3 Langkah Mengasuh Anak Tangguh


 

Tidak hanya merawat anak-anak agar sehat secara fisik, orang tua juga punya PR besar untuk menumbuhkan anak-anak yang punya mental tangguh. Anak-anak yang tangguh akan lebih mampu menghadapi berbagai masalah di kemudian hari secara sehat.
 
Hanlie Muliani, M.Psi., Psikolog Anak, Remaja & Pendidikan, Social Learning Coach Bullying Prevention Consultant, mengatakan bahwa bibit-bibit ketangguhan anak sudah ada sejak dini. “Saya suka menyebut bahwa mentalitas balita itu luar biasa,” ujarnya.
 
“Pertanyaannya, apakah yang sudah ada ini akan dikembangkan dan dilatih, atau justru dipadamkan?” imbuhnya. Hanlie menilai bahwa peran orang tua sangat penting untuk melatih semua potensi itu agar anak menjadi independen dan tidak dependen terhadap orang tua. “Ketika independen, ia jadi anak tangguh dalam menghadapi apa pun yang ada di kehidupannya,” tutur Hanlie.
 
Lalu apa yang bisa dilakukan orang tua dalam mengasuh anak-anak agar mereka tumbuh menjadi tangguh?


1. Tunda Kesenangan

“Biasakan sejak dini untuk delay gratification,” ucap Hanlie. Menurutnya, orang tua harus tahu mana yang jadi kebutuhan atau sekadar keinginan anak. Ia mengatakan, “Kebutuhan harus langsung dipenuhi, keinginan tidak harus langsung dipenuhi.”
 
Menurutnya, penting bagi orang tua untuk membiasakan anak tidak langsung segera mendapatkan apa yang mereka inginkan agar anak-anak tidak mudah merasa puas. “Dalam perjalanan hidup kita itu, ada banyak up and down. Anak-anak yang tidak terlatih menunda kesenangan, dia tidak akan siap menghadapi up and down ini. Sebab, tiap mau apa-apa sudah terpenuhi,” jelasnya.


2. Biasakan Planning dan Organizing

“Ajari anak-anak fungsi eksekutif otak kita, intinya planning dan organizing,” ujar Hanlie. Hal ini bisa dilakukan sejak usia balita. “Hal simpel yang bisa kita latih adalah set up, play, clean up. Mereka yang merencanakan mau main apa, mereka bermain, dan setelah selesai, ya diberesi sendiri. Jadi ketika main, orang tua encourage anak melakukan 3 tahap ini,”
 
Hanlie menyayangkan bahwa sering kali orang tua masih mengambil alih tugas untuk set up dan clean up. Anak-anak jadi tidak punya kesempatan untuk bertanggung jawab dan selalu bergantung pada orang tua. Akhirnya, bisa jadi sampai dewasa pun mereka akan selalu bergantung dan tidak menjadi tangguh.


3. Beri Kesempatan Gagal

Hanlie menyebut hal lain yang juga penting untuk menumbuhkan anak tangguh, yakni memberi mereka kesempatan untuk belajar gagal, kecewa, sedih. Sebab, semua hal itu akan mengajarkan mereka untuk meregulasi emosi dan meregulasi diri.
 
Menurut Hanlie, banyak orang tua yang terlalu memanjakan anaknya karena tidak tega melihat anaknya gagal atau sedih. “Akhirnya semua-semua di-back up,” lanjut Hanlie. Padahal, anak-anak perlu belajar mengenal berbagai emosi dan bagaimana cara untuk bangkit kembali. “Kasih bukan kasihan. Mengasihi bukan mengasihani,” pungkas Hanlie.
 
Saat anak mengalami kegagalan atau kekecewaan, orang tua bisa menempatkan diri sebagai teman yang menerima dan memvalidasi perasaan mereka. Kemudian, orang tua bisa mengambil peran sebagai life coach yang mendampingi mereka menyelesaikan masalah bersama.
 
 
Baca juga:
10 Pedoman Pengasuhan Membesarkan Anak Tangguh
Ajarkan Anak Perempuan Jadi Tangguh
4 Langkah Mempercepat Kemandirian Anak
11 Hal Ini Latih Anak Mandiri Tanpa Bantuan Pengasuh
Saat Anak Balita Mulai Mandiri
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK

 





Video

The Power Duo Business + Parenthood


Polling

3 Langkah Mengasuh Anak Tangguh

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia