Pelaku Mom Shaming Kebanyakan Orang Dekat Anda

Mom shaming bisa sangat menyakitkan untuk seorang ibu. Dikritik tajam, digugat caranya, dan dipertanyakan kemampuannya, akan membuat seorang ibu jatuh ke dalam perasaan gagal menjadi ibu yang baik.
 
Psikolog Anak & Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si., Psi., mengatakan bahwa hal tersebut bisa berdampak ke dalam praktik ibu sehari-hari saat mengasuh anak.
 
Sayangnya, psikolog yang kerap disapa Nina ini menyebut bahwa berdasarkan riset, pelaku mom shaming kebanyakan bukanlah orang yang jauh dari kehidupan sang ibu. Namun sebaliknya, Nina menambahkan, “Pelakunya kebanyakan orang yang sungguh-sungguh sudah mengenal ibu, misal orang tua atau mertua sendiri, suami, atau teman yang sudah benar-benar dekat.”
 
Menurut Nina, tak sedikit suami, mertua, orang tua, kakak kandung atau ipar yang berkata seperti, “Kamu, kok, nggak becus, sih, jadi ibu!” Atau berkomentar, “Kamu gimana, sih, masa begitu aja nggak bisa?” atau, “Kamu yang benar, dong, kalau ngurus anak!”
 
“Banyak juga, lho, pasangan yang bertengkar terus-menerus karena tanpa disadari ada banyak mom shaming atau bahkan dad shaming, tapi tidak segera diselesaikan oleh mereka,” kata Nina.
 
Baca juga: 2 Alasan Utama Seseorang Jadi Pelaku Mom Shaming
 
Terjebak Prasangka Baik
Nina mengatakan bahwa beberapa ibu mungkin mencoba berpikir positif saat menghadapi kritik dari kerabat dekatnya. “Oh, ya, nggak apa-apa, sih, mereka mau mengingatkan, karena mereka perhatian,” ujar Nina memberi contoh pikiran-pikiran ‘positif’ itu.
 
Nina mengatakan bahwa terus-menerus mengeluarkan prasangka baik seperti itu juga tidak baik bagi ibu. Anda justru bisa terjebak semakin dalam pada perasaan buruk yang berdampak negatif pada kesehatan mental. Nina berpesan agar para ibu bisa membedakan mana yang mom shaming dan mana yang saran. “Sebenarnya, kalau mau ditelaah, sama seperti bullying. Apa yang membedakan mom shaming dengan saran biasa? Yaitu, ada sesuatu yang merendahkan atau tidak? Ada intensi  atau tidak, untuk merendahkan?” Nina mengingatkan agar kalimat yang berupa mom shaming dan tak punya nilai masukan yang positif tak perlu terlalu dipedulikan.
 
Baca juga: 4A: No Baper Hadapi Mom Shaming
 
Suami juga Harus Tahu
Bila suami Anda adalah pelaku mom shaming itu sendiri, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Pertama, komunikasikan kepada suami tentang keberatan Anda dengan komentarnya. Beri ia pemahaman betapa Anda sudah melakukan berbagai upaya dan jelaskan kesulitan Anda.
 
Kedua, sampaikan juga harapan Anda kepada suami dan ajukan permintaan kepadanya untuk membantu Anda dalam hal yang ia keluhkan. “Buat kesepakatan juga agar jangan sampai hal itu terjadi lagi,” tutur Nina.
 
Baca juga: Apa Saja Contoh Dad Shaming Yang Dialami Ayah?
 
Buat Batasan
Banyak ibu yang tinggal bersama keluarga besar mengeluhkan bahwa mom shaming terus-menerus terjadi. Terlebih, ditambah lagi dengan keluarga besar seperti orang tua kandung, mertua, atau saudara kandung dan ipar yang terus mencampuri perihal pengasuhan.
 
Menurut Nina, hal pertama yang bisa dilakukan adalah juga mengomunikasikan keberatan Anda kepada mereka dan menyampaikan kesepakatan pengasuhan Anda dan suami. Di samping itu, Nina menganjurkan untuk menciptakan batasan antara kehidupan keluarga inti Anda dengan anggota keluarga besar lainnya.
 
Baca juga: 6 Tip Hidup Rukun dengan Mertua
 
Nina mengatakan, “Kalau kita tinggal di lingkungan keluarga yang besar, maka kita tetap harus punya boundaries (batasan). Misal, kamu boleh mengatur anakku pakai baju apa, tapi kalau urusan apa yang harus dimakan, cuma aku yang boleh atur. Atau, kalau aku dan anakku sudah masuk kamar, nggak ada yang boleh masuk setelahnya.”
 
Nina mengakui bahwa hal ini memang cukup sulit untuk dilakukan di budaya keluarga Indonesia. “Tapi boundaries yang jelas ini penting agar tidak ada yang jadi korban toxic siapa pun. Jadi, biar kita bisa menghargai diri kita sendiri dengan hak-hak kita dan orang lain juga menghargai kita,” ujarnya.
 
Baca juga:
Pentingnya Pertemanan Para Ibu
Cara Menyikapi Teman dengan Tegas
Terhasut Teman Belanja
6 Tip Hidup Rukun dengan Mertua
Apa Itu Dad Shaming?
 
Lela Latifa
Foto: Freepik
Updated: Juni 2022

 


Topic

#duniamama #selfcare

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia