6 Nilai yang Dapat Dipelajari Anak dari Diskusi tentang Politik


 

Sebagian orang mungkin menghindari perbicangan tentang pemilu karena dekat dengan politik karena menilainya sebagai sesuatu yang kotor, penuh kecurangan, rumit, dan berjarak. Sebagian orang juga menilai bahwa topik politik hanya ranah orang dewasa saja. Sehingga, anak-anak dianggap tak perlu terlibat di dalam perbincangan tersebut.
 
Padahal, menurut Najeela Shihab, pendidik sekaligus pendiri Keluarga Kita, organisasi yang fokus pada pendidikan keluarga dan pengasuhan mengatakan bahwa pelajaran politik bisa juga diberikan pada anak-anak. Menurutnya, alih-alih berdampak buruk, mendiskusikan dan mengajak anak belajar tentang politik justru memiliki banyak manfaat nyata di dalam kehidupan mereka.
 
Najeela menjelaskan bahwa mendiskusikan politik dengan anak bukan berarti harus membahas tentang partai politik, pemilu, atau bahkan menyiapkan mereka untuk menjadi politisi. “Mengajarkan politik pada anak itu bukan berarti mengajarkan politik yang praktis, tetapi mengajarkan nilai-nilai yang dekat dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan mereka sampai dewasa,” ujar Najeela.
 
Najeela membeberkan nilai-nilai yang bisa Anda ajarkan pada si kecil berkaitan dengan politik:
 
Kebebasan Menyatakan Pendapat
Anda bisa membicarakan ini dengan bahasan pemilihan umum sebagai pintu masuknya. Anak-anak akan belajar bahwa mereka memiliki kebebasan menyatakan pendapat. Ini adalah hak yang bahkan dilindungi oleh Undang-Undang. Kebebasan pendapat adalah salah satu tanda iklim politik yang baik. Namun, perlu diajarkan juga pada anak-anak tentang etika menyampaikan pendapat dan bagaimana harus bersikap bila berbeda pendapat dengan orang lain.
 
Kritis
Lewat diskusi soal kebijakan publik, misalnya saja soal harga bahan pokok, sistem transportasi, atau biaya pendidikan, anak-anak dapat belajar untuk kritis. Anda bisa mendorong mereka untuk melihat suatu masalah lebih detail dan obyektif. Ajak mereka untuk menganalisis apakah masalah tersebut sudah ditangani dengan baik dan tantang mereka mengutarakan solusi yang terpikirkan olehnya. Si kecil akan berlatih untuk kritis.
 
Tanggung Jawab
Anak-anak akan belajar bahwa pemimpin harus bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Mereka memiliki fungsi representasi, yakni mewakili orang lain yang sudah memberikan pilihan pada mereka. Oleh karenanya, mereka bertanggung jawab untuk membuat kebijakan yang mewakili kebutuhan dan kepentingan banyak orang tanpa menomorsatukan kepentingannya sendiri.
 
Kerja Sama
Anak-anak dapat belajar nilai kerja sama dengan mendiskusikan politik. Mereka belajar bahwa suatu tugas tidak akan bisa berjalan bila tidak ada kerja sama. Seorang pemimpin tidak akan berarti bila tidak memiliki orang-orang yang membantunya seperti menteri, pejabat dinas, atau para wakil daerah. Dari sini anak-anak akan paham bahwa keberhasilan sebuah sistem politik atau suatu pemerintahan adalah karena kerja sama, bukan karena individu.
 
Keadilan
Salah satu nilai penting yang didapat anak-anak dari belajar politik adalah keadilan. Mereka akan memahami bahwa keputusan terbaik harus memiliki prinsip keadilan. Keputusan yang diambil harus mengakomodir kebutuhan banyak orang dan adil, artinya tidak memiliki potensi merugikan.
 
Kejujuran
Ini juga merupakan nilai penting. Anak-anak dapat memahami bahwa ketika seorang pejabat publik tidak jujur dengan melakukan tindakan seperti korupsi, tidak satu atau dua orang saja yang dirugikan, melainkan banyak sekali. Artinya, anak-anak juga akan memahami bahwa ketika mendapatkan kepercayaan dari orang lain tidak harusnya diingkari.
 
 
 
Baca juga:
Melindungi Anak dari Informasi Negatif Menjelang Pemilu (Bagian 1)
Melindungi Anak dari Informasi Negatif Menjelang Pemilu (Bagian 2)
6 Kesalahan Orang Tua Membicarakan Politik dengan Anak (Bagian 1)
6 Kesalahan Orang Tua Membicarakan Politik dengan Anak (Bagian 2)
Politik Pilkada Mengancam Rasa Toleransi Anak
Ajari Anak Pendidikan Politik
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK
 
 

 

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia