Working Mom dan Milenial Rentan Menjadi Orang Tua Perfeksionis



 
Sebagai orang tua, kita semua tentu mengupayakan hal yang paling sempurna untuk anak Anda. Sayangnya apa yang menurut orang tua sempurna belum tentu baik bagi anak-anak. Orang tua yang perfeksionis justru berpotensi membuat anak-anaknya berada dalam kondisi yang sulit.
 
Orang tua perfeksionis akan menerapkan standar tertentu dan dengan keras menegakkan standar tersebut agar bisa dipatuhi dan dipenuhi oleh anak-anaknya. Nichole Richardson, terapis pernikahan dan keluarga di Austin, Texas, AS mengatakan bahwa orang tua yang tidak bisa toleran terhadap ketidaksempurnaan mereka sendiri sering tidak bisa toleran terhadap kekurangan anak-anak mereka juga. Tentunya, hal ini akan menjadi beban bagi anak-anak.
 
Working Mom dan Dunia Kerjanya
Amy Morin, LCSW, psikoterapis dari Northeastern University di Boston berpendapat bahwa working mom sangat mungkin menjadi orang tua yang perfeksionis. Ia menyebutkan dua alasan di balik pendapatnya tersebut. Yang pertama, perempuan yang bekerja akan terbiasa dengan isu tentang prestasi di tempat kerjanya, terlebih bila para pegawai di perusahaan tempat ia bekerja sangat kompetitif.
 
Menurut Amy, “Siapa pun yang terbiasa menjadi orang berpretasi di tempat kerja, akan merasakan kebutuhan untuk berhasil di bidang lain dalam kehidupan mereka juga.”  Sehingga, hal tersebut juga berlaku dalam keluarga dan pengasuhan.
 
Akan tetapi, sayangnya dunia pengasuhan anak tidak bisa disamakan dengan pencapaian dalam dunia kerja. Dunia kerja memiliki sistem penilaian tertentu seperti KPI yang dikembangkan oleh HRD untuk meningkatkan produktifitas para pegawainya. Sedangkan, tidak begitu dengan mengasuh anak. Anak tidak bisa dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi pencapaian orang tua atas kesempurnaan.
 
Sekalipun demikian, working mom termasuk ke dalam 6 Ciri Orang Tua yang Membesarkan Anak Sukses , lho.
 
Alasan kedua yang diungkapkan Amy adalah ibu yang bekerja sering melaporkan mengalami stres dengan tingkat yang lebih besar ketimbang ibu lainnya. Penyebabnya adalah mereka mencoba untuk melakukan semuanya seolah mereka adalah super hero. Mereka menuntut dirinya untuk dapat mengurus pekerjaan dan pengasuhan dengan sempurna.
 
Baca juga Perasaan Bersalah Ibu Bekerja Pemicu Stres Kronis untuk mengetahui dilema antara mengejar karier atau mendampingi pertumbuhan anak yang dirasakan oleh para working mom.
 
 
Ciri Khas Generasi Milenial
Golongan kedua yang rentan menjadi orang tua perfeksionis adalah generasi milenial. Generasi milenial sangat rentan terhadap bentuk perfeksionisme. Sebuah penelitian tahun ini yang diterbitkan oleh jurnal Psychological Bulletin menunjukkan bahwa generasi milenial lebih perfeksionis daripada generasi sebelumnya. Sebab, generasi ini secara umum punya ciri khas mengedepankan kinerja yang tinggi serta mengekspektasikan hasil yang sempurna.
 
Monika Roots, MD., psikiatris dari University of Wisconsin-Madison, AS mengatakan bahwa hal ini disebabkan generasi milenial pada masa anak-anak menghadapi banyak tekanan dari orang tuanya. Mereka didorong untuk terus menjadi yang terbaik di kelas, mendapatkan juara di banyak kompetisi, diterima di sekolah unggulan, menjadi mahasiswa berprestasi dengan IPK tinggi, dan banyak target kesempurnaan lainnya. Ini membuat mereka takut tidak melakukan pekerjaan dengan sempurna, termasuk dalam hal pengasuhan anak.
 
Kalau menurut Anda bagaimana? Baca 8 Tanda Orang Tua Perfeksionis untuk mengetahui kondisi pengasuhan Anda.
 
Baca juga:
7 Tanda ini Menunjukkan Anda adalah Mama Milenial
Bekerja Lebih dari 40 jam Seminggu Berisiko Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi
Bekerja di Usia 30-40 dapat Meningkatkan Kesehatan Anda
Anak Marah Saat Mama Bekerja? Ini Solusinya!
Dampak Positif Mama Bekerja
 
 
LTF
FOTO: FREEPIK
 

 

 


Topic

#duniamama

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Working Mom dan Milenial Rentan Menjadi Orang Tua Perfeksionis

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia