Politik Itu Apa, Sih, Ma, Pa?


 

Si kecil bertanya, “Politik itu apa, sih, Ma, Pa?” Biasanya pertanyaan ini juga diikuti dengan pertanyaan lain seperti, “Kalau partai politik itu apa?” atau “Politisi atau pejabat itu kerjanya apa?”
 
Pertanyaan tersebut terdengar sederhana, tapi sulit untuk dijawab.
 
Menurut Najeela Shihab, pendidik dan pendiri Keluarga Kita, sebuah organisasi yang fokus pada pendidikan keluarga dan pengasuhan, anak-anak usia Sekolah Dasar mungkin secara sederhana mendefinisikan politik sebagai partai politik, pemilu, kampanye, pejabat, atau politisi. Mereka mungkin belum memahami hal lain yang lebih kompleks.
 
Najeela mengatakan, ketika anak bertanya tentang politik, ini adalah kesempatan emas bagi orang tua untuk sekaligus menjelaskan tentang nilai keluarga tentang pemimpin dan kepemimpinan yang positif. Ia menjelaskan bahwa hal ini bisa dimulai dengan mencontohkan hal-hal nyata yang ada di sekitar kehidupan si kecil langsung. Dengan begitu, anak-anak akan lebih mudah memahami.
 
Najelaa memberikan kiat bagi orang tua untuk menjelaskan tentang politik untuk menanamkan nilai kepemimpinan yang positif melalui contoh kehidupan sehari-hari sebagai berikut:
 
Pemilihan
Cara paling mudah menjelaskan tentang politik adalah lewat pemilihan. Anda bisa mengambil contoh pemilihan ketua kelas, ketua kelompok, ketua ekstrakurikuler, atau kapten basket. Sampaikan padanya bahwa seseorang tidak bisa begitu saja menjadi pemimpin, melainkan harus melalui sebuah proses pemilihan. Dan, setiap orang berhak memilih.
 
Tekankan pada mereka bahwa di dalam pemilihan, orang-orang akan memilih pemimpin yang mampu mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan banyak orang. Misalnya saja, sebuah tim basket berkepentingan untuk menang. Maka, kapten basket harus mampu menjaga kekompakan tim dan mengawal diskusi strategi yang tepat agar timnya menang. Atau, sebuah kelompok esktrakurikuler bertujuan untuk dapat mempresentasikan karya dengan optimal di akhir tahun, maka ketua harus lah orang yang bisa mengorganisir kebutuhan tersebut.
 
Hal ini akan membuatnya paham bahwa pemimpin tidak bisa berbuat seenaknya sendiri. Mereka dipilih karena dianggap kompeten dalam mengakomodir kepentingan bersama. Dan ia harus turut berpartisipasi memilih agar calon yang ia dukung mendapat suara.
 
Politik adalah Strategi
Anda bisa menjelaskan bahwa politik adalah sebuah strategi untuk mencapai tujuan tertentu. Anda bisa mengambil contoh tentang kekurangan kebutuhan dana akan kepanitiaan di sekolah. Tanyakan pendapatnya tentang apa yang bisa dilakukan panitia, apakah itu menjalin komunikasi dengan wali murid untuk mendapat donasi, atau membuat prakarya untuk dijual, atau mengadakan bazar untuk meraup keuntungan. Itu semua adalah strategi.
 
Tentang Partai Politik
Anda bisa menjelaskan pada si kecil dengan mencontohkan alasan megapa ia tergabung ke dalam suatu kelompok tertentu. Misalnya saja kelompok minat dan bakat. Dapat dijelaskan bahwa ia tergabung di dalam kelompok tersebut dengan teman-teman yang lain karena kesamaan ketertarikan dan tujuan. Ini jadi pengantar paling mudah untuk menjelaskan tentang partai politik sebagai kumpulan orang dengan ketertarikan, kepentingan, dan tujuan yang sama.
 
Bicara “Apa”, Bukan “Siapa”
Saat membicarakan tentang politik, lebih baik fokus pada permasalahan “apa” ketimbang “siapa”. Tanyakan padanya tentang apa yang diketahui dari harapan warga, apakah itu tentang mengentaskan kemiskinan atau memperbaiki pendidikan. Sebutkan bahwa tugas orang-orang di dalam dunia politik, baik itu pemimpin maupun politisi lain adalah menyelesaikan masalah. Beri ia pemahaman positif bahwa politik bukan hanya tentang jawaban, siapa yang menjadi presiden, ketua MPR, atau DPR, melainkan lebih dari itu, ia harus mampu memenuhi ekspektasi orang-orang.
 
Fungsi Pejabat Publik
“Waah, keren, ya, sudah bisa jadi pejabat,” atau “Pasti enak, ya, jadi pejabat,” mungkin menjadi komentar yang sering keluar. Namun penjelasan ini tidak akan menjadi masukan yang positif untuk anak. Orang tua perlu menjelaskan fungsi pelayanan dari pejabat publik. Perlu ditekankan bahwa pejabat memiliki tugas untuk melayani seluruh masyarakat dengan baik.  
 
Kerja Sama
Anda bisa menjelaskan politik sebagai sistem melalui penjelasan sederhana tentang kerja sama. Sampaikan padanya bahwa seorang presiden tidak akan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik bila tidak ada menteri, kepala dinas, atau kepala daerah. Begitu juga dengan ketua partai yang tidak akan bisa menghasilkan sesuatu tanpa ada anggotanya. Sampaikan pada anak bahwa di dalam politik, untuk mencapai tujuan harus ada kerja sama.
 
Anda bisa mencontohkan dengan kepanitiaan acara seni di sekolah. Tak hanya ketua acara saja yang punya peran penting. Para anggota seperti sekretaris, bendahara, dekorasi, bahkan penjaga tiket pun punya peran penting. Acara tidak akan lancar tanpa ada kerja sama.
 
Bagaimana, Ma, Pa? Sudah siap dengan pertanyaan anak lainnya soal politik? Perkaya dialog dengan contoh-contoh yang sudah terimplementasikan di kehidupan mereka, ya.
 
Baca juga:
Melindungi Anak dari Informasi Negatif Menjelang Pemilu (Bagian 1)
Melindungi Anak dari Informasi Negatif Menjelang Pemilu (Bagian 2)
6 Kesalahan Orang Tua Membicarakan Politik dengan Anak (Bagian 1)
6 Kesalahan Orang Tua Membicarakan Politik dengan Anak (Bagian 2)
Politik Pilkada Mengancam Rasa Toleransi Anak
Ajari Anak Pendidikan Politik
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK
 


 

 

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia