas Penting yang Harus Ada di Perencanaan Keuangan Papa
 
 
LTF
FOTO: FREEPIK

 


Topic

#duniamama #selfcare

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia