“Mama kaya orang
gila!”
Kebayang betapa
kagetnya saya ketika pertama kali mendengar Kafka mengucapkan kalimat itu.
Reaksi saya? Khas orangtua pada umumnya: Memarahinya! “Eh, dengar dari mana
kata-kata itu? Gak boleh begitu sama Mama,” kata saya. Dimarahi sambil dipelototi
begitu, Kafka cuma diam saja.
Rasa kaget dan
marah ketika pertama kali mendengar Kafka ngomong gak sopan itu, bertambah
berkali-kali lipat ketika ia mengulangi kata-kata tersebut untuk kedua dan
ketiga kalinya. Reaksi saya masih tetap sama, memarahi sambil memelototinya.
Duhh…, saya benar-benar ngerasa jadi orangtua yang gagal karena anak saya bisa
melontarkan kata-kata nggak sopan itu di usianya yang baru 3,5 tahun.
Beberapa lama
kemudian, Kafka nggak pernah lagi ngomong nggak sopan seperti di atas (yah…
setidaknya di depan saya atau papanya). Sebagai gantinya, dia akan bilang
begini, “Mama kaya pintu!”, atau “Mama kaya tangga!”, atau apapun tergantung
benda apa yang saat itu sedang dilihatnya. Saya memang tidak memarahinya, tapi
saya kemudian berpikir keras mencari cara agar Kafka nggak pernah lagi ngomong
seperti itu, kepada siapapun. Saya takut ia jadi terbiasa dengan kalimat
tersebut setiap kali sedang marah atau ngambek.
Entah dari mana
saya dapat ide, suatu kali ketika Kafka kembali mengucapkan kalimat seperti di
atas “Mama kaya orang gila!”, saya, dengan ekspresi datar, berkata, “Kalau mama
kaya orang gila, berarti Kafka anak mama kaya orang gila juga, dong… Kafka
orang gila, bukan?”
“Bukan,” Kafka
menjawab otomatis.
“Nah, kalau
Kafka bukan orang gila, berarti Mama juga bukan orang gila, dong. Iya, kan?”
Kafka mengangguk menyetujui perkataan saya.
Yah…beberapa
kali Kafka memang masih mengucapkan kalimat nggak sopan itu, sih. Tapi, saya
terus konsisten membalikkan kata-katanya itu dengan kalimat andalan saya.
“Kalau Mama kaya pintu, berarti anak Mama ini juga kaya pintu, dong?”
Saya percaya,
cara yang saya gunakan jauh lebih efektif daripada memarahinya. Sampai saat ini
sih, Kafka sudah jarang banget ngomong nggak sopan sama saya atau pengasuhnya.
Mudah-mudahan saja cara yang saya terapkan menang benar-benar efektif dan
seterusnya bakalan seperti itu.