Perempuan 4x Lebih Berisiko Osteoporosis, Cegah dengan 5 Langkah Ini

bagaimana mencegah osteoporosis


Penelitian yang dilakukan oleh International Osteoporosis Foundation menunjukkan bahwa perempuan 4 kali lebih berisiko mengalami osteoporosis dibandingkan laki-laki. Osteoporosis terjadi secara bertahap dalam jangka waktu yang lama. Yang perlu diperhatikan adalah osteoporosis tidak menunjukkan gejala dini, sehingga efeknya bisa terasa sangat tiba-tiba.
 
Osteoporosis menyebabkan struktur tulang menjadi rapuh, lemah, dan rentan patah, bahkan hanya karena goncangan kecil atau karena gerakan yang tiba-tiba seperti bersin. Pada tahap lanjut, osteoporosis membuat seseorang mengalami sakit punggung yang disebabkan oleh tulang belakang yang patah atau hancur, penurunan tinggi badan dari waktu ke waktu, postur bungkuk, risiko tulang lebih mudah patah.
 
Didukung Oleh Menopause
Mengapa perempuan lebih rentan mengalami osteoporosis? Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi dalam peringatan Hari Osteoporosis Sedunia yang diadakan oleh CDR menjelaskan bahwa perempuan pada umumnya mengalami peningkatan pengoroposan tulang setelah menopause, yaitu ketika kadar estrogennya turun tajam. “Di usia setelah puncak masa tulang di usia sekitar 30 tahun, penurunan akan lebih tajam atau besar lagi dengan adanya menopause karena masalah hormonal dan mungkin juga dipengaruhi oleh pola makan perempuan di usia setelah 50 tahun,” ujarnya.
 
Ia juga menjelaskan bahwa dalam lima hingga tujuh tahun setelah menopause, seorang perempuan dapat kehilangan kepadatan tulang mereka hingga 20% atau lebih. Bahkan, ia juga menuturkan data global bahwa 1 dari 3 perempuan berusia lima puluh tahun ke atas mengalami osteoporosis.
 
Faktor Risiko Osteoporosis
Di antara kita mungkin masih ada yang mengaitkan osteoporosis sebagai ‘penyakit orang tua/lansia’. Penyanyi Raissa dalam acara ini pun juga mengatakan, “Kita, kan, dari dulu cuma tahu bahwa kalau kita tua itu nanti ada osteoporosis. Tapi kita nggak pernah tahu, tua itu umur berapa, ada apa, sih, di masa tua, dan faktor-faktor apa yang menyumbang osteoporosis.”
 
Selain karena pertambahan usia, ada lagi hal-hal lain yang membuat perempuan memiliki kerentanan khusus, yakni karena hamil dan menyusui. Sebab, untuk tumbuh, janin mengambil kalsium dari tulang ibu, begitu pon saat menyusui.
 
Baca juga: Skoliosis Saat Hamil
 
Dr. Luci juga menyebutkan faktor risiko osteoporosis lainnya, yakni:

  • Indeks Massa Tubuh (IMT) di bawah atau sama dengan 19.
  • Menderita gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia.
Baca juga: Orthorexia, Obsesi Makan Makanan Sehat
 
  • Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol dan bersoda secara berlebihan.
  • Riwayat orang tua yang pernah mengalami retak tulang pangkal paha atau mengidap osteoporosis.
  • Berasal dari etnis Asia atau Kaukasia.
  • Ukuran tubuh yang lebih kecil menyebabkan berkurangnya kadang massa tulang yang berdampak pada kepadatan tulang seiring bertambahnya usia.
  • Malabsorpsi atau ketidakmampuan usus menyerap nutrisi di dalam makanan, misalnya karena penyakit celiac atau crohn.
  • Pernah menjalani operasi saluran pencernaan yang menyebabkan berkurangnya ukuran perut dan serapan kalsiumnya.
  • Tidak melakukan aktivitas fisik atau olahraga dalam jangka waktu yang lama.
  • Konsumsi obat-obatan, terutama yang berdampak pada kadar hormon seperti pengobatan kanker prostat atau obat kortikosteroid
 
Dampak Osteoporosis
Apa dampaknya bila osteoporosis sudah terjadi? Menurut International Osteoporosis Foundation, hanya sepertiga saja yang dapat sembuh dan beraktivitas optimal. 20% pasien patah tulang osteoporosis meninggal dalam jangka waktu satu tahun. Sepertiga di antaranya harus terus berbaring di tempat tidur, sepertiga lainnya harus dibantu untuk dapat berdiri dan berjalan.
 
Langkah Mencegah Osteoporosis
Menurut dr. Suci Sutinah, Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sedini mungkin untuk mencegah osteoporosis, yakni:

1. Rutin mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan tulangBaca juga: 8 Makanan Anti-Aging Terbaik Sebelum Usia 40-an
 
2. 
Aktif dan teratur berolahraga. Ketahui Frekuensi dan Durasi Olahraga yang Tepat 

3. Menghindari rokok dan membatasi alkohol serta minuman bersoda 

4. Menyukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D. Dokter Suci menyebutkan bahwa kebutuhan kalsium untuk perempuan 19-29 tahun adalah 1100 mh/hari, untuk perempuan di atas 30 tahun adalah 1000 mg/hari. Sementara, ibu hamil dan menyusui membutuhkan 1200-1300 mg/hari. Sumber Kalsium Tak Hanya Susu, Dapatkan Juga dari 5 Sayuran Ini  
Konsumsi tersebut juga harus diikuti dengan asupan vitamin D sebesar 600 IU atau 15 mcg per hari.
 

5. Berjemur atau terpapar matahari sekitar jam 10.00 – 15.00 selama 5 sampai 15 menit 
 
Baca juga:
4 Bahan Makanan Penghasil Kolagen Alami
Memilih Olahraga Tepat Sesuai Siklus Menstruasi
8 Fakta tentang Vagina
6 Makanan Tinggi Protein untuk Anak-Anak, Lebih Tinggi daripada Telur
9 Daftar Makanan Kaya Kalium
 
LTF
FOTO: FREEPIK

 


Topic

#duniamama #kesehatan #selfcare

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Perempuan 4x Lebih Berisiko Osteoporosis, Cegah dengan 5 Langkah Ini

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia