Beda Pendapat dengan Suami dalam Mengasuh Anak, Atasi dengan 7 Hal Ini!




Pernahkah Mama dan Papa berbeda pendapat dalam mengasuh anak? Entah karena Anda merasa suami Anda selalu memberi kebebasan kepada anak-anak sehingga aturan yang sudah Anda buat dan kerja keras Anda mendisiplinkan anak-anak terasa sia-sia. Kalau seperti itu, siapa yang tidak kesal tentunya, ya?
 
Atau sebaliknya, mungkin saja suami Anda adalah orang yang terlalu ketat dan keras sehingga anak-anak takut kepadanya dan mereka justru melampiaskan kekesalannya kepada Anda. Atau bahkan, apakah suami Anda adalah orang yang tidak terlibat dalam pengasuhan dan tidak pernah membantu merawat anak-anak walaupun ia selalu berada di antara istri dan anak-anaknya?
 
Marni Feuerman, LCSW, LMFT, psikoterapis dan konsultan pernikahan di Florida, AS mengatakan bahwa perbedaan pendapat dalam mengasuh anak adalah masalah yang sering terjadi pada suami. “Dapat menyebabkan perceraian atau hidup selalu dengan kebencian ketika perselisihan tersebut tidak terpecahkan,” ujarnya.
  
Feuerman memberikan kiat agar hubungan suami-istri tidak terpengaruh menjadi buruk ketika menghadapi perbedaan dalam mengasuh anak :
 

1. Saling Bicara
Idealnya, Anda dan suami mendiskusikan perihal pengasuhan jauh sebelum anak Anda lahir. Namun, bila memang sampai saat ini Anda dan suami belum pernah membicarakannya, maka belum terlambat untuk melakukannya. Anda bisa memulai dari membiacarakan hal yang paling dasar, yakni pengalaman pengasuhan yang Anda dapat dari orang tua Anda.
 
Diskusikan tentang bagaimana cara Anda diasuh oleh orang tua dan apa yang Anda dapatkan serta rasakan dari gaya pengasuhan tersebut. Sebab, bagaimana pun, pengasuhan di masa anak-anak akan memengaruhi cara Anda dan suami memandang sesuatu hingga dalam hal pengasuhan.
 
Sampaikan juga filosofi pengasuhan yang tepat menurut Anda, seperti aturan kedisipilinan, konsekuensi, dan cara memberi apresiasi atau reward. Beri ia kesempatan untuk membicarakan pandangannya pula. 
 

2. Kompromi
Dari proses saling bicara dan saling mendengarkan, mustahil Anda tidak menemui perbedaan pandangan sama sekali. Untuk itu, kuncinya adalah kompromi. Sepakatilah titik temu dan buat aturan bersama.
 
Dengan adanya aturan bersama tersebut, masing-masing dari Anda dan suami akan punya pedoman. Ada kalanya perselisihan dalam pengasuhan diakibatkan karena adanya miskomunikasi dan kegagalan memahami maksud mengapa suami menerapkan suatu aturan kepada anak-anak.
 
Anda bisa mengajukan aturan ini kepada anak-anak dan minta pendapat mereka. Diskusikan bila mereka punya pertanyaan dan Anda bisa membuka peluang bagi mereka untuk memberi masukan dan perubahan yang lebih sesuai.
 
Aturan ini tidak hanya ditujukan kepada anak-anak saja, melainkan juga untuk Anda dan suami. Misalnya, aturan tidak bermain ponsel saat sedang makan malam bersama keluarga atau menyempatkan diri selalu mengobrol intim di pagi hari.
 

3. Menentukan Konsekuensi Bersama
Selain aturan, hal lain yang perlu disepakati bersama adalah konsekuensi. Buat konsekuensi bersama suami yang paling tepat. Ingat bahwa konsekuensi tidak harus keras, melainkan efektif.
 

4. Konsisten
Anda dan suami harus sama-sama konsisten dalam menerapkan konsekuensi tersebut. Jangan karena salah satu dari Anda atau suami ada yang melanggar, maka anak-anak akan menganggap remeh aturan yang sudah disepakati bersama.
 

5. Tidak Berselisih di Depan Anak-Anak
Ketika Anda dan suami berselisih di depan anak-anak, mereka akan mengetahui bahwa hubungan orang tuanya tidak harmonis dan tidak saling mendukung. Di samping itu, perselisihan akan memengaruhi kondisi emosional atau bahkan kepribadian mereka di masa depan. Bicarakan hal tersebut ketika Anda bersama dengan suami saja.
 
Baca juga: Ini Yang Dipikirkan Anak-anak Saat Orang Tuanya Bertengkar
 

6. Mengikuti PerkembanganKesepakatan pengasuhan anak bukan tidak bisa diubah. Justru, Anda dan suami perlu fleksibel dengan selalu mengikuti perkembangan anak-anak. Misalnya saja beberapa aturan bisa berubah seiring dengan pertambahan usia anak. Atau beberapa aturan pengasuhan juga bisa berubah sebagai dampak dari perubahan kebijakan sekolah.
 

7. Kesempatan Kedua
Saat suami mungkin melakukan kesalahan dan membuat keputusan yang tidak tepat jangan langsung menyudutkannya. Bicarakan lagi dan saling mengevaluasi. Berikan kesempatan kedua untuknya. Hal yang sama juga berlaku untuk Anda.
 
Yang paling penting adalah komunikasikan secara jelas dan hindari menggunakan sindiran atau kode. Karena alih-alih suami paham, yang ada malah kesal sendiri. Ketahui 6 Perbedaan Mama dan Papa dalam Berkomunikasi agar ngobrolnya lebih mulus.
 
Baca juga:
4 Cara Komunikasi Yang Membahayakan Pernikahan
50 Daftar Hal Sensitif yang Dapat Membuat Pasangan Bertengkar
Untuk Papa: 7 Tip Menjadi Suami yang Lebih Baik
Manfaat Jangka Panjang Papa Terlibat MengASIhi
8 Kebaikan yang Didapat Laki-laki Setelah Menjadi Papa
 
 
LTF
FOTO: SHUTTERSTOCK

 


Topic

#duniamama #mamamilenial #suamiistri

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Beda Pendapat dengan Suami dalam Mengasuh Anak, Atasi dengan 7 Hal Ini!