Jangan Lupa! Ini Aturan Isolasi Mandiri di Rumah

aturan isoman untuk keluarga


Angka positif COVID-19 kembali meningkat. Data dari Satgas Penanganan Covid-19 per 29 Januari 2022 menunjukkan penambahan kasus harian sudah mencapai angka 11.588.
 
Bila Anda atau ada anggota keluarga yang positif COVID-19 dan harus menjalani isolasi mandiri di rumah, maka keluarga harus siap dengan segala protokolnya. Sebab, menurut dr. RA Adaninggar, Sp.PD, yang kerap dipanggil dokter Ning, Internist dan Health Educator dalam Webinar bersama Ayahbunda & Parenting, kesalahan dalam mejalankan isolasi mandiri justru berbahaya dan berisiko menciptakan klaster keluarga. “Kalau salah caranya (isolasi mandirinya), akan berisiko menularkan ke anggota keluarga yang lain,” ujarnya.
 
Baca juga: Klaster Keluarga, Periksa Apakah Keluarga Anda Berisiko!
 
Pilihan isolasi mandiri pun tidak bisa diambil sembarangan. Menurut dr. Ning, pilihan isolasi mandiri di rumah hanya bisa dijalankan oleh orang tanpa gejala (OTG), orang dengan gejala ringan, dan tanpa penyakit komorbid.
 
Baca juga: Indonesian Society of Hypertension: Hipertensi adalah Komorbid Tertinggi Pasien COVID-19
 
Lalu bagaimana aturan bila ada anggota keluarga yang harus isolasi mandiri di rumah?

Ketentuan Kamar Tidur

  1. Orang yang menjalani isolasi mandiri harus berada di kamar yang terpisah dari anggota keluarga lain dalam rumah.
  2. Terdapat ventilasi dan memiliki tempat sampah di dalam kamar yang sudah dilapisi dengan kantung plastik. Pastikan untuk membungkus masker dalam plastik sebelum membuangnya ke tempat sampah.
  3. Pintu kamar tidur orang yang sedang menjalankan isolasi mandiri harus selalu tertutup.
  4. Sirkulasi udara di kamar harus terjaga dengan baik dengan cara membuka jendela dan adanya kipas angin.
 
Wajib Menjaga Jarak
  1. Orang yang sedang melakukan isolasi mandiri tidak boleh interaksi dengan anggota keluarga lain. Bila memang terpaksa, anggota keluarga yang positif harus menjaga jarak saat berinteraksi dengan anggota keluarga lain/perawat minimal 2 meter dengan durasi yang singkat.
  2. Sebaiknya tidak ada yang masuk ke dalam kamar isolasi. Akan tetapi, jika mendesak, orang yang masuk ke kamar tersebut harus memakai masker dan sarung tangan sekali pakai. Di samping itu, orang yang sedang isolasi juga memakai masker.
  3. Alat makan dan minum anggota keluarga yang positif harus dipisahkan.
  4. Makanan dan minuman maupun kebutuhan lain bisa diletakkan di depan kamar isolasi. Orang yang sedang menjalankan isolasi bisa makan di dalam kamar.
Ketentuan Kamar Mandi
  1. Kamar mandi antara orang yang melakukan isolasi dengan anggota keluarga lain idealnya terpisah. Akan tetapi, bila tidak memungkinkan, orang yang terinfeksi atau sedang isolasi bisa menggunakan kamar mandi setelah yang lain selesai menggunakan. Kemudian, bersihkan dan disinfeksi kamar mandi tersebut menggunakan sarung tangan sekali pakai. 
  2. Setelah kamar mandi digunakan oleh orang yang terinfeksi, maka beri jeda untuk sirkulasi udara sebelum digunakan oleh anggota keluarga lain.
  3. Anggota keluarga yang positif harus membersihkan permukaan kamar mandi yang disentuh setelah selesai menggunakannya.
 
Ketetuan Peralatan Pribadi
  1. Alat makan dan minum anggota keluarga yang positif harus dipisahkan.
  2. Makanan dan minuman maupun kebutuhan lain bisa diletakkan di depan kamar isolasi. Orang yang sedang menjalankan isolasi bisa makan di dalam kamar.
  3. Orang yang sedang menjalankan isolasi harus punya handuk sendiri.
  4. Pakaian orang yang sedang menjalankan isolasi mandiri dimasukkan ke dalam plastik dan dicuci secara terpisah. Orang yang bertugas mencuci harus mengenakan masker dan sarung tangan.
 
Ketentuan Lain
  1. Terapkan etika batuk dan bersin yang benar.
  2. Seluruh anggota keluarga harus sering mencuci tangan, terutama setelah memegang benda yang sering disentuh.
  3. Anggota keluarga yang positif maupun keluarga lain perlu memeriksa kondisi kesehatan mandiri secara berkala, seperti suhu dan perkembangan gejala.
  4. Rutin laporkan kondisi kesehatan anggota keluarga yang positif COVID-19 kepada petugas kesehatan.
Hindari!
  1. Tidak memakai masker walau hanya sebentar.
  2. Makan bersama anggota keluarga lain.
  3. Mengobrol dengan anggota keluarga lain.
  4. Keluar untuk berjalan-jalan sebentar atau membeli sesuatu. 
Dokter Ning menyebut bahwa isolasi mandiri sebetulnya bukanlah kondisi yang ideal. Ketimbang memaksakan isolasi mandiri di rumah yang tidak memadai, dr. Ning lebih menganjurkan pasien positif untuk melakukan isolasi di tempat isolasi terpadu yang sudah disediakan pemerintah seperti Wisma Atlet Jakarta. Isolasi mandiri menjadi pilihan ketika fasilitas rawat inap tidak tersedia.
 
Baca juga:
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Selama Isolasi Mandiri (Isoman)
Telemedicine dan Obat Gratis Untuk Pasien Isolasi Mandiri Bodetabek
Mencegah Klaster Keluarga, Tolak Tamu ke Rumah
Hasil Tes COVID-19 Anda POSITIF, Ini yang Harus Dilakukan
Langkah Aman Menyusui saat Ibu Positif COVID-19
 
LTF
FOTO: SHUTTERSTOCK

 


Topic

#keluarga #kesehatan #covid19 #vaksincovid19 #vaksinbooster #omicron #isoman

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Jangan Lupa! Ini Aturan Isolasi Mandiri di Rumah