5 Buku Karya Dokter Anak, Panduan Wajib untuk Orang Tua




Ketika lahir, anak tidak membawa buku manual cara merawat dan mengasuh mereka, bukan? Sementara, tiap anak unik dan memiliki kondisi berbeda satu sama lain. Karena itu, dalam masa-masa pengasuhan dan perawatan anak, orang tua perlu ‘bersahabat’ dengan banyak pakar, salah satu yang penting adalah dokter anak.
 
Datang ke ruang praktik atau berkomunikasi dengan dokter anak tentu bukan hanya saat vaksinasi atau anak mengalami batuk-pilek, tetapi juga ketika ada hal-hal seputar tumbuh-kembangnya yang ingin Anda ketahui. Ketika muncul gejala-gejala yang Anda rasa tidak biasa, orang pertama yang perlu Anda datangi untuk konsultasi tentu dokter anak.
 
Saat ini, semakin mudah berkomunikasi dengan dokter anak (di luar dokter anak Anda, ya, Ma dan Pa). Banyak di antara mereka yang aktif di media sosial, memberikan edukasi dengan cara kekinian, sehingga mudah dipahami para orang tua. Jadi, Anda tidak hanya terpaku pada dokter anak si kecil saja untuk mendapatkan informasi-informasi.
 
Banyak pula di antara mereka yang menulis buku-buku panduan, yang mengangkat tema-tema spesifik seputar kesehatan, tumbuh kembang, dan nutrisi yang penting dan wajib untuk Anda miliki sebagai panduan pengasuhan dan perawatan anak.

Baca juga: 4 Buku Pengisi Me Time Mama
 
Berikut ini beberapa buku yang ditulis oleh dokter anak untuk melengkapi panduan Anda sebagai orang tua.  

APAKAH ANAK KITA BAHAGIA?
Penulis: dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A


 
Salah seorang dokter anak yang cukup aktif memberikan edukasi melalui media sosial adalah dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A. Tidak hanya soal kesehatan anak, dr. Andreas juga kerap membagikan tip pengasuhan anak, karena menurutnya sejahtera dan bahagia merupakan ciri anak yang sehat.
 
Topik ‘serius’ bisa disampaikan dengan ringan dan fun oleh dr. Andreas. Ternyata, gaya asyiknya juga terlihat pada tulisannya di buku Apakah Anak Kita Bahagia? bertema parenting ini. Di sini tampak penekanan dr. Andreas, bahwa orang tua perlu mengetahui perkembangan emosi anaknya sejak dini. Jika kecerdasan emosional ini berkembang secara positif, maka kecerdasan intelektualnya juga akan berkembang dengan optimal.
 
Tidak hanya teori tentang tumbuh kembang dan pengasuhan anak, tapi juga banyak pengalamannya menghadapi pasien-pasien kecil dan orang tuanya yang menjadi cermin bagi kita bisa ditemukan di buku ini. Semua cerita dan pemaparannya disampaikan secara ringan, sehingga mudah dicerna dan menjawab kegalauan para orang tua dalam mengasuh anak-anak mereka.
 
Lewat buku ini, dokter yang juga menulis board book untuk anak seri Kata Dokter ini mengingatkan kita sebagai orang tua, bahwa anak bahagia adalah ketika dia sehat secara fisik maupun mental. Keduanya harus sama-sama terpenuhi secara optimal, karena saling berkaitan.
 

MENGATASI GAWAT DARURAT PADA ANAK
Penulis: dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, M.Biomed, Sp.A(K)
 


Menghadapi kondisi gawat darurat pada anak, sering kali kita panik. Namun, ternyata, rasa panik ini yang harus kita kesampingkan terlebih dulu, agar bisa berpikir jernih mengambil langkah-langkah untuk menolong anak. Seperti tertulis di buku Mengatasi Gawat Darurat pada Anak, tulisan ‘Jangan Panik!’ mengingatkan kita akan kebiasaan kita itu.
 
Namun, ‘Jangan Panik!’ juga bisa berarti bahwa buku ini memberikan panduan atau jawaban yang Anda butuhkan dalam menghadapi kondisi gawat darurat yang biasa terjadi pada anak, sehingga Anda tidak perlu panik dan bisa lebih tenang. Apalagi, penulisnya, dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, M.Biomed, Sp.A(K), adalah seorang ahli kegawatdaruratan anak (mendalami Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak, Emergensi, dan Rawat Intensif Anak), kerap menjadi pembicara tentang kegawatan pada anak, baik skala nasional maupun internasional, sehingga bisa memberikan panduan yang jelas dan mudah untuk diterapkan orang tua atau siapa pun yang mengasuh anak di rumah.
 
Dalam buku ini, dr. Kadafi membagi 2 kelompok kegawatan. Yang pertama adalah Noninfeksi, yang antara lain terdiri dari menghadapi kegawatan anak di rumah, henti jantung, napas, dan tersedak, juga tentang nyeri, keracunan, alergi, gigitan binatang, luka bakar, tenggelam, mimisan, nyeri kepala, cedera kepala, hingga nyeri dada.
 
Kedua, adalah kelompok Infeksi, yang terdiri dari mencegah dan mengontrol infeksi, mengatasi demam, kejang, diare, diare berdarah, DBD, radang usus buntu, muntah, pneumonia, hingga demam tifoid. Tiap topik dijelaskan secara gamblang mengenai penyebab, tanda-tanda, dan cara mengatasinya.
 
Selain jelas, praktis, dan mudah dipahami, buku keenam karya dokter yang praktik di kota Malang ini dilengkapi ilustrasi menarik yang juga memudahkan orang tua memahami langkah-langkah pertolongan untuk anak.  


KENAPA ANAK SERING SAKIT?
Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K) dan drg. Mia Yuniartie, M.Si


 

Ini pertanyaan yang kerap dilontarkan orang tua: "Kenapa, sih, anak sering sakit?" atau, "Kenapa anak demam dan 'batpil' melulu?", juga, "Bagaimana agar anak selalu sehat, nggak sakit-sakitan?" Semua akan terjawab lewat buku ini, ditulis oleh Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K), seorang Dokter Spesialis Anak, Konsultan Alergi dan Imunologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, bersama Drg. Mia Yuniartie, M.Si.
 
Pertumbuhan dan perkembangan kesehatan seorang anak harus menjadi fokus utama orang tua. Sesekali sakit itu wajar. Tetapi, jika terlalu sering sakit, orang tua harus waspada, karena hal ini akan memberikan banyak dampak yang merugikan, seperti terganggunya asupan gizi hingga gangguan pertumbuhan akibat penyakit menahun, apalagi jika tidak segera mendapat penanganan serius dari dokter.
 
Dijelaskan di buku ini, penyakit pada anak terbagi antara infeksi dan noninfeksi. Salah satu penyakit yang paling sering dialami anak adalah demam. Walaupun mungkin Anda memberi label ‘penyakit langganan si kecil’ untuk demam ini, Anda tidak boleh selalu menganggapnya sepele, lho. Di sini dr. Zakiudin menyarankan orang tua untuk mencari tahu penyebabnya. Sebagai pakar alergi, ia memaparkan bahwa Anda perlu waspada jika anak memiliki riwayat alergi. Karena, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan tubuh anak rentan terhadap penyakit.
 
Dari sisi gigi dan mulut, ternyata ini juga sering menjadi sumber kerentanan anak sakit. Sangat penting memperhatikan kesehatan gigi dan mulut anak, pahami gejala dan penyebab sakitnya. Lalu, bagaimana upaya yang perlu dilakukan orang tua? Baca saja buku ini, ya, Ma dan Pa….


SEHAT LEZAT OLAH SAJI Dr. TIWI
Penulis: dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS

 


Sudah cetak ulang sebanyak 10 kali, buku ini layak menyandang predikat Best Seller dan wajib ada dalam koleksi buku panduan untuk orang tua. Isinya sangat padat dan lengkap, seputar aturan dan cara benar pemberian makanan pertama bagi anak, atau yang biasa dikenal Makanan Pendamping ASI (MPASI).
 
“Penyehatan anak pada umumnya dimulai dengan membuat saluran cerna sehat. Organ pencernaan merupakan organ yang terbesar peranannya dalam kesehatan anak. Tahap perkembangan untuk eksplorasi, khususnya dalam makanan, bila dimanfaatkan dengan baik dapat menjadi bagian dari stimulasi yang mengoptimalkan perkembangannya,” demikian menurut dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS, akrab disapa dr. Tiwi, dalam buku ini.
 
Untuk memudahkan orang tua, dr. Tiwi membagi 4 tahap pemberian makanan kepada anak, sesuai kelompok usianya. Tahap 1 adalah anak usia 6 bulan (baru lulus ASI ekslusif), tahap 2 untuk usia 7-9 bulan, tahap 3 adalah usia 10-12 bulan, dan tahap 4 ketika anak berusia 13 bulan ke atas. Semua dijabarkan dengan lengkap mulai dari komposisi, porsi, aturan jam makan, bahan-bahan pangan, cara pengolahan, peralatan yang diperlukan, vitamin yang dibutuhkan anak, hingga tip makan saat melakukan perjalanan dan mengatasi anak yang mulai berulah saat makan.
   
Untuk bahan-bahan MPASI, dr. Tiwi menekankan pemberian pangan lokal. “Kekayaan alam Indonesia sudah sepantasnya digali, khususnya bahan yang akan diolah menjadi makanan lokalnya,” kata dr. Tiwi. Menggunakan bahan-bahan lokal itu, dr. Tiwi menyajikan beragam menu dan resep makanan anak, dengan detail cara membuat yang sangat mudah diikuti.   
 
Yang tak kalah penting dan dibahas secara khusus adalah memahami pola atau grafik pertumbuhan anak. Orang tua diingatkan untuk melakukan evaluasi berat dan tinggi badan anak secara berkala, terutama di tahun pertamanya.
 

PLAY AND LEARN
Penulis: dr. Meta Hanindita, Sp.A(K)
 
Play and Learn, dr. Meta Hanindita

 “Kenapa, ya, anak saya sukanya main melulu, nggak mau diajak belajar!” Hey, Ma dan Pa, coba kita luruskan dulu pandangan semacam itu, ya… Bermain itu sangat penting untuk anak, karena lewat bermain mereka belajar dan tumbuh. Ia berlatih mengembangkan semua keterampilannya, mulai dari emosi, sosialisasi, motorik, hingga kognitifnya.  
 
Karena itu, melalui buku Play and Learn ini, dr. Meta Hanindita, Sp.A(K) menyampaikan pesan kepada orang tua mengenai pentingnya mengajak anak bermain (walaupun itu permainan yang sederhana sekalipun) karena ini dapat membantu tumbuh kembangnya.
 
Buku ini tidak menggurui, tetapi terasa seperti cerita seorang ibu kepada orang tua lainnya, karena dr. Meta banyak membagi pengalamannya selama mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anaknya, sejak masih di kandungan sampai berusia 4 tahun. Tentu saja, bukan sekadar pengalaman, tetapi sarat tip dan saran penting dari dr. Meta sebagai dokter anak.
 
Ada 4 bagian dalam buku ini, yaitu:
Play and learn to be happy
• Play and learn to be adorable
• Play and learn to be smart
• Play and learn to be independent
 
Yang asyik, penulis seri best seller 'Mommyclopedia' ini memberikan banyak ide kreatif yang bisa menstimulasi tumbuh kembang anak melalui aneka permainan, lengkap dengan foto-foto, sehingga Anda tidak ‘mati gaya’ kehabisan ide bermain bersama anak.

Baca juga:
Ini Keunggulan E-Book Dibandingkan Buku Biasa
Pilihan Buku Sesuai Usia Anak, Kembangkan Minat Literasinya
10 Manfaat Membacakan Buku untuk Anak Sejak Dini
5 Manfaat Membacakan Buku yang Sama Berulang-ulang pada Balita


Gracia Danarti
Foto utama: Shutterstock

 


Topic

#keluarga #kesehatan #parenting #hariaksara

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

5 Buku Karya Dokter Anak, Panduan Wajib untuk Orang Tua