Membesarkan Anak Perempuan Berkarakter, Katakan 5 Hal Ini!

bagaimana membesarkan anak perempuan

 

Di dalam masyarakat kita, ada banyak stereotip yang dilekatkan pada perempuan. Perempuan dituntut untuk lembut, ramah, tidak banyak protes, atau tidak agresif. Tak jarang, orang tua juga ikut terjebak dengan berbagai sterotip tersebut dalam membesarkan anak perempuannya. Kalau ada sikap yang tidak sesuai dengan stereotip-stereotip tersebut, kalimat seperti, “Kok, kayak anak cowok, sih!” atau “Anak cewek, kok, kayak begitu?” menghampiri anak perempuan kita.

Padahal, stereotip-stereotip tersebut justru bisa membatasi anak perempuan. Baik anak laki-laki atau pun perempuan, harus sama-sama berani, berkarakter kuat, berhak menjadi pemimpin, boleh menyuarakan pendapatnya, bisa membela dirinya sendiri, serta bersikap welas asih.

Baca juga: Dampak Membeda-bedakan Anak Laki-laki dan Perempuan bagi Tumbuh Kembangnya.
 
Sayangnya, anak-anak juga sangat besar kemungkinannya untuk menyerap stereotip tersebut dan berpikir  bahwa mereka harus selalu mematuhinya. Kata-kata Anda sebagai orang tua sangat berpengaruh bagi mereka. Apakah Anda akan mengikuti stereotip yang sudah ada dan membatasi anak-anak perempuan Anda atau justru menjadi pembebas mereka serta mendorong karakter yang lebih kuat?
 
Baca juga: 5 Ciri Keluarga yang Mendukung Emansipasi Perempuan

Jessica VanderWier, psikoterapis di Kanada, AS memberikan panduan bagi orang tua untuk mengasuh anak perempuan yang berkarakter:
 

·Membesarkan Anak Perempuan Berjiwa Pemimpin

Hindari: “Jangan sok ngatur! Nggak ada, lho, orang yang suka anak perempuan bossy.”

Katakan: “Jiwa kepemimpinanmu itu adalah anugerah yang kamu miliki. Saat berlatih menjadi pemimpin, pastikan kamu melakukannya dengan menghargai orang lain. Perhatikan bagaimana perasaan teman-temanmu.”

Tidak ada yang salah dengan anak perempuan yang memberikan instruksi atau menjadi motor. Justru, hal itu harus dikembangkan.
 

·Membesarkan Anak Perempuan yang Punya Body Positivity

Hindari: “Kamu kegendutan, deh. Lihat ini, nggak bagus, deh.”

Katakan: “Semua perempuan cantik jika ia memiliki hati yang baik. Mama bersyukur kamu tumbuh sehat. Kamu harus bersyukur bahwa tubuhmu sudah membantumu menjalankan hari-harimu. Tubuh kita luar biasa. Jangan lupa untuk selalu dijaga.”

Terlalu fokus pada penampilan anak alih-alih pada karakter akan membuat mereka rentan tidak mencintai dirinya sendiri. Padahal, mereka tidak melakukan kesalahan apa pun yang layak membuat mereka tidak disukai. Mama juga jangan sampai mengeluhkan soal tubuh di depan anak-anak. Sebab, anak-anak belajar dari meniru orang tuanya.

Baca juga: 5 Hal yang Dibutuhkan Anak Perempuan dari Ibunya
 

·Membesarkan Anak Perempuan yang Reflektif

Hindari: “Tuh, kan, jelas aja kejadian. Kalau kamu mendengarkan Mama/Papa, ini pasti nggak akan terjadi.”

Katakan: “Ceritain, dong, apa yang terjadi? Biar Mama/Papa mengerti.”

Berkeinginan punya anak yang penurut? Apakah penurut selalu berarti baik? Sering kali anak penurut tidak bisa memahami dirinya sendiri lantaran seumur hidupnya mereka terbiasa diperlakukan untuk memahami keinginan orang lain, dalam hal ini orang tuanya. Alih-alih mengharapkan anak jadi penurut, besarkan mereka jadi anak perempuan reflektif yang mampu menganalisis masalah sendiri, menilai kesalahannya, melihat kelebihannya, dan menemukan solusi terbaik atas inisiatifnya sendiri. Mereka akan lebih mungkin jadi orang dewasa yang tahan banting.
 

·Membesarkan Anak Perempuan yang Percaya Diri

Hindari: “Kamu bisa? Kamu nggak takut?”

Katakan: “Aku bangga dengan kepercayaan dirimu. Aku bisa merasakan semangat di wajahmu.”

Emosi, keberanian, kepercayaan diri anak-anak sangat dipengaruhi oleh orang tuanya. Jadi, alih-alih menakut-takuti mereka dengan hal yang mungkin bisa diatasi, lebih baik memberi semangat.


·Membesarkan Anak Perempuan yang Asertif

Hindari: “Aku akan datangi temanmu itu dan bilang jangan pernah menyembunyikan bukumu lagi.”

Katakan: “Apa yang menurutmu perlu diketahui oleh temanmu itu darimu? Menurutmu, bagaimana kamu bisa mengatakan ini kepadanya? Mungkin kita bisa latihan dulu, apa yang bisa kamu katakan kepadanya.”

Anak perempuan juga perlu menyelesaikan masalahnya sendiri. Tak sedikit orang tua yang terlalu protektif pada anak perempuan selalu mengambil alih semua masalah anaknya dan tak memberikan kesempatan pada mereka untuk menyelesaikannya sendiri.

Baca juga:
Beda Bullying pada Anak Laki-laki dan Perempuan
8 Hal yang Harus Diketahui Ayah dari Anak Perempuannya
Bagaimana Cara Papa Saat Harus Mengantar Anak Perempuannya ke Toilet Umum?

LTF
FOTO: FREEPIK


Topic

#usiasekolah #parenting #pengasuhananak #parentingstyle #anakperempuan

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Membesarkan Anak Perempuan Berkarakter, Katakan 5 Hal Ini!

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia