7 Hal yang Harus Dilakukan Setiap Ibu untuk Menjaga Kesehatan Mental

apa yang perlu ibu lakukan untuk bahagia


Ibu ibarat sumber energi di rumah. Energi positif yang dipancarkan oleh Ibu akan menular secara positif juga kepada keluarga. Rumah jadi terasa damai, tenang, dan menyenangkan. Sebaliknya, energi negatif yang dirasakan oleh ibu juga dapat ‘menyengat’. Keluarga pun akan ikut merasakannya.
 
Sering kali, seorang ibu berpikir bahwa untuk membuat keluarganya bahagia, maka ia harus memenuhi semua kebutuhan masing-masing anggota keluarganya dan membuat mereka senang. Alhasil, hal tersebut membuat ibu jadi kelelahan atau bahkan burn out yang bisa berdampak pada kesehatan mentalnya.
 
Baca juga: 6 Penyebab Umum Stres yang Menimpa Mama
 
Padahal, jika mengacu pada premis ‘ibu adalah sumber energi di rumah’, maka ibu harus bahagia dulu. Jika ibu bahagia, maka keluarga akan bahagia. Sayangi diri sendiri dulu sebelum menyayangi keluarga. Cintai diri sendiri dulu sebelum mencintai keluarga. Itulah mengapa penting bagi seorang ibu untuk menjaga kesehatan mentalnya.
 
Mama mungkin berpikir bahwa menjaga kesehatan mental harus dengan meditasi, jalan-jalan, yoga, atau self care dengan pergi nyalon atau ke spa. Sehingga, beberapa Mama mungkin akan merespons, “Aduuuh, mana sempat? Waktu 24 jam saja rasanya kurang untuk mengurus anak-anak.”
 
Bukan begitu, kok! Kebahagiaan yang akhirnya bermuara pada kesehatan mental itu bisa dicapai dengan cara yang sederhana dan sangat dekat dengan kehidupan personal Mama sendiri.
 
Baca juga: 3 Kekeliruan Tentang Self Care
 
Apa saja hal esensial yang harus Mama lakukan untuk menjaga kesehatan mental sebagai seorang ibu?
 

1. Batasi Penggunaan Medsos
Media sosial rasanya sudah jadi bagian dari kehidupan kita. Beragam informasi pengasuhan, resep memasak, ide usaha, tip mengaktualisasikan diri bisa didapatkan dari sana. Tapi, sering kali, kita juga menggunakan medsos untuk ‘mengintip’ kehidupan orang lain. Tak jarang, hasil dari ‘mengintip’ tersebut menghadirkan perasaan ‘kurang’, rendah diri, atau cemburu. Ini adalah racun bagi kesehatan mental Mama.
 
Baca juga: 7 Pantangan Mompreneur dalam Membangun Usahanya
 
Di samping itu, tak jarang juga banyak yang scrolling sampai berjam-jam hingga agenda lainnya berantakan. Nah, kalau sudah begini, Mama jadi harus buru-buru menyelesaikan sisa pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat. Ujung-ujungnya jadi burn out, deh. Apalagi kalau tidak ada yang membantu.
 

2. Buat To do List Ala Motherhood
Bukan hanya anak sekolah dan pekerja saja yang butuh list ini. Carolyn Wagner, terapis spesialis kesehatan mental maternal di Chicago, AS menekankan pentingnya to do list bagi setiap ibu, baik yang bekerja atau di rumah sepenuhnya. “Dengan begitu banyak hal yang harus diselesaikan dan berputar-putar di kepala Anda, dikombinasikan dengan dosis kurang tidur yang bagus, akan mudah untuk melupakan tugas,” ujarnya.
 
Akan tetapi, Carolyn juga menyadari bahwa hari-hari menjadi ibu penuh dengan ketidakpastian. Misalnya saja, anak Mama sangat rewel atau tantrum di suatu hari tertentu dan butuh perhatian penuh sehingga Anda tak bisa meninggalkannya untuk melakukan pekerjaan lain. Atau, si adik sedang growth spurt dan bahkan ditinggal untuk makan saja susah.
 
Oleh karenanya, Carolyn menyarankan agar para ibu mengubah definisi to do list konvensional yang kaku ke daftar yang mengakomodir ketidakpastian-ketidakpastian dalam motherhood Anda. Kuncinya, menurut Carolyn, adalah bukan menulis satu per satu tugas Anda dalam sehari melainkan membaginya ke dalam dua daftar, yakni:

  • Daftar mutlak yang harus Anda lakukan hari itu juga, misalnya: mengantarkan anak ke rumah sakit, menjemput keluarga di bandara, bertemu konselor laktasi karena payudara bengkak.
  • Daftar prioritas (bersifat rutin) tapi punya fleksibilitas waktu, misalnya: memasak, membersihkan rumah, belanja.
 
“Intinya adalah to-do list Anda sekarang fleksibel dan sejalan dengan realitas hari itu, ketimbang kaku dan menyebabkan kesusahan ketika sesuatu tidak terjadi seperti yang direncanakan,” ujar Carolyn. Cobalah untuk tidak terlampau perfeksionis untuk menyelesaikan semuanya sekaligus. Belajar lebih pelan dan mengetahui batasan juga baik untuk kesehatan mental Anda.
 

3. Stop Membandingkan Diri dengan Mama Lain
Pernahkah membandingkan diri Anda sendiri dengan perempuan lain yang menurut Anda lebih stylish, lebih baik dalam mengasuh anak, lebih jago memasak, lebih andal berbisnis, lebih mesra dengan pasangannya, atau lebih sering berlibur dengan keluarga? Carolyn berpesan bahwa membandingkan diri secara negatif dengan orang lain dapat mengakibatkan kecemasan dan depresi.
 
Ikuti Tes Melacak Postpartum Depression (Depresi Paska-kelahiran) untuk tahu kondisi kesehatan mental Anda.
 
  • Ketika Anda melihat ini terjadi, saya sarankan untuk mengambil napas dalam-dalam dan mengatakan kepada diri sendiri bahwa Anda tidak tahu cerita lengkapnya hanya berdasarkan penampilan luar,” pesan Carolyn. Menurutnya, hal ini sering terjadi karena unggahan di medsos. Ayolah, Ma, orang selalu menyeleksi foto atau video terbaik untuk diunggah di medsos, kan?
 
4. Stop Membandingkan Anak Sendiri dengan Anak Lain
Setiap anak benar-benar unik. Anak-anak berkembang dengan siklus dan kecepatan mereka sendiri. Tidak perlu khawatir bila anak Anda tampak belum mencapai apa yang sudah bisa dicapai anak lain. Mereka juga akan mencapai semuanya dalam waktu yang tepat bagi mereka dan dengan cara mereka sendiri.
 
Anda hanya perlu mendukung dan memfasilitasi mereka. “Daripada membandingkan anak Anda dengan yang lain, bandingkan dia dengan dirinya sendiri. Apakah dia mempelajari hal-hal baru seiring berjalannya waktu?,” ujar Carolyn.
 

5. Terima dan Cintai Tubuhmu
Carolyn mengatakan bahwa mudah untuk fokus pada kekurangan kita. Sayangnya, hal itu hanya akan meningkatkan ketidakpuasan Anda terhadap tubuh Anda. Sebaliknya, cobalah fokus pada rasa syukur yang memiliki manfaat kesehatan mental yang luar biasa.
 
Hargai lengan Anda yang mampu menggendong si kecil, pipi Anda yang jadi sasaran empuk ciuman hangatnya, payudara yang menjadi sumber kehidupan anak-anak, atau stretch mark yang menjadi saksi betapa ajaibnya tubuh Anda sebagai seorang ibu.
 
Bukan berarti Anda tidak boleh berencana menurunkan berat badan atau mempercantik diri. Bukan begitu! Yang paling penting adalah Anda mampu melihat apa yang dimiliki sekarang sebagai sebuah anugerah.
 

6. Cukup Tidur
Carlene MacMillan, MD, psikiater dari Harvard University mengatakan, “Orang tua sering memperlakukan rutinitas waktu tidur anak-anak mereka dengan penuh hormat tetapi malah mengabaikan rutinitas tidur mereka sendiri.” Padahal menurutnya, kurang tidur adalah resep untuk meningkatkan stres, tidak hanya untuk ibu, melainkan untuk semua orang di rumah.
 
Bersiaplah untuk tidur setelah anak terlelap. Hentikan menggunakan gadget setidaknya 30 menit sebelum tidur. Lakukan 9 Langkah Menyempurnakan Kualitas Tidur Anda.
 

7. Akui Emosi Anda
Lelah, marah, sedih, kesal adalah perasaan yang wajar. “Biarkan diri Anda merasakan perasaan Anda dan menangislah saat Anda membutuhkannya,” ujar MacMillan. Ia juga menambahkan, “Jika Anda merasa egois untuk merawat kesehatan mental Anda, ingatlah bahwa Anda adalah manusia yang pantas untuk merasakan setiap emosi dan sehat, sama seperti orang lain.”
 
Di samping itu, MacMillan juga mengatakan bahwa mengasuh anak dan menjadi ibu adalah perjalanan terpanjang dan terberat yang pernah ada. Jadi, sama seperti Anda mengisi tangki bensin, memeriksa oli, dan menambahkan udara ke ban Anda untuk perjalanan panjang dengan mobil, Anda juga harus memastikan Anda terisi penuh secara mental dan fisik untuk perjalanan terbaik yang akan Anda lalui sepanjang sisa hidup.
 
Baca juga:
Manfaat Mewarnai untuk Kesehatan Mental
7 Manajemen Stres untuk Mama
Tren Journaling, Ini 7 Jenis Jurnal yang Bermanfaat untuk Mama
Di Balik Kemarahan Mama
6 Trik Mewujudkan Me Time bagi Mama yang Terlalu Sibuk
7 Keputusan Mama yang Tidak Akan Berdampak Negatif pada Hubungan dengan Anak
 
LTF
FOTO: FREEPIK

 


Topic

#duniamama #selfcare

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

7 Hal yang Harus Dilakukan Setiap Ibu untuk Menjaga Kesehatan Mental