Barang atau Pengalaman? Ini Hadiah yang Membuat Anak-anak Lebih Bahagia

apakah hadiah berharga untuk anak-anak


Ada kalanya memilih hadiah untuk anak-anak adalah hal yang membingungkan. Bukan apa-apa, kadang-kadang Anda kehabisan ide lantaran sudah terlalu sering memberikan hadiah, baik hadiah yang dilandasi karena intensi yang tulus atau hadiah yang bersifat kultural seperti ulang tahun atau hari besar keagamaan.
 
Saat memberi hadiah, kita sebagai orang tua tentu saja mencoba untuk mengenali dan mengingat-ingat apa yang bisa membuat si kecil bahagia. Nah, sebetulnya hadiah seperti apa, sih, yang membuat anak lebih bahagia? Apakah hadiah berupa barang seperti mainan, buku, baju, atau hadiah berupa pengalaman seperti mengajak jalan-jalan maupun memberikan sebuah pengalaman baru.
 
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lan Nguyen Chaplin, Ph.D., profesor marketing sekaligus peneliti psikologi konsumen di University of Illinois, Chicago, AS menunjukkan bahwa perbedaan usia ternyata memiliki pengaruh terhadap kebahagiaan mereka atas sebuah hadiah. Artinya, ketika mereka tumbuh menjadi semakin dewasa, bentuk hadiah yang mereka harapkan tak lagi sama dengan yang mereka harapkan ketika masih lebih kecil.
 
Penelitian yang dilakukan oleh Chaplin dan koleganya ini melibatkan 240 anak berusia 3-17 tahun dalam empat tahap penelitian. Mereka mempelajari pada usia berapa anak-anak merasa lebih bahagia mendapat hadiah berupa pengalaman daripada hadiah berupa barang atau materi.
 
Dua studi pertama diikuti oleh 74 dan 84 anak usia 5-16 tahun. Mereka diminta untuk membuat pilihan hadiah yang mereka inginkan dari daftar berisi 16 barang dan 16 pengalaman. Penelitian ini juga mengikutsertakan orang tua yang diminta untuk memprediksi hadiah yang dipilih oleh anak-anak mereka.
 
Studi berikutnya melibatkan 56 anak usia 3-12 tahun dalam wawancara terbuka untuk menjawab apa yang membuat mereka bahagia dan mengapa. Sementara, studi terakhir memasukkan remaja berusia 13-17 tahun.
 
Hasil dari penelitian ini menunjukkan:

  • Anak-anak yang lebih kecil merasa lebih banyak kebahagiaan dari hadiah berupa barang.
  • Ketika usianya bertambah, kebahagiaan yang diperoleh anak-anak dari hadiah adalah berupa pengalaman semakin meningkat, sedangkan kebahagiaan yang mereka peroleh dari barang materi tidak bertambah.
  • Di usia remaja, kebahagiaan yang diperoleh anak-anak dari hadiah berupa pengalaman ternyata melebihi kebahagiaan yang mereka peroleh dari hadiah barang atau materi.
 
Bagaimana ini bisa terjadi? Ternyata, keterampilan kognitif anak memiliki peran penting di sini. Hadiah berupa pengalaman jauh lebih kompleks daripada hadiah berupa barang karena lebih abstrak. Anak-anak butuh keterampilan kognitif yang lebih baik, yang artinya hal itu bisa didapat di usia yang lebih matang.
 
Baca juga: 4 Manfaat Humor Bagi Perkembangan Kognitif Anak
 
Di samping itu, aspek perkembangan lain yang memengaruhi kebahagiaan dari hadiah berupa pengalaman adalah kemampuan menghargai orang lain. Dibutuhkan keterampilan sosial dan emosional yang lebih baik dari anak-anak untuk dapat mengelolanya.
 
Baca juga: 7 Langkah Mengembangkan Kecerdasan Sosial Balita
 
Mama dan Papa sedang mempersiapkan hadiah untuk anak? Hasil penelitian ini bisa dipertimbangkan, ya. Akan tetapi, ingat juga untuk Hindari Memanjakan Anak dengan Hadiah, ya, terutama Hadiah Saat Anak Berperilaku Baik karena hal ini akan membuat mereka belajar bahwa mereka hanya akan melakukan hal baik jika ada hadiahnya.
 
Baca juga:
7 Ide Hadiah Natal untuk Kakak-Adik di Masa Pandemi
Bolehkah Memberi Iming-iming Hadiah Agar Anak Menjalankan Puasa?
Melatih Delay Gratification, Keterampilan Penting untuk Anak
Apakah Anda Termasuk Mama yang Selalu Menuruti Anak?
 
LTF
FOTO: FREEPIK

 


Topic

#keluarga #parentingstyle #parenting #pengasuhan anak

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Barang atau Pengalaman? Ini Hadiah yang Membuat Anak-anak Lebih Bahagia