Mama Mengalami Moms Fatigue? Ikuti Langkah Mengatasinya

bagaimana mengatasi kelelahan yang dialami ibu


Menjadi seorang ibu bukanlah pekerjaan yang mudah. Begitu menjadi seorang ibu, Anda otomatis menjalankan banyak peran sekaligus di dalam kehidupan Anda. Tiba-tiba Anda menjadi guru, koki, dokter atau perawat, manajer keuangan, petugas kebersihan, penata rambut, dan banyak lagi. Semua peran tersebut Anda jalankan bergantian tergantung kapan dibutuhkan.
 
Pekerjaan yang Berat
Sering kali, semua peran yang menghadirkan banyak pekerjaan tak kunjung selesai itu membuat mama kelelahan. Bahkan, tak jarang, lantaran fokus pada pekerjaan yang berkaitan dengan merawat anak, suami, atau keluarga, mama malah jadi lupa merawat diri sendiri.
 
Terbayang, deh, banyaknya pekerjaan tersebut menjadi Penyebab Umum Stres yang Menimpa Mama. Misalnya, nih, mama selalu memastikan semua anak dan suami sudah sarapan sebelum beraktivitas, tapi mama sendiri belum makan sesuap pun karena begitu selesai masak langsung menyuapi anak dan cuci piring. Tak hanya itu, ketika hari libur tiba, Mama sibuk memastikan apakah aktivitas permainan dan stimulasi untuk anak sudah disiapkan untuk menghiburnya. Tapi, Mama mungkin tidak ingat kapan terakhir kali Mama terhibur dan bersenang-senang.
 
Hati-hati, lho, Ma, dengan pekerjaan yang berat, Anda bisa-bisa mengalami moms fatigue. Psikolog Ajeng Raviando, Psi. menjelaskan bahwa moms fatigue adalah kondisi saat mama mengalami kelelahan fisik dan emosional karena rutinitas mengurus rumah tangga serta keluarga. Bahkan, kelelahan ini tidak kita sadari sudah berlangsung dalam jangka waktu lama karena penyebabnya sudah menjadi rutinitas harian yang terasa tidak ada habisnya.
 
Selain karena kelelahan, menurut Ajeng, moms fatigue juga bisa jadi dialami karena ada ketakutan dan kecemasan pada seorang perempuan bahwa dirinya tidak bisa berfungsi sebagai ibu secara baik. “Saya bukan ibu yang baik,” ujarnya mengilustrasikan. Sayangnya, menurutnya hal ini banyak dirasakan oleh para mama karena banyaknya tekanan sosial atas peran ibu.
 
Waaah, bisa dibayangkan bagaimana dampaknya kalau penyebab-penyebab moms fatigue tersebut dikombinasikan.
 
Dampak Moms Fatigue
Ada beberapa dampak moms fatigue yang disampaikan oleh Ajeng, yakni:

  • Dampak Moms Fatigue bagi Diri Sendiri:
  1. Menyebabkan keluhan fisik seperti mudah sakit kepala.
  2. Memengaruhi kesehatan mental mama secara negatif. Ajeng menjelaskan bahwa ketika seorang ibu merasa bahwa dirinya bukan ibu yang baik, maka ada mekanisme self blaming atau menyalahkan diri sendiri. Ketika itu terjadi, maka sangat mungkin baginya untuk membandingkan dirinya sendiri dengan ibu lain dan kemudian membenci dirinya sendiri. “Apalagi kalau sudah lihat Instagram,” ujar Ajeng mengemukakan bahwa tidak sedikit mama yang membandingkan dirinya dengan ibu lain lewat unggahan media sosial seperti Instagram.
  3. Gangguan tidur
 
  • Dampak Moms Fatigue bagi Hubungan KeluargaPerasaan minder lantaran tidak bisa menjadi ibu yang baik bisa membuat mama tanpa sadar menarik diri dari anak dan suami. Ini tentu membuat hubungan menjadi dingin dan renggang.
  • Dampak Moms Fatigue bagi Pengasuhan:
  1. Moms fatigue membuat mama jadi mudah marah saat mengasuh anak.
  2. Berpengaruh terhadap hubungan mama dan anak.
  3. Anak jadi tidak belajar cara mengelola emosi yang baik dari mama sebagai role model-nya.
 
Ini Indikasi Mama Mengalami Moms Fatigue
Masih bertanya-tanya bagaimana caranya mengetahui kalau kita mengalami moms fatigue? Menurut Ajeng cara paling mudah mengenali moms fatigue adalah lewat indikasi berikut:
  1. Mama kesulitan mengelola emosi: sering marah yang meledak-ledak atau sedih tak terkendali.
  2. Sensitivitas tinggi: mudah terpicu emosi karena perilaku kecil anak atau perkataan suami.
  3. Mudah cemas.
  4. Merasa sering tertekan, sekalipun belum memulai mengerjakan.
 
Baca juga: Di Balik Kemarahan Anda, Ini yang Sebenarnya Anda Rasakan
 
Langkah Mengatasi Moms Fatigue
Menurut Ajeng, tidak banyak Mama yang rutin atau bisa melakukan pengecekan apakah kondisinya sebagai seorang ibu sedang sehat atau tidak. “Jangan-jangan kita sehat fisik saja, secara psikis belum tentu. Cek dulu, deh, kesehatan mental kita juga penting, lho, nggak cuma kesehatan fisik saja.”
 
Cara utama yang disampaikan oleh Ajeng untuk mengatasi moms fatigue adalah dengan melakukan self love. “Self love bukan berarti egois,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kalau kita bisa mencintai diri kita sendiri, kita bisa berbagi cinta pada orang  lain lebih baik dibandingkan kalau kita nggak sayang kepada diri kita.”
 
Menurut Ajeng, banyak orang di luar sana yang mengatakan bahwa seorang perempuan harus berkorban untuk anak dan suaminya. Ajeng dengan tegas menyatakan tidak sependapat dengan hal tersebut. “Kalau berkorban, kasihan, dong,” cetusnya.
 
Menurutnya, alih-alih berkorban, seorang mama bisa berprinsip bahwa dirinya punya pilihan untuk membahagikan suami dan anaknya. Tapi, sebelum itu, Ajeng mengingatkan bahwa seorang mama harus bahagia dulu untuk bisa melakukannya.
 
Baca juga: 3 Kekeliruan Tentang Self Care
 
Apa yang bisa Anda lakukan untuk membahagiakan diri sendiri dan menjaga kesehatan mental?


1. Tidur Cukup
Tidur cukup selama 7-9 jam membantu membuat Mama terhindar dari nyeri di beberapa bagian tubuh, kesulitan berkonsentrasi dan membuat keputusan, dan rentan stres. Di samping itu, tidur cukup juga dapat meningkatkan imun tubuh yang penting untuk kesehatan fisik Mama.
 
Jadi, walaupun biasanya jadi orang yang tidur paling malam setelah semua anak tidur dan bangun paling pagi untuk masak sarapan, tetap pertimbangkan waktu tidur mama, ya.
 

2. Makan
Masih sarapan hanya dengan sisa lembaran roti bekas bekal anak yang Anda cetak lucu atau dengan menu yang tidak dihabiskan si bungsu? Anda juga harus memprioritaskan diri sendiri. Buatlah makanan favorit Anda dan cari waktu terbaik untuk menikmatinya.
 
Baca juga: Pentingnya Anak Remaja Menerapkan Mindful Eating
 

3. Me Time
Entah hanya membaca novel, menonton drama Korea, menelepon teman atau keluarga, Anda bisa jadikan sebagai alternatif me time. Bila memang Anda punya waktu lebih, gunakan untuk berjalan-jalan keluar rumah, berolahraga bersama teman atau melakukan perawatan. Manfaat  me time adalah untuk untuk membuat Anda ‘penuh’ dan kembali dengan kondisi yang lebih baik untuk mengasuh dan merawat keluarga.
 
Baca juga: 6 Trik Mewujudkan Me Time bagi Mama yang Terlalu Sibuk
 

4. Yoga
Yoga punya manfaat fisik sampai psikologis yang positif untuk mama. Ada 8 Alasan Yoga adalah Olahraga Terbaik untuk Mama. Jadi, kenapa tidak mencobanya?
 

5. Journaling
Kegiatan journaling atau menulis jurnal dapat meningkatkan kesehatan mental, lho. Menulis diketahui dapat meredakan stres, melepaskan perasaan terpendam dan pikiran negatif, mengurangi gejala depresi, serta meningkatkan suasana hati. Ketahui 7 Jenis Jurnal yang Bermanfaat untuk Mama
 
 
Baca juga:
7 Manajemen Stres untuk Mama
7 Keputusan Mama yang Tidak Akan Berdampak Negatif pada Hubungan dengan Anak
Sport-Date Mama & Papa
5 Hal yang Paling Sering Menguras Kesabaran Mama 
 
LTF
Foto: FREEPIK

 


Topic

#duniamama #selfcare

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Mama Mengalami Moms Fatigue? Ikuti Langkah Mengatasinya